Selasa,5 April 2016 06:10 WIB

Penulis: Harryt MR

Pengaturan Lalu Lintas

Masih Efektifkah 3 In 1?

Foto: Harryt

Uji coba ERP sudah dilakukan sejak Tahun 2014, hingga kini belum jelas implementasinya

Ibarat mengurai benang kusut, kemacetan lalulintas di DKI Jakarta memang perlu penanganan yang kompleks. Termasuk soal pembatasan penggunaan kendaraan di jalur protokol, yakni regulasi 3 in 1.

Pemprov DKI pun berniat mengevaluasi aturan 3 in 1, dengan menguji coba penghapusan 3 in 1 selama seminggu yang diawali pada tanggal 5 April.

Sedikit intermezzo, 3 In 1 dioperasionalkan sejak tahun 2003 merupakan tindak lanjut dari pada program Pemprov DKI yang dikemas dalam Pola Transportasi Makro. Antara lain tentang  pembatasan lalu lintas.

Lantas seberapa efektifkah 3 in 1? Pertanyaan ini dijawab oleh Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, Ssos. MH.  

“Selama 3 In 1 berjalan di sepanjang ruas Sudirman-Thamrin (simpang patung kuda-Bundaran Senayan) dengan segala kekurangan dan kelebihan, minimal sudah mampu mengurangi kepadatan di ruas penggal jalan tersebut, walaupun menimbulkan dampak sosial, berupa joki-joki dan perbuatan penyimpangan hukum lainnya,” terang AKBP Budiyanto.

Permasalahan-permasalahan inilah yang antara lain menginpirasi 3 In 1 untuk dievaluasi atau dihapus dengan melalui proses uji coba. Melibatkan para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah lalu lintas dan angkutan jalan.

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top