Senin,16 Mei 2016 12:55 WIB

Penulis: Indri

Ini Sebabnya Texting Atau Browsing Berbahaya Saat Menyetir

Foto: gizmag.com

Ini Penyebab SMS Berbahaya Saat Menyetir

Kebanyakan dari kita kerap abai dengan keselamatan diri, termasuk mengetik pesan saat menyetir.

Baru-baru ini, studi dari Universitas Houston Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kegiatan texting atau berkirim pesan melalui SMS tersebut lebih berbahaya daripada mengobrol atau bahkan emosi saat menyetir. Apa penyebabnya?

Sebenarnya, gangguan saat menyetir berawal dari fungsi bagian otak yang dikenal anterior cingulated cortex atau ACC. ACC melibatkan koordinasi tangan dan mata pengemudi.

Pavlidis, pemimpin studi tersebut menjelaskan cara kerja ACC yang dikenal secara otomatis mengkoreksi ketika ada kesalahan. Karena cara kerjanya yang selalu mengkoreksi sesuatu, ACC dapat memicu stres fisik saat menyetir. Stres itu berasal dari gangguan kognitif (pikiran), emosional dan sensorimotor, bahkan SMS. Stres fisik itu dapat menjalar ke lengan pengemudi sehingga memicu gelisah saat menyetir dan rawan kecelakaan.

Nah, yang menyebabkan SMS lebih berbahaya dibanding gangguan kognitif dan emosional karena texting mengganggu koordinasi tangan dan mata pengemudi. Sedangkan obrolan, bahkan yang memicu emosi sekalipun mungkin hanya mengganggu pikiran.

“Pikiran pengemudi dan perasaannya mungkin ‘mendidih’ saat emosi, tapi setidaknya indra keenam (mata) mereka aman digunakan untuk membelok,” kata Pavlidis. “Apa yang membuat SMS begitu berbahaya adalah karena tindakan tersebut mengacaukan indra keenam,” lanjutnya dikutip Gizmag (13/5).

Hal itu dibuktikan lewat peserta yang diuji dengan tiga tes, diberikan pertanyaan yang memancing dia untuk berpikir, diberikan pertanyaan yang menyulut emosi, dan dibiarkan mengetik pesan saat menyetir. Hasilnya, kegiatan mengetik pesan diklaim sebagai gangguan terbesar saat mengemudi.

Hasil studi itu kini tengah jadi perbincangan para peneliti untuk bisa mengembangkan sistem mobil yang dapat memonitor pengemudi ketika indra mereka terganggu atau berada pada situasi ‘tidak aman’.

 

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top