Senin,5 Okt 2015 14:58 WIB

Penulis: pewete pewete

Uji Ojek Berbasis Online RESPON DALAM MENIT

Foto: Rian

Uji Ojek Berbasis Online RESPON DALAM MENIT

Kuncinya ada di jaringan komunikasi dari penyedia jasa ojek

Jakarta - Ojek kini sudah tidak lagi bisa dianggap sebagai moda transportasi pelengkap. Meski secara regulasi masih belum dianggap sebagai kendaraan angkutan namun desakan kebutuhan mobilitas yang cepat mau tak mau menjadikannya sebagai opsi mobilitas yang ‘legal.

Tingkat kepadatan arus lalu lintas yang masih kurang ditunjang keberadaan sarana serta pra sarana transportasi dan perhubungan membuat moda transportasi alternatif seperti ojek menjadi satu kebutuhan.

Beruntung, kini penyedia jasa ojek juga sudah merespon perkembangan zaman. Apalagi kalau bukan melayani penumpang dengan aman serta nyaman dan akses yang cepat lewat teknoliogi digital. Sukses merubah kesan ojek sebagai opsi angkutan yang abal-abal.

Kami berkesempatan melakukan uji langsung atas sejumlah ojek yang sedang happening. GO-Jek, Grab Bike, Blu- Jek, dan Jeger Taksi bisa disebut sebagai yang terdepan saat ini. Sengaja waktu pengujian dilakukan saat jam sibuk, dimulai pukul 11.00. Dari markas kami di bilangan Kebon Jeruk Jakbar menuju kawasan Senayan, Jaksel.

Keduanya merupakan wilayah yang arus lalu lintas serta mobilitas tinggi di area Jakarta. Berikut hasilnya. • (otomotifnet.com)






GO-JEK


GO-Jek bisa disebut paling senior diantara operator ojeg online. Tak heran kalau prosesi pemesanan serta ketersediaan rider termasuk yang terbanyak. Tombol pilihan layanan juga sederhana dan memudahkan.

Rute Berangkat:

- Waktu untuk menyelesaikan pemesanan memakan waktu sekitar 5 menit, sang rider bernama Sayuti melakukan telepon konfirmasi tak lama kemudian. Sebelumnya diketahui tarif menuju kawasan Senayan sebesar Rp 15 ribu.
- Sang rider tiba di lokasi penjemputan setelah 10 menit.
- Sempat terlupa menawarkan masker dan tutup kepala, dengan skutiknya sang rider melaju menuju tujuan dengan kecepatan rata-rata-40 km/jam. Berhenti di traffic light di batas sebelum zebra cross.
- Rute yang dipilihnya Kebon Jeruk-Permata Hijau-Simprug-Senayan. Memakan waktu sekitar Rp 25 menit. Kebetulan jalur tidak sedang stuck. “Enggak mau lewat jalur busway, pernah kena tilang, sayang duitnya,” ujar warga Kebin Jeruk yang telah menjalani profesi ojeg sejak tahun 2006.

Rute Kembali:

• Dalam perjalanan kembali ke markas,pemesanan dilakukan pukul 12:29, dan setelah menunggu selama 15 menit barulah rider bernama Sulaeman tiba di lokasi penjemputan.
• Mengaku belum hafal jalan , terpaksa OTOMOTIF memnerikan sedikit arahan. Rutenya Asia Afrika-Palmerah-permata Hijau-arteri jalan Panjang-Kebon Jeruk. Waktu yang termakan sekitar 45 menit, itupun dikarenakan terjebak kemacetan.
• Hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 15.000 . Enakmya, tarif ini sudah ditetapkan di awal pada saat pemesanan, jadi penumpang dapat mengestimasi pengeluaran yang akan dilakukan sebelum perjalanan.
• Untuk layanan terasa cukup memuaskan, waktu pemesananan yang cepat, tarif murah, dan driver tetap tertib di jalan walaupun menjelang jam pulang kantor. Tetapi OTOMOTIF merasa ada yang kurang, karena tidak ditawarkan masker dan shower cap, padahal hal tersebut adalah salah satu pelayanan yang wajib diberikan oleh driver GO-Jek kepada penumpangnya.



