Sabtu,13 Agust 2016 05:55 WIB

Penulis: Haryadi Hidayat

Di Bali, Sesajen Ikut ‘Menemani’ Perjalanan

Foto: Rian

Sesajen di dalam sebuah mobil di Bali

Sebuah sesajen kecil berisi aneka kembang turut menyertai perjalanan otomotifnet di sebuah taksi yang mengantar dari bandara I Gusti Ngurah Rai menuju hotel di Denpasar, Bali (11/8).

Sesajen yang lekat dengan umat Hindu dalam  kehidupan sehari-hari ini juga digunakan dalam aktivitas berkendara.

Nyoman Arta, sang pengemudi yang mengantar kami pun menceritakan bagaimana masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu memiliki upacara keagamaan berhubungan dengan kendaraan.

"Sampai urusan beli mobil pun, dicari hari bagus untuk mengantar mobil ke rumah. Tanggal berapa dan hari apa akan dibawa pulang, biasanya tanggal 13 dihindari," terang Nyoman.

Sampai di rumah, mobil menjalani serangkaian upacara.

"Dilakukan bersama seorang Mangku atau Pandita (yakni orang suci dalam keyakinan Hindu), mobil dimandikan dan ditutup sarung adat," lanjutnya.

"Coba kapan datang ke Bali pas ada upacara mobil, akan heran. Di dalam mobil, digantung janur-janur kecil. Tamu (turis) pada suka," ulas Nyoman.

Lalu apa yang dituju dari pemberian sesajen yang ditaruh di mobil ini?

"Untuk keselamatan aja. Untuk rezeki, datang kalau udah upacara," tuturnya.

Lalu bagaimana jika tidak menyertakan sesajen di mobil?

Jawabannya sama dengan umat agama lain yang rajin melakukan ibadah.

"Gak enak. Udah biasa, jadi kalau belum (sembahyang) dan memberi sesajen kaya ada yang belum lengkap," ujarnya.

"Selain itu selalu ada saja godaannya. Kita tahu karena itu (belum memberi sesajen)," ulas Nyoman.

Beralih ke soal trasnportasi, di bandara Ngurah Rai, menurutnya ada 400 unit taksi yang melayani penumpang. Hanya taksi yang dikelola PT Angkasa Pura ini yang boleh melayani penumpang.

"Taksi lain enggak boleh bawa penumpang dari bandara, hanya antar saja. Begitu juga taksi ini, enggak boleh ambil penumpang dari luar bandara," ujarnya tentang taksi berwarna biru yang disopiri oleh mitra dari masyarakat ini.

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top