Selasa,28 Juni 2016 08:29 WIB

Penulis: otomotifnet

Tips Seputar Parkir Ketika Liburan, Gerakan Awal Keluar parkir Adalah Maju

  • Foto: Rian. Rizky/otomotifnet

    Lokasi parkir panas, ada siasatnya

  • Foto: Rian. Rizky/otomotifnet

    Jangan memaksa parkir di lahan penuh

  • Foto: Rian. Rizky/otomotifnet

    Hindari parkir liar

  • Foto: Rian. Rizky/otomotifnet

    Keluar parkir maju

  • Foto: Rian. Rizky/otomotifnet

    Waspada kejahatan, jangan

Jakarta - Salah satu imbas libur panjang Lebaran adalah urusan parkir. Destinasi menarik seperti obyek wisata, taman rekreasi, restoran, mal dan lain-lain akan menjadi sasaran bagi banyak orang. Hasilnya, spot parkir umum semakin langka. Menyiasati hal tersebut, biasanya pengelola tempat wisata atau warga sekitar berinisiatif membuka kantong parkir baru di luar lokasi yang ada.

Nah, untuk itu sebaiknya Anda cek lebih dulu. “Usahakan jangan memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Selain dapat mengganggu arus lalu lintas, juga keamanan kendaraan menjadi kurang terjamin,” wanti Jusri Pulubuhu, founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Beragam poin di bawah ini dapat menjadi panduan Aanda ketika hendak parkir di lokasi liburan. Silakan di pantau. 

Waspada kejahatan, Jangan ‘Mengundang

Kalau Anda terpaksa meninggalkan kendaraan di kantong parkir yang lokasinya cukup jauh dan kurang terpantau oleh orang yang melintas, tinggalkan mobil dalam kondisi yang tidak mengundang. Jangan melakukan gesture yang berlebihan ketika hendak meninggalkan mobil seperti membereskan barang,

untuk mereduksi perhatian dari pelaku yang mungkin sedang menentukan incarannya. Kemudian, simpan barang berharga di tempat yang terpisah dengan kompartemen kabin. “Manfaatkan ruang bagasi pada sedan atau laci tersembunyi di lantai atau bawah jok,” ujar Jusri. “Bahkan, kalau bisa barang berharga lebih baik dibawa saja,” tambah pria 58 tahun ini.

Keluar Parkir Maju

Usahakan untuk menempatkan moncong mobil menuju arah keluarnya parkir. Mengapa demikian? “Pandangan ke depan lebih mudah dilakukan ketimbang melihat ke belakang yang ruang pandangnya terbatas, sehingga lebih cepat untuk mengantisipasi potensi bahaya,” jelas Jusri yang sudah aktif mengkampanyekan berkendara aman sejak 25 tahun silam.

Waspada kondisi alam lingkungan parkir

Kondisi alam tidak dapat anda lawan, jadi jalan terbaik adalah dengan bersikap preventif. Terutama jika musim hujan masih melanda, perhatikan lokasi parkir. Hindari pohon atau tiang listrik yang terlihat goyah, mencegah kendaraan anda dari potensi tertiban benda tersebut.

Hindari Parkir Liar

“Sebisa mungkin, hindari parkir liar terutama yang berada di pinggir jalan. Karena penjaga parkir liar cenderung tidak dapat bertanggung jawab penuh atas kondisi kendaraan,” ujar Mira K Safri, Sales & Marketing Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Parkir liar berpotensi menghambat lalu lintas, serta meningkatkan resiko terjadinya kejahatan perusakan dan pencurian. Jadi manfaatkan kantong parkir resmi. “Meskipun kadang jaraknya sedikit lebih jauh, namun lebih meyakinkan & tidak merepotkan nantinya,” lanjut Mira.

Lokasi parkir menentukan keamanan dan kenyamanan

Meskipun di kantong parkir resmi, kalau bisa tinggalkan kendaraan di tempat yang mudah terpantau. Misal, di samping pos pengamanan, di area yang ramai hilir mudik orang atau di bawah lampu penerangan yang cukup. Bila perlu sampaikan kepada pihak security berapa lama Anda akan meninggalkan kendaraan sehingga pengawasan melekat akan dilakukan oleh security terhadap besutan Anda.

Jangan memaksa parkir di lahan penuh

Terkadang ada yang memaksakan untuk parkir paralel di depan slot parkir normal agar tidak perlu berjalan terlalu jauh. Mira Safri yang juga instruktur di JDDC ini menyarankan agar hal ini dihindari karena mengganggu arus keluar masuk perkiran. Selain itu bikin repot dan memalukan bila petugas car call sampai memanggil Anda untuk memindahkan kendaraan.

Lokasi parkir panas, ada siasatnya

“Normalnya mobil diparkir dengan jendela tertutup rapat, namun bila kondisi parkiran panas maka harus antisipasi dengan buka sedikit jendela sekitar 1 cm,” terang Jusri.  Saat kembali menggunakan mobil, jangan langsung hidupkan AC setelah mesin hidup. Biarkan sirkulasi udara dalam kabin mengalir secara natural. Hal ini agar komponen pendingin kendaraan tidak cepat rusak dan mencegah hawa panas memberi dampak polutif kepada Anda.

“Buka semua pintu & jendela, biarkan mesin idle 5 menit. Setelah itu baru bisa hidupkan AC dan tutup semua jendela,” jelasnya.

EDITOR

Bagja

Top