JAGER TAXI


Jeger Taksi bisa disebut sebagai penyedia jasa ojek modern yang paling sederhana prosesi pemesanannya. Setelah mentaut ke akun instagram mereka bisa diketahui nomor kontak untuk pemesanan lewat WhatsApp. Bisa dilihat juga nomor pin untuk sambungan BlackBerry Massenger, semuanya terhubung dengan operator yang akan menghubungkan pesanan ke rider terdekat.

Rute Berangkat:

• Respon atas order selama 45 menit, saat mendekati lokasi penjemputan rider melakukan konfirmasi. Posisi terakhir rider di wilayah Daan Mogot Jakbar.
• Rider memberikan masker dan shower cap. Jika anda membawa barang bawaan agak banyak, tersedia boks penyimpanan pada setiap armadanya.
• Tanpa arahan rute yang hendak dilalui adalah Kebon Jeruk-Permata Hijau-Patal Senayan-jalan Asia Afrika.
• Rider bernama Suhendi konsisten terhadap aturan lalu lintas selama perjalanan.
• Sampai di tujuan, sekitar 11 kilometer, mesin argo menunjukkan anga Rp 32.000. Dengan tarif Rp 2.800/km, tarif Jeger Taksi termasuk di angka menengah.
• Setelah menerima kembalian, OTOMOTIF menerima struk bukti pembayaran dari rider.

Rute Kembali:

• Respon atas order selama 22 menit, seperti saat berangkat ada notifikasi pemesanan (berisi nama rider, nomor teleponnya, nomor lambung motor, dan nomor polisi motor.
• Rider, Jon Wira, memberikan masih masker dan shower cap. Dan memperhatikan bagaimana helm untuk penumpang terpakai dengan benar.
• Masih tanpa arahan, rute dilalui kali ini ternyata memutar yaitu Senayan-belakang gedung MPR-DPR-Simprug-pasar Kebayoran Lama-sekolah Bina Nusantara-jalan Panjang-Kebon Jeruk.
• Rider konsisten terhadap aturan lalu lintas selama perjalanan.
• Sampai di tujuan, sekitar 11 kilometer, mesin argo menunjukkan anga Rp 43.000.
• Setelah menerima kembalian, OTOMOTIF menerima struk bukti pembayaran dari rider.



GRAB BIKE


GrabBike, termasuk penyedia jasa ojek yang berbasis digital yang advanced. Prosesi mengunduh aplikasi termasuk cepat, total sekitar 5 menit. Fitur pemesanannya termasuk mudah dan cepat responnya. Memang masalah ketersediaan sinyal akan banyak mempengaruhi proses mengunduh serta memproses pemesanan. Tapi secara umum semua berlangsung cepat.

Rute Berangkat:


• Respon atas order sekitar 5 menit, terpampang ‘stok’ rider yang terdekat. Begitu memilih yang terdekat nama dan nomor telepon rider langsung terpampang di layar telepon. Tertulis lengkap berikut plat nomor motor serta harga yang harus dibayar jika tanpa menekan kode promo.
• Untuk mencapai lokasi STC Senayan tarifnya Rp 34 ribu. Berhubung ada promo, maka tinggal memasukkan kodenya saja, tinggal bayar Rp 10 ribu.
• Rider, Ahmad Kirwoko, tiba di lokasi penjemputan sekitar 10 menit. Posisi awalnya di sekitar Kebon Jeruk juga.
• Woko, panggilannya, memberikan helm. Sayang, ia lupa menawarkan penutup kepala dan masker.
• Rute yang dipilih Kebon Jeruk (jalan Panjang)-Simprug-Senayan City-STC. Semua memakan waktu tempuh 25 menit.
• Selama di perjalanan , Woko cukup gesit dengan kecepatan laju rata-rata 40 km/jam.

