Sabtu,5 Des 2015 21:05 WIB

Penulis: erie

Komunitas Otomotif

Rally Style: Virus Modifikasi Abadi

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

  • Foto: Arief

    Subhan Aksa di Rally Style Gathering 2015

  • Foto: eRIE

    Rally Style Gathering 2015

 

Jakarta- Modifikasi bergaya ala mobil reli nampaknya memang tidak kenal masa. Mulai 1970-an hingga kini masih banyak pemilik tunggangan harian yang menyulap tampilan kendaraannya dengan mengacu pada mobil balap ini.

Dengan semakin banyaknya penggemar modifikasi ini, Otomotif menyelenggarakan gathering untuk para pecinta modifikasi mobil Rally Style (RaST).

Acara yang diselenggarakan di sebuah kafe di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12) ini selain bertemu dan berkumpul juga ada speak-up dari komunitas, modifikator, dan pereli nasional Subhan Aksa.

"Acara pertama dari Otomotif ini bertujuan untuk menjembatani para pecinta modifikasi gaya reli (Rally Style). Otomotif menjadi mediator untuk mereka yg suka dengan gaya seperti ini. Next kita akan buat rutin setiap tahun acara seperti ini, dengan gaya acara yg berbeda," papar Panji Maulana, Managing Editor Otomotif, di sela-sela acara.

Sementara itu menurut salah satu pereli nasional, Subhan Aksa, saat ini dunia reli memang membutuhkan pereli-pereli muda. Karena makin banyak pereli senior dan harus ada generasi penerus untuk dunia reli, khususnya di Tanah Air.

"Kami juga khawatir, ajang ini dinilai semakin mahal. Dan karena itu saya bangun (Mitsubishi) Mirage yang saya bawa untuk menunjukan reli tidak harus mahal. Tidak perlu budget besar dan (sangat) kencang, yang penting sesuai standar keamanan," papar pria yang biasa dipanggil Ubang itu.

Nah, Salah satu peserta gathering yaitu Herdian yang anggota Jabodetabek Feroza Club Indonesia, dengan mengikuti gathering ini dirinya ingin menyebarkan virus rally style untuk klubnya.

"(Daihatsu) Feroza kan mobil tua, dan sepertinya cocok jika dimodifikasi bergaya rally. Saya pengen belajar banyak di sini," akunya.

Pieter Jacobs, modifikator mobil, yang ikut sesi speak-up menyebutkan bahwa untuk bisa tetap terlihat sesuai maka perlu ada pemahaman soal cock atau tidaknya satu komponen khas mobil reli dipakai pada kendaraan harian.

"Contohnya, pemakaian ban, kalau memang untuk rute harian ya cocoknya pakai yang speknya tarmac atau buat jalan aspal," wantinya.

Belasan pemilik mobil yang sudah dimodifikasi dengan imbuhan sejumlah aksesori mobil reli hadir sembari membawa mobil andalan mereka. Arief (Otomotifnet.com)

 

EDITOR

erie

Top