Kamis,11 Agust 2016 09:15 WIB

Penulis: otomotifnet

Kolektor Kendaraan Honda, Mulai Karena Impian

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Honda Dream50 lebih cocok untuk pajangan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Honda TN360 bisa dibikin flat deck

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Emblem 4WALB menjadi ciri teknologi Honda Prelude

Jakarta - Senang dengan suatu kendaraan bisa berkembang menjadi hobi untuk koleksi. Inilah yang terjadi pada diri Hendra Aristyo. “Saya memang senang dengan mobil dan sudah sejak lama ingin koleksi. Tapi baru pada pertengahan 2000-an saja memberanikan diri untuk terjun mengumpulkan kendaraan unik,” sebutnya.

Saat ini yang berhasil dikumpulkan memang belumlah terlalu banyak. Sekitar 5 mobil dan 3 motor dan keseluruhannya keluaran Honda. Maklum saja, Hendra penggemar berat Soichiro Honda. Untuk mobil sendiri ada TN360 (1969), Life360 (1974), S800 (1968), Prelude (1983) dan Estilo (1995). Sementara motor ada CB72 Silverhawk (1966), CL175 (1966) dan Dream50 (1998).

Masing-masing unit memang sudah cat ulang. “Untuk peremajaan dan enak dilihat,” sebut pria yang berasal dari Tulungagung, Jatim ini. Kecuali Honda Estilo yang masih dibiarkan cat asli karena memang bagus. Seluruh kendaraan ini dibiarkan dalam keadaan standar.

Sebab akan lebih bernilai jika dibiarkan demikian. Sayangnya, unit S800 sudah ganti mesin. “Mesin asli rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Sayang sekali,” ungkap pria ramah ini.

Awal mengumpulkan dimulai dari Honda Life. Ini disebabkan harga perolehannya cukup murah dibanding lainnya. Setelah melalui proses peremajaan, baru kemudian beralih ke mobil lainnya.

Setelah Honda Life, langsung mengincar Honda S800 yang aslinya bermesin 800 cc, twincam, four barrel dengan blok mesin aluminium. “Kalau ini memang sudah impian saja sejak dulu. Makin spesial karena ada tandatangan Jenson Button di dasbor,” aku pria yang menjabat sebagai Direktur di grup Honda Megatama.

Keunikan lainnya ketika mencari Honda TN360. Awal ketertarikannya justru setelah mainan Honda TN360. Bentuk yang kecil dan lucu membuat Hendra menggebu untuk mencari. Sempat gagal mendapatkan unit Honda TN, tak membuat dirinya putus asa. Justru dari kegagalan tersebut ada berkah, yakni mendapat unit yang lebih tua.

Sedangkan kepemilikan Honda Prelude lebih disebabkan karena bentuk yang sport. Serta teknologi yang diusungnya. Seperti sudah dengan transmisi otomatis dan juga adopsi 4WALB (four wheel Anti Lock Braking).

Sama seperti ABS tapi beda nama. Sementara itu untuk motor-motor yang dipilih juga punya nilai tambahnya. Seperti CB72 Silverhawk, ditimang karena merupakan motor yang sudah menggunakan rangka pipa bulat yang enteng. Padahal pada zamannya masih pelat kotak biasa.

Sedangkan, Dream50 lebih disebabkan bentuknya. Motor edisi terbatas ini menandakan 50 tahun Honda ikut di motorsport.

 

EDITOR

Bagja

Top