Rute Kembali:

• Respon atas order sekitar 5 menit, semua proses notifikasi masih sama dengan saat berangkat. Pilihan jatuh pada rider dengan jarak 0,3 kilometer dari titik penjemputan.
• Rider, Indra Gunawan, sempat menelepon mengapa OTOMOTIF tidak memilih tarif promo karena tarif penuhnya Rp 34 ribu menuju ke Kebon Jeruk.
• Setelah menunggu sekitar 10 menit, semua tawaran seperti masker disampaikan.
• Rute yang dipilih Senayan-Permata Hijau-arteri jalan Panjang-Kebon Jeruk. Semua memakan waktu tempuh 30 menit.
• Selama di perjalanan, Indra yang merupakan rider kloter awal GrabBike, terbilang santai membesut skutiknya. Hanya saja ia tergoda untuk melintasi perlintasan kereta api di perempatan Permata Hijau-Senayan. Padahal ada tanda larangan belok kanan. Terpengaruh biker lain barangkali.



BLU JEK


Blu-Jek, merupakan pendatang baru di bisnis ojeg online. Bisa boleh dicatat kalau prosesi pemesanan memang tak secepat operator ojeg online lainnya. Aplikasinya memang masih t lamban. Meskipun saat proses registrasi terbilang lancar. Selanjutnya yang butuh kesabaran khusus.

Rute Berangkat:

• Proses orderan tak kunjung menemukan rider terdekat. Pada layar aplikasi hanya tampil logo searching disertai detik yang mengindikasikan waktu pencarian. Hingga 20 menit berlalu belum juga bisa menemukan rider Blu-Jek. Proses ini dilakukan untuk beberapa kali.
• Tiba-tiba ponsel berdering tanda panggilan masuk, dari pengendara Blu-Jek yang bernama Entis Sutisna yang posisinya di Kedoya Jakbar.
• Ini cukup membingungkan karena di layar telepon proses pemesanan belum berhasil tetapi rider sudah konfirmasi. Enetis mengaku server di pusat kontrol Blu-Jek memang belum memadai. “Di ponsel saya juga tampilan orderan kadang hilang, kemudian muncul lagi. Makanya saya berinisiatif untuk telpon, takutnya nanti ketika saya samperin malah tidak ada konsumennya,” jawab Entis.
• Jumlah tarif sudah tercantum terlebih dahulu. Ada tarif promo berupa minimum payment Rp 20 ribu, dengan penambahan tiap kilometernya Rp 4 ribu. Sayangnya, tarif promo dengan memasukkan kode voucher ini tidak merespon.
• Tarif normal yang terpampang adalah Rp 44 ribu.
• Rute yang dipilih sang rider; Kebon Jeruk-Permata Hijau-Simprug-Moestopo-STC. Entis membawa motor bebek, aktif menawarkan jalur yang tidak padat lalu lintasnya.
• Sebelumnya ditawarkan masker serta penutup kepala.
• Selama di perjalanan kecepatan rata-rata 40 km/jam, memakan waktu sekitar 30 menit.

Rute Kembali:


• Mungkin karena berada ‘di tengah’ proses order memakan waktu 10 menit dengan lancar sudah termasuk kedatangan rider. Namun tetap saja proses notifikasi tidak bisa terlihat. Untung rider yang bernama Jaini berinisiatif melakukan konfirmasilewat panggilan telepon.
• Rute kembali memakan biaya Rp 44 ribu. Yang dipilih adalah Senayan-Palmerah-Rawa Belong-arteri jalan Panjang, jelas ini rute yang memutar.
• Waktu yang dihabiskan sekitar 50 menit.
• Saat berada perlintasan kereta api Permata Hijau-Senayan ternyata rider mengabaikan rambu tidak boleh memutar.


EDITOR

fauzi

Top