Senin,8 Agust 2016 12:10 WIB

Penulis: otomotifnet

Tips All About Belt Mobil, Sekarang Satu Untuk Semua

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Belt after market

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ciri Kerusakan belt

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Jenis dan harga belt

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Cara Perawatan belt

Jakarta - Pernah dengar komponen yang namanya belt atau sabuk? Tapi beda dengan sabuk pengaman, part yang satu ini terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah bagian dalam dan yang berikutnya bagian luar.

Untuk bagian dalam, terdiri dari timing dan transmission belt. Sementara yang dengan mudah terlihat adalah belt bagian luar dan biasanya terdiri dari 2 sampai 4 bagian.

Khusus untuk kali ini, dibahas soal belt bagian luar. Terdiri dari 2-4 bagian terpisah, dengan fungsi memutar alternator, power steering, water pump dan kompresor AC. Pada kendaraan keluaran baru, belt-nya dibikin enggak terpisah.

Dengan kata lain, 1 belt untuk banyak kebutuhan. Toyota Kijang Innova, New Honda CR-V, Mitsubishi Mirage, Daihatsu Xenia, itu beberapa contoh kendaraan yang sudah pakai 1 belt untuk semua. Lebih lanjut soal belt? Simak yang berikut.

Jenis dan Harga

Ada 2 jenis belt yang beredar di pasaran. Pertama jenis V-Belt yang dipakai oleh kendaraan zaman dulu. Pada kendaraan masa kini, pakainya V-Belt yang sudah mengalami pengembangan (Ribbed Belt). Ciri paling mencolok dari adanya alur pada sisi dalam part tersebut. Sebelumnya hanya memiliki permukaan yang halus.

Alur yang diberi kode PK, itu juga sebagai dipakai sebagai penanda peruntukan. “Ambil contoh belt 4PK itu untuk Toyota Avanza yang mesinnya 1.300 cc. Dengan PK yang sama, juga dipakai oleh Daihatsu Xenia 1.000 cc,” ucap Ali S dari Kencana Motor di Depok.

Oh iya, sistem kerja power steering juga mempengaruhi penggunaan belt. Maksudnya, belt untuk kendaraan dengan power steering hidrolis, ukurannya lebih panjang dari yang sudah pakai electronic power steering. Soal harga, tentunya tergantung merek dan tipenya. Contoh buat pemilik Avanza 1.300 cc keluaran 2012-2014 orisinal, banderolnya Rp 275 ribu. Sedang pemilik New CR-V, harga belt-nya di kisaran Rp 400 ribu.
   
Umur Pakai

Setelah melakukan perjalanan sejauh 80 ribu km, dianjurkan melakukan penggantian belt. Tapi kondisi cuaca dan jalanan, juga bikin umur pakainya lebih pendek. Kondisi cuaca dan jalanan, itu bisa membuat belt cepat kotor dan bila itu dibiarkan kana mempengaruhi umur pakai. “Makanya setiap sevis rutin 10 ribu km, kita juga mencantumkan pengecekan belt,” kata Irwansyah, Head of MMC Field PC Quality Support Section PT Kramayudha Tiga Berlian.
 
Perawatan

Enggak ada perawatan khusus terhadap belt. Tapi di beberapa toko aksesori, dijual juga cairan belt dressing. Berguna untuk membersihkan dan merawat. “Dalam kondisi mesin nyala, semprotkan saja Wealthy Silicon Spray langsung ke belt,” tutur Almus Hidajat, Sales Manager PT. Welty Mega Sejahtera (WMS), distributor Wealthy di Indonesia.
 
Ciri Kerusakan

Bunyi berdecit ketika kali pertama mesin dihidupkan, bisa jadi pertanda belt mulai bermasalah. Selain bunyi yang jadi tanda selip, kondisi fisik dari belt tersebut juga bisa dipakai untuk menentukan kapan melakukan penggantian. Kondisi fisik yang dimaksud adalah adanya retak di permukaan. “Kalau belt ditekan dan terasa kendor, saatnya melakukan penggantian. Jarak main ketika ditekan, maksimal 10 mm,” ucap Irwansyah.
 
Aftermarket

Berdasarkan pengalaman di lapangan, setelah kendaraan itu berumur 4 tahun maka baru ada produk aftermarket-nya. Itu juga terjadi pada belt. Soal harga sudah pasti jauh berbeda dengan barang orisinal. Seperti belt aftermarket merek Bando untuk Avanza yang kisarannya Rp 80 ribu.

EDITOR

Bagja

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top