Sabtu,15 Okt 2016 14:30 WIB

Penulis: otomotifnet

Pasang Pelek Lebar Calya Sigra, Perhatikan 'Aturan Plus Dua'

Foto: ilustrasi

Pelek Lebar CalSig Perhatikan 'Aturan Plus Dua'

Jakarta - Pilih pelek mobil yang lebih besar dari bawaan pabrik sebenarnya gampang-gampang susah. Mudah karena kini pilihan sudah bukan masalah, begitu banyak model dan ukuran yang disediakan banyak gerai pelek. Sulit karena, spesifikasi pelek berikut bannya bukanlah hal yang mudah. Tahu sendiri, soal kaki-kaki merupakan sektor vital dari sebuah kendaraan.

Salah pilih ukuran ataupun spesifikasi bisa membuat nyawa pengemudi maupun penumpang mobil tersebut terancam. Dalam soal pilih pelek baru ada ‘aturan’ yang bisa disebut sebagai “Plus 2”. Plus ini mengindikasikan kenaikan diameter pelek yang aman berdasarkan inci. Patokannya dari diameter pelek asli mobil. Ambil contoh, kalau pelek standar mobil Anda ukuran 15 inci, maka ukuran naik “plus 2” bakal menjadi adalah 17 inci.

Alasannya toleransi ukuran masih bisa nol persen, karena ukuran tinggi total roda (pelek dan ban) akan tetap sama. Itu karena makin besar diameter pelek, rodanya juga dibuat makin tipis profilnya. Tadinya 185/60R15, menjadi 205/40R17. Masih masuk akal. Secara tampilan fisik juga tidak sulit mencari pilihan pelek baru yang lebih besar. Wibowo Santosa dari gerai Permaisuri Ban Mahakam Jaksel pernah kasih tips.

“Perhatikan lingkar ban asli dari mobil, ya sebesar itulah dimensi pelek baru yang bakal pas dengan kolong fender,” sebutnya. Dari situ bisa mudah dibayangkan ukuran ban yang tidak hanya tepat tetapi juga pantas dipandang secara estetika.

Ukuran Ban

Membaca ban juga harus sangat tepat. Sebut saja, ban berukuran 205/50R15, maka angka 205 berarti section width yang menandakan lebar ban dalam milimeter ketika terpasang. Lalu angka 50 merupakan sidewall aspect ratio yang mengindikasikan tinggi dinding ban (sidewall) dengan perhitungan 50 persen dari lebar, yaitu 102,5 mm. Sedangkan 15 adalah diameter pelek yang bisa masuk.

Sejujurnya semua bisa paham soal ukuran ban, namun soal tinggi ban jarang dikenali. Padahal tinggi total roda standar dengan roda modifikasi adalah hal penting. Pengaruhnya ke rasio gigi efektif. Mobil akan kehilangan low-end pick up. Pengaruh lain kepada momen puntir, tenaga hilang, pengereman, bahkan spidometer dan odometer bisa salah membacanya. Jika ukuran ban tepat, juga akan mengurangi kontak ban dengan spakbor.

Sekali lagi, gali informasi sebanyak mungkin soal ukuran ban yang pas dengan pelek baru. Itu kalau kalau mobil Anda tak malah kelihatan salah gaul dengan pelek baru yang lebih lebar. • eRIE/otomotifnet.com

 

 

 

EDITOR

Bagja

Top