Minggu,5 Juni 2016 09:55 WIB

Penulis: otomotifnet

Perilaku Mengemudi Mobil Intinya Waspada

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Jangan mengoperasikan sendiri head unit selama mobil berjalan.

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Makan dan minum sambil mengemudi, akan sangat merusak fokus mengemudi.

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Menelepon termasuk hal yang paling mengurangi konsentrasi.

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Cek kondisi dan kelengkapan mobil sebelum melaju, dan sesudah melaju.

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Jangan ragu memastikan keadaan dengan cara menengok, karena dimensi kaca spion tidak cukup besar untuk memantau semua sisi.

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Jangan pernah memaksakan diri untuk mengemudi ketika sakit.

Kegiatan mengemudi membutuhkan konsentrasi menyeluruh

Jakarta - Umumnya, pengemudi merasa pede untuk melenggang di jalanan karena yakin dengan pengalamannya. Meski sebenarnya kadang belum belum cukup. “Pemahaman mengenai peraturan lalu lintas dan etika mengemudi sangat dibutuhkan agar dapat menghindari potensi celaka.

Apalagi ukuran mobil yang lebih besar, menuntut tanggung jawab yang lebih dari pengemudinya,” jelas Bintarto Agung dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC). Mau sebagus apapun kendaraan dan infrastruktur jalanan, kalau tidak didukung dengan mentalitas mengemudi yang baik maka akan sia-sia dan bisa membahayakan baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
    
“Pengemudi yang baik itu wajib memiliki pemikiran yang positif, juga paham batasan yang dimiliki oleh diri sendiri maupun kendaraan yang digunakannya,” ujar Mira Keumala Safri, Marketing Director & Defensive Driving Coach (Behavior Specialist) dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Mau tahu apa yang seharusnya anda lakukan dan anda hindari ketika sedang mengemudi? Yuk simak berbagai poin dibawah ini.  (otomotifnet.com) / Tejja

DO :

1.Cek kondisi dan kelengkapan mobil sebelum melaju, dan sesudah melaju. Contohnya saja seperti tekanan angin,lampu-lampu, juga keberadaan emergency tools.

2.Pahami jam-jam sibuk sebelum memulai perjalanan. Bisa juga andalkan aplikasi navigasi pada smartphone untuk dapatkanrute tercepat dengan kondisi lalu lintas yang ada.     

3.Jangan merasa aman dengan kondisi jalanan. Sepi atau ramai sama-sama menyimpan potensi bahaya bila tidak bijak dalambersikap.     

4.Biasakan diri untuk memiliki kewaspadaan penuh terhadap setiap keadaan yang terjadi di jalanan. Lihat juga situasi yangterjadi di sekeliling mobil.

5.Taati peraturan lalu lintas, karena aturan yang disusun oleh pihak berwenang ini telah melalui riset panjang denganmemperhatikan berbagai sudut pandang agar menciptakan kenyamanan dalam berlalu lintas.

6.Pantau terus spion, baik yang di luar maupun dalam mobil. Tidak hanya saat berpindah jalur saja, anda juga perlumeliriknya sesekali untuk mengantisipasi manuver tak terduga dari pengguna jalan lainnya.

7.Jangan ragu memastikan keadaan dengan cara menengok, karena dimensi kaca spion tidak cukup besar untuk memantau semuasisi.

8.Berkomunikasilah dengan pengguna jalan lain sebelum bermanuver, dengan menggunakan lampu jauh, sein, atau klaksonsecukupnya.

9.Biasakan berkendara secara halus. Selain untuk menghemat konsumsi bahan bakar dan pemakaian komponen, teknik mengemudiyang disebut juga eco drive ini dapat membuat antisipasi terhadap situasi tak terduga jadi lebih baik.

10.Istirahat bila telah mendapat sinyal dari tubuh. Mengantuk dan pegal-pegal bisa menjadi pertanda jelas bahwa Andasebagai pengemudi perlu menepi sejenak untuk melepaskan rasa letih tersebut.

11.Bila mendapat godaan untuk bertindak ugal-ugalan di jalan, segera bayangkan kerabat tercinta yang menunggu kehadiranAnda. Pastinya akan lebih indah bukan, berkumpul bersama tanpa masalah yang mengiringi?

12.Sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalanan yang Anda lalui. Paling mudahnya ikuti arus lalu lintas yang ada, ataulihat rambu-rambu seperti di dalam jalan tol.

13.Simpan nomor telepon penting, seperti polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, maupun derek agar lebih mudah dicariketika dalam kondisi darurat.

DON’T :

14.Hindari terprovokasi dengan situasi yang terjadi di lingkungan sekitar kendaraan. Pengaruh emosi dapat membuatpengemudi tidak dapat menghitung resiko dengan tepat.

15.Janganlah menjadi pengemudi yang egois, seperti tidak mau berhenti di belakang zebra cross atau menyalip melalui bahujalan. Selain menimbulkan potensi celaka, ketidak-tertiban ini juga bisa menimbulkan kemacetan.

16.Jangan merasa yakin dengan kemampuan mengemudi. Meskipun anda dapat mengemudi secara sigap, harus diingat bahwapengguna jalan lainnya belum tentu memiliki kemampuan yang serupa.

17.Menelepon termasuk hal yang paling mengurangi konsentrasi. Penggunaan handsfree juga tidak menjamin mengemudi tetap

bisa aman. Kalau memang mendesak, lebih baik berhenti sejenak dan cari titik aman untuk menelepon.

18.Jangan mengoperasikan sendiri head unit selama mobil berjalan, terutama bila sedang berkecepatan tinggi karena lajukendaraan bisa tidak terkontrol. Mintalah bantuan penumpang untuk melakukan pengaturan.

19.Makan dan minum sambil mengemudi, akan sangat merusak fokus dalam mengemudi. Sebaiknya berhenti total jika inginmelakukannya.

20.Merokok tidak hanya merugikan kesehatan, namun juga dapat mengganggu konsentrasi bila dilakukan sambil mengemudi.Selain itu, bara api dari puntung yang jatuh ke kabin berpotensi mengganggu konsentrasi.    

21.Melakukan pembicaraan serius dengan penumpang bisa membuat pengemudi jadi tidak berkonsentrasi sepenuhnya ke jalan.Lebih baik cari topik yang lebih ringan dan singkat bila ingin berbincang dalam kendaraan.

22.Jangan pernah memaksakan diri untuk mengemudi ketika sakit, mengapa? Karena kemampuan untuk fokus akan semakin sulitdengan fisik yang tidak fit.

23.Dilarang mengabaikan kondisi kendaraan, karena potensi kecelakaan bisa tidak diketahui. Setidaknya kejadian seperti pecah ban ataupun lampu yang mati dapat dihindari.

24.Janganlah berkecepatan tinggi tidak pada tempatnya, seperti pada jalanan pemukiman atau jalan raya non-arteri. Karena banyak faktor tak terduga yang bisa muncul.

25.Jangan pula melaju pelan di jalan tol, bisa menimbulkan potensi tertabrak oleh kendaraan yang melaju lebih cepat.

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top