Senin,16 Nov 2015 10:16 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Cub, Tingkatkan Keamanan Dengan Sistem Pemantau Tekanan Ban

Foto: Fendi

Cub, Tingkatkan Keamanan Dengan Sistem Pemantau Tekanan Ban


Taiwan – Hari kedua, otomotifnet.com yang diundang TAITRA (Taiwan Trade Center) mengunjungi 6 pabrik pembuat komponen mobil di Taiwan, bertandang ke Cub Cub Elecparts Inc. yang memproduksi sakelar dan sistem pemantau tekanan ban.

Bersama 7 media lain dari 7 negara, otomotifnet.com melakukan lawatan khusus ke berbagai pabrik komponen otomotif (10-12/11), menjelang diadakannya Taipei Int’l Auto Parts & Accessories Show (TAIPEI AMPA), April 2016.

Setelah mengunjungi pembuat gasket, alat kontrol digital serta suspensi dan sistem pengereman, kali ini kami menyambangi Cub Elecparts Inc. di daerah Changhua, kawasan pantai Barat Taiwan.

Perusahaan yang berdiri pada 1979 ini memproduksi berbagai macam sakelar, seperti sakelar kombinasi pada tuas di kemudi, sakelar power window, starter, lampu utama dan dimmer serta berbagai sakelar lainnya untuk mobil.

Kevin Y.T. Hung. Cub membuat TPMS universal terbaik di dunia

“Produk kami 85% untuk aftermarket, 10% buat OES (GM, Chrysler) dan 5% buat OEM (mobil produk Tiongkok). Volume produksi kami lebih dari 1.200 part number,” jelas Kevin Y.T. Hung, vice president Cub Elecparts Inc.

Selain sakelar, Cub yang bergerak di bidang elektronik ini juga memproduksi berbagai sensor, di antaranya sensor kecepatan, sensor tekanan oli, sensor posisi poros engkol dan sensor posisi noken as. “Pasar kami 95% untuk aftermarket dan 5% OEM,” kata Kevin.

Paling diunggulkan saat ini sensor monitor tekanan ban yang diperkirakan akan tumbuh pada tahun-tahun mendatang. Tire pressure monitoring system (TPMS) yang diproduksinya, pasarnya hampir 100% di Amerika. Untuk pasar Uni Eropa diperkirakan dua per tiganya.

Menurut Kevin, karena di Amerika dan Eropa adalah negara pembuat mobil dan sudah ada regulasinya mengenai pengaplikasian peranti ini. Sementara di tempat lain (Asia), tidak ada regulasi mengenai hal ini. Makanya untuk pasar di Jepang mengalami penundaan.

Sistem bekerja melalui frekuensi radio. Alatnya terdiri dari sebuah kotak kecil yang diletakkan di dalam pelek dan dihubungkan dengan pentil. Kotak itu dilengkapi baterai yang tahan 5-10 tahun.

Kotak sensor TPMS berada di dalam pelek

Setiap alat diletakkan di dalam pelek mobil yang dipakai. Pengemudi dapat memantau tekanan angin dan temperatur ban yang dipakainya melalui tampilan di layar pada dasbor atau bisa juga lewat head unit. Cub juga melengkapinya dengan sensor tambahan.

Kata Kevin, masalah yang dialami toko ban adalan ban dan roda memiliki standar internasional. Ban standar cocok pada semua kendaraan. “Lebih dari 250 TPMS part number di Amerika, beda mobil beda sensor, akibatnya stok sensor menumpuk di toko ban,” jelasnya.

Menurut Cub, dealer ban kecil akan kehilangan bisnis mereka, jika mereka tidak dapat mengatasi masalah TPMS. Cub pertama kali memperkenalkan TPMS universal sebagai solusi mengatasi masalah tersebut.

Cub memperkenalkan TPMS pertama kali pada 2008 sebagai generasi pertama, dua tahun kemudian hadir generasi kedua dan kini Cub memiliki TPMS generasi ketiga.

Generasi ketiga ini dilengkapi sistem PUR (programmable universal replacement) baru. Satu alat terdiri dari 2 sensor (315 dan 433 MHz) untuk meng-cover semua aplikasi TPMS.

Cub mengklaim produk TPMS-nya sebagai yang terbaik di dunia. (otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top