Sabtu,13 Agust 2016 19:07 WIB

Penulis: Arief Aszhari

Ini Sistem Parkir Masa Depan untuk Jakarta

Foto: Arief

Sistem parkir otomatis MHE Demag

Tangerang Selatan- Semakin sulitnya menemukan lahan parkir yang memadai di kota-kota besar di Indonesia, khususnya di Jakarta membuat MHE Demag membuat sistem parkir otomatis yang bisa menjadi jawaban terhadap masalah parkir di Jakarta.

Perkenalan sistem parkir otomatis ini dilakukan di ajang gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Jumat (12/8).

Tidak hanya diperkenalkan, para pengunjung juga dikasih kesempatan untuk melihat langsung cara kerja dan fungsi sistem parkir mobil otomatis ini. "Sejak 2010, kami telah berhasil memasarkan teknologi ini kepada beberapa klien di Jakarta seperti yang terletak di Sungai Gerong dan SCBD lot 10, Jakarta," papar Bobby Cangkrama, General Manager Sales PT MHE Demag Indonesia.

Sistem parkir otomatis yang memanfaatkan ruang udara ini menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan sistem parkir konvensional, seperti efisiensi di setiap aspek karena tidak perlu lahan yang luas, dan juga mengurangi biaya kontruksi untuk pembangunan driveway atau ramp yang biasanya dibutuhkan di parkir konvensional.

Tingkat keamanan sistem parkir ini juga tinggi karena hanya diakses oleh teknisi parkir sehingga mencegah adanya pencurian. Selain itu, setiap sudut krusial dari sistem parkir ini dilengkapi dengan sensor untuk menjamin penempatan yang tepat.

Sistem ini juga memungkinkan kontribusi terhadap pengurangan emisi, karena mesin mobil dalam keadaan tidak aktif pada saat proses pengambilan berlangsung.

Hingga tahun lalu, MHE Demag menawarkan tiga jenis sistem parkir mobil otomatis ini yaitu Doppeldecker Parking, Tower Parking, Multi-level Parking, dan Multiparking Park Disc.

" Tower Parking didesain khusus untuk lahan parkir di dalam bangunan, Multi-level untuk bangunan berskala medium, besar, dan dapat mengakomodir mobil mulai dari 10 mobil hingga lebih, Park Disc didesain untuk diinstalasi di garasi mobil agar kendaraan dapat dikeluarkan dan pemilik tidak perlu repot untuk memutar mobil," jelas Bobby.

EDITOR

Bagja

Top