Kamis,26 Mei 2016 06:00 WIB

Penulis: Arief Aszhari

Kontribusi Untuk Negeri 2016

Dituding Pusat Pemalsu, Ini Jawaban Perajin Knalpot Purbalingga

Foto: Rian

Knalpot after market Purbalingga sudah dipasarkan di Eropa

Purbalingga- Selain terkenal sebagai penghasil knalpot aftermarket mutu dunia, Purbalingga juga sering dituding sebagai sentra pemalsu knalpot merek luar negeri.

Stigma ini tentu saja memperburuk citra knalpot Purbalingga yang sejatinya memang memiliki kualitas baik, dan dibuktikan dengan pemesanan yang kini sudah merambah pasar luar negeri.

Lalu, apa jawaban para perajin knalpot Purbalingga?

Dijelaskan Uki Basar, pemilik knalpot dengan merek Q Power, pihaknya memproduksi knalpot dengan merek yang sudah terkenal memang bukan kehendaknya. Artinya, pasar yang memang menghendaki knalpot racing merek tersebut.

"Untuk merek tersebut, pasar memang yang menginginkan hal tersebut. Jika tidak, knalpotnya tidak laku," buka Uki Basar saat dikunjungi tim Kontribusi Untuk Negeri di Purbalingga beberapa waktu lalu.

Pria ramah ini melanjutkan, untuk knalpot buatannya sendiri bahkan sudah menggunakan merek sendiri, yaitu Q Power.

Ketika disinggung terkait pemalsuan knalpot, pihaknya sering mengirim knalpot buatannya secara polos. Merek baru ditempel oleh pihak pemesan. "Kita mengirim knalpotnya tanpa merek, kemudian baru dilabeli oleh pemesan," tambahnya.

Sementara itu, salah satu perajin knalpot mobil bermerek Brex Van Volker, Agus Adi Atmaja menjelaskan, knalpot buatannya banyak dipesan oleh para komunitas mobil secara custom dan menggunakan merek komunitas atau nama pribadi pemesan.

Selain itu, Agus juga menerima orderan knalpot sport muffler stereo alias bersuara ganda ala sportcar Eropa.

"Knalpot jenis ini cukup sulit karena harus dilengkapi dengan valve control elektronis," papar Agus.

Menurutnya, untuk suplai ke Eropa seperti Belanda dan Jerman memakai merek negara importir.

Jadi perusahaan tersebut bertanya apakah dirinya bisa membuat muffler dengan peranti yang cukup hitech, yakni valve control agar suaranya bisa diatur sesuai keinginan pemilik mobil.

Untuk pasar Eropa, teknologi ini dikenal sebagai butterfly valve atau valvetronics.

Katup mirip kupu-kupu ini bisa menutup salah satu lubang buang pada tabung muffler belakang sportcar bermesin 8-10 silinder.

Ada dua fungsi dengan ditutupnya lubang buang ini, yakni untuk aplikasi sportmode dan normal mode.

Sportmode dengan dibukanya katup ini, gas buang yang lolos bisa lebih freeflow, menghasilkan tarikan lebih kuat dan yang pasti, sensasi suara yang meningkatkan adrenalin. Caranya cukup menekan tombol di dasbor dan.... roaaarrr...

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top