Minggu,8 Mei 2016 08:45 WIB

Penulis: billy

'Racing Line' Saat Liburan, Persingkat Waktu Tempuh

Foto: Billy

Lajur empat tidak selalu lebih lenggang, malahan bisa lebih macet

Cikampek - Jalan raya bukan arena balap. Namun gaya pembalap dengan ‘racing line’ alias pilihan lajur dalam berkendara, bisa diterapkan dan persingkat waktu tempuh saat mengemudi dalam kemacetan di libur panjang ini. 

Jika dalam balapan tikungan menjadi handicap, maka berkendara di jalan tol misalnya, harus memperhatikan lokasi Tempat Istirahat (TI atau rest area) bahkan arus contra flow yang diberlakukan dalam libur panjang ini. Disanalah Anda harus punya ‘racing line’ sendiri.

Berdasarkan pantauan OTOMOTIFNET saat arus mudik liburan di tol Cikampek, semua TI menjadi pusat kemacetan baru. Misalnya pada Km.19, Km.39.0 hingga Km.57. Sebabnya karena overload bahkan kebijakan petugas Patroli Jalan Raya dan operator jalan tol untuk menutup TI tersebut. 

Lalu LIntas Liburan
Jika dalam balapan tikungan menjadi handicap, maka berkendara di jalan tol misalnya, harus memperhatikan lokasi Tempat Istirahat

Namun rangkaian mobil yang menuju TI bisa mengular 2 lajur hingga 500 meter ke belakang. Nah jika tak ingin mampir ke TI,  sebaiknya pakai ‘racing line’ lajur ketiga dari empat lajur yang ada.

“Diberlakukan contra flow. Lajur empat pada Km.32 lebih cepat. Tapi pada Km. 41 dan Km.61 lebih macet,” tutur Gagan Gandara, pengemudi yang menuju Jawa Tengah. 

Memang saat pelintas contra flow kembali ke lajur normal, rangkaian banyak tersendat. Selain itu banyak pengemudi yang nyaman dilajur empat dan malah bergerak lambat.

Lalu Lintas Liburan
Selain tempat istirahat, juga perhatikan titik contra flow

Kebalikannya, saat kembali ke Jakarta dari liburan. Sebaiknya hapalkan lajur menjelang TI. Yakni di Km. 71.3, Km.62, Km.42.5, Km. 32,0 dan gerbang tol Cikarang Utama pada Km.29. 

Saat memilih ‘racing line’, Anda sebaiknya jangan mendadak berpindah lajur. Lakukan perlahan dan pantau posisi di belakang. Jika terlalu sering pindah lajur atau malah membuat mobil di belakang Anda mengerem keras, maka Anda justru menjadi penyebab baru kemacetan ini.

EDITOR

Bagja

Top