Selasa,15 Sept 2015 22:51 WIB

Penulis: pewete pewete

Wisata Sejarah Otomotif Abad Ke-15 TEKNOLOGI OTOMOTIF ASLI CIREBON

Foto: Bagja

Wisata Sejarah Otomotif Abad Ke-15 TEKNOLOGI OTOMOