Sabtu,18 Juni 2016 10:00 WIB

Penulis: Arief Aszhari

Kontribusi Untuk Negeri 2016

KUN 2016: Mengintip Proses Produksi Oli Pertamina Langsung dari Pabrik

Foto: Arief

Mengintip Proses Produksi Oli Pertamina Langsung dari Pabrik

Gresik - Selain mengunjungi pabrik suspensi terbesar di Asia Tenggara, Indospring Tbk, tim Kontribusi Untuk Negeri (KUN) 2016 juga sempat mengunjungi Lube Oil Blanding Plant (LOBP) PT Pertamina (Persero) di Gresik, Jatim.

LOBP Gresik yang dibangun mulai April 2007 sampai Juli 2008 ini merupakan penggantian atau modernisasi LOBP Surabaya. Pabrik ini mulai beroperasi pada Agustus 2008 silam, dan saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 120 ribu kiloliter pertahun.

LOBP Gresik ini merupakan LOBP termodern yang dibangun Pertamina dibanding LOBP lainnya yang berada di Jakarta, Cilacap, dan Surabaya. Tempat ini juga memproduksi pelumas untuk kebutuhan industri marine dan otomotif.

KUN
mengunjungi Lube Oil Blanding Plant (LOBP) PT Pertamina (Persero) di Gresik

"Kita memiliki tiga kemasan di sini, yaitu yang seperti di jual di pasaran baik 1L atau 5L, kedua kemasan drum, dan ketiga kemasan curah," papar Dody Arief Aditya, Operation Head LOBP Gresik.

Untuk memproduksi oli, terdapat dua bahan yaitu base oil dan additive. Dan LOBP ini sudah sangat modern karena memang sudah menerapkan teknologi In Line blending dan Automatic Blech Blending. 

KUN
Untuk penyimpanan, terdapat 8 unit tangki base oil dengan kapasitas total 10.500 m3

"Untuk penyimpanan, terdapat 8 unit tangki base oil dengan kapasitas total 10.500 m3, 9 unit tangki additive dengan kapasitas total 3.500 m3, dan 11 unit tangki TMB untuk additive," tambah Dody.

Untuk proses produksi, mulai dari blending hingga pengemasan memang sudah dikerjakan secara otomatis atau robotic.

Sementara itu, untuk sarana dan fasilitas pendukung lain di LOBP ini terdapat laboratorium untuk memeriksa mutu pelumas yang akan dipasarkan baik produk dan kemasannya, serta laboratorium produk yang digunakan untuk menguji pelumas Pertamina yang akan dipasarkan dengan standar internasional.

EDITOR

Bagja

Top