Minggu,18 Okt 2015 09:21 WIB

Penulis: bagja otomobil

OTOMOTIF Traveling Coba Nikmati Lukisan Sunrise Bukit 29 (B29)

Foto: Salim

OTOMOTIF Traveling Coba Nikmati Lukisan Sunrise Bukit 29 (B29)


Lumajang - Otomotif Traveling melanjutkan perjalanan setelah puas bermain di pantai dan menikmati ikan bakar tradisional. Kali ini mengejar matahari terbit di B29, dusun Gedog, desa Argosari, Senduro, Lumajang, Jatim.

Perjalanan yang dilalui cukup lengkap. Jalan nanjak, turun curam, tikungan patah dan kecil jadi menu utama. Beruntung Grand New Toyota Veloz yang dipakai mumpuni menghadapi itu semua.

Untuk mencapai puncak B29 tidak bisa menggunakan mobil. Tim mengandalkan jasa ojek warga setempat untuk mendaki. Biaya sekitar Rp 100 ribu. Start dari penginapan sekitar pukul 04.00. 

"Matahari terbit sekitar jam 05.28. Waktu tempuh ke bukit sekitar 45 menit," sebut Rian, salah satu pengendara ojek.

Dalam perjalanan sambil melihat jam ditangan, sekitar pukul 05.00 langit sudah terang tapi matahari belum terbit. Sampai di lokasi, pemandangan begitu indah. Salah satu nilai keindahan Indonesia yang belum dikenal luas.

Begitu banyak pemandangan indah dari B29 ini. Hamparan padang pasir di gunung Bromo terlihat jelas. Puncak gunung Semeru yang sesekali mengeluarkan asap juga terlihat. Bahkan, gunung yang seolah keluar dari awan jadi 'lukisan' yang tak boleh dilewatkan.

Matahari terbit tidak jauh dari pukul 05.28, sepeerti yang diutarakan Rian. Keluar dari sela-sela gunung, menjadi tontonan para pengunjung. Dinamakan B29, merupakan singkatan dari bukit 29. Angka tersebut menunjukkan ketinggannya, yakni 2900 meter diatas permukaan laut.

Suhu di B29 begitu dinginnya. Penulis bahkan merasakan jari-jari agak kaku karena tak menggunakan sarung tangan. Setelah matahari agak tinggi, hawa dingin dan angin kencang tak juga hilang. Bahkan sempat terlihat debu-debu berterbangan indah tersapu angin. (mobil.otomotifnet.com)

EDITOR

fauzi

Top