Selasa,18 Agust 2015 21:20 WIB

Penulis: pewete pewete

Ekspediesel Jalur Daendels Anyer-Panarukan FASTRON DIESEL VS JALUR BERSEJARAH

Foto: ADV

Ekspediesel Jalur Daendels Anyer-Panarukan FASTRON DIESEL VS JALUR BERSEJARAH


Sebuah SUV dan MPV bermesin diesel menemani OTOMOTIF Diesel Day kali ini melakukan ekspedisi lebih dari 1.000 km pada jalur 
Daendels. Sekaligus membuktikan ketangguhan dan performa oli Fastron Diesel

Jakarta - Mendekati perayaan 70 Tahun Indonesia, OTOMOTIF melihat kembali bagaimana perkembangan bangsa sebelum zaman kemerdekaan. Salah satu yang paling berpengaruh ialah pembangunan Jalur Daendels pada tahun 1808. Jalan yang membentang lebih dari 1.000 km di sepanjang Pulau Jawa ini, menghubungkan Anyer di sisi barat hingga Panarukan di ujung timur.



Tim Expediesel dilepas oleh Syafanir Sayuti, VP Marketing Retail PT Pertamina Lubricants dan redaksi OTOMOTIF


Berbarengan dengan Diesel Day, sebagai pembeda OTOMOTIF sekalian mengenang kerja keras rakyat Indonesia yang membangunnya hanya dalam satu tahun di bawah koloni Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Kendaraan Grand New Toyota Kijang Innova 2.5 G dan

New Mitsubishi Pajero Sport Dakar yang telah diisi oli Pertamina Fastron Diesel, digunakan untuk membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi jalan penuh tantangan tersebut. • (otomotifnet.com)



JALUR PENUH TANTANGAN


Perjalanan dimulai dari titik 0 jalur Daendels yang terletak di Mercusuar Anyer di Desa Tambang Ayam, Banten.Namun sebelumnya di OTOMOTIF Service Station (OSS), kedua kendaraan diisi Fastron Diesel SAE 15W-40 karena memang direkomendasikan untuk mesin diesel modern dengan sistem direct injecton dan teknologi gas buang rendah emisi.



Kemudian rute Anyer ke Batavia dalam kondisi panas terik. Kecepatan 100 km/jam mudah saja dilalui berkat oli kekentalan ganda yang stabil sehingga mesin tetap terjaga.Berlanjut ke jalur Bogor-Cirebon, ditemui banyak jalan menanjak dan berkelok-kelok baik di jalur perbukitan Sumedang, hingga akhirnya menemukan tugu Cadas Pangeran, yang konon dibangun dengan memapas bukit batu.



Monumen Cadas Pangeran yang menunjukkan protesnya Pangeran Kusumadinata IX terhadap Daendels

Bahkan dengan pendakian konstan seperti ini pun, akselerasi keduanya terbukti mantap karena oli sintetis berkualitas tingginya dengan standar kualitas API CI-4.Meskipun masih dapat disiksa, tim perlu beristirahat setelah menempuh jarak kurang lebih 300 km hingga ke Cirebon dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Perjalanan diteruskan, tim mampir terlebih dahulu ke Tugu Pahlawan, sambil mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo. Kemudian melewati Paiton sambil melihat megahnya kompleks pembangkit listrik tenaga uap ini. Dari Probolinggo hingga ke Situbondo, mata disajikan pemandangan aliran ombak yang menabrak pasir pantai, menghibur perjalanan panjang jalur Pos akhir yang baru selesai pada Juli 1809 ini.



Titik 0 jalur Daendels yang terletak di Desa Tambang Ayam, Anyer menjadi titik start OTOMOTIF dalam perjalanan lebih dari 1000 km ini


Enaknya, penggunaan oli Fastron Diesel anyar dengan bahan bakar Pertamina Dex membuat suara mesin diesel tidak terlalu mengintrusi ke kabin.Sekitar pukul 5 sore dan 280 km kemudian, tim tiba di ujung Panarukan pada Tugu 1.000 km Anyer-Panarukan. Akhirnya, misi pengarungan jalur bersejarah ini sambil membuktikan ketangguhan oli Fastron Diesel SAE 15W-40 telah selesai.



Sebelumnya monumen ini merupakan patung udang, sebagai lambang hasil laut setempat. Diubah dan selesai pada 2014 silam, untuk

Bahkan hingga akhir perjalanan, performa mesin tetap terjaga dengan temperatur yang stabil, berkat ketahanan oli yang tinggi terhadap oksidasi dan panas, yang memberikan perpanjangan masa pakai pelumas. Tak sedikit tantangan yang dihadapi Pajero Sport dan Grand New Kijang Innova diesel dalam Ekspediesel kali ini.

Jalan tol,  jalan sempit, overtake, jalur pendakian berkelok-kelok hingga macet yang parah, mudah saja ditaklukkan oleh ketangguhan oli Fastron Diesel ini.•

JALUR PENYAMBUNG

Start-up mesin diesel Pajero Sport dan Grand New Kijang Innova di pagi hari terdengar halus karena kekentalan oli Fastron Diesel yang mencapai 102,2 cSt pada suhu 40.Tim mengunjungi Keraton termegah di Cirebon, yaitu Kasepuhan. Jalur selanjutnya memanjang hingga Semarang melalui Tegal, Pemalang, Batang dan Kendal.



Sepanjang hampir 250 km, overtake harus dilakukan untuk menyalip truk pengangkut barang. Meski disiksa pada putaran mesin (RPM) tinggi terus menerus, namun keawetan mesin tetap terjaga karena pembentukan deposit pada piston tercegah sehingga mesin lebih bersih.

Lepas dari Semarang, tim menembus gelapnya malam sejauh 300-an km melewati Demak, Kudus, Pati, pinggir pantai Rembang dan Tuban. Hingga istirahat di Surabaya.

FASTRON DIESEL MENYERBU LUAS

Selain membuktikan ketangguhan dan performa Fastron Diesel SAE 15W-40. Dalam perjalanan EkspeDiesel Jalur Daendels, terbukti bahwa oli dari Pertamina Lubricants ini juga tersedia di sepanjang perjalanan. Saat melewati SPBU Muri di Tegal, tim mengecek ketersediaan oli Fastron Diesel. Petugas yang ramah dengan sigap langsung menunjukkan.

Pun begitu saat di perjalanan pulang setelah menempuh jarak lebih dari 2.200 km dan singgah di Cirebon. Tim mampir di gerai Olimart untuk mengecek kondisi oli dan ketersediaannya. Pengetesan dipstick membuktikan penguapan pelumas yang rendah dan membuat pemakaiannya menjadi lebih irit hingga pelumasan yang lebih optimal.





 




EDITOR

fauzi

Top