Jumat,10 Juni 2016 20:30 WIB

Penulis: Arief Aszhari

Kontribusi Untuk Negeri 2016

KUN 2016: Mengapa 'Wajah' Mobil Karya SMK Kurang Cakep?

Foto: F.Yosi

Desain yang apik jika tidak didukung peralatan produksi yang sesuai membuat hasil akhir yang kurang proporsional

Jakarta-Perjalan tim Kontribusi Untuk Negeri 2016 (KUN) dalam etape kedua sesi rute Solo-Magelang-Semarang mengunjungi sejumlah pihak yang punya passion tinggi menghasilkan mobil nasional.

Namun muncul pertanyaan menggelitik yang juga banyak dilontarkan oleh khalayak umum, mengapa tampilan mobil-mobil tersebut kurang apik?

kun 2016
Desain yang banyak detail harus sebanding dengan ketersediaan peralatan produksi yang sesuai

Padahal soal desain kini semakin penting bagi konsumen, bahkan bisa disebut banyak keputusan membeli mobil baru salah satunya didorong oleh daya pikat tampilan.

Tentu saja soal spek teknis seperti mesin, sistem kelistrikan, suspensi, sampai kenyamanan juga hal vital buat dipenuhi.

Nah, soal desain bisa disimak pendapat soal bikin desain yang apik dari pihak karoseri yang juga sudah terbiasa membuat produk custom.

"Kalau seperti itu balik lagi ke desainernya, pengalamannya, dan jam terbangnya. Mungkin desainer mobil Esemka belum memiliki jam terbang yang cukup," analisa Benny Darmawan P, Marketing Support Dept, Head PT Mekar Armada Jaya (2/6).

Benny, yang ditemui di kantornya di Magelang Jateng, mengakui bahwa soal taste desain juga dipengaruhi referensi yang dimiliki oleh seorang desainer mobil.

Ia menjelaskan lagi, untuk desainer di New Armada sendiri sejatinya orang yang memang sudah lama di dunia otomotif, mencintai bus, serta memiliki idealis yang cukup tinggi.

kun 2016
Benny (keempat dari kanan), desainer kendaraan harus punya kecintaan yang tinggi terhadap dunia otomotif

Dalam konteks industri, ketersediaan peralatan yang mendukung juga tak bisa dilupakan.

“Secara umum ada peralatan yang fungsinya untuk menekuk pelat, menarik pelat sampai membuat detail-detail,” ungkap pria asal Semarang ini lagi.

“Sebenarnya, di kami juga ada banyak desain yang tidak bisa tereksekusi dalam tahapan produksi massal jika memang secara teknis tidak memungkinkan, ada desain yang memang hanya bisa sampai tahapa konsep” jelasnya sembari menyebutkan bahwa ini hal yang wajar dalam dunia otomotif.  

Lalu, apakah pihak New Armada bersedia ketika diminta untuk membantuk merancang mobil Esemka atau mobil nasional lainnya?

"Jika pihak Esemka minta, disetujui manajemen sepertinya tidak masalah. Balik lagi ke desain, hal ini memang harus disesuaikan dengan kemampuan produksi," pungkasnya.

Nah, ayo sinergi...

kun 2016
Membuat boks untuk toilet berjalan juga butuh estetika
kun 2016
Membuat desain bus tidak jauh lebih mudah dibandingkan mendesain mobil penumpang

KUN 2016 : Sekuat Apa "Copy-Paste" Mobil Nasional Hadapi Perdagangan Global?

KUN 2016: Mobil Esemka Agustus Produksi

KUN 2016: Esemka Siapkan Penantang Terios-Rush

KUN 2016: Perkenalkan, Mobil Desa Unnes Dengan Sistem AWD

EDITOR

erie

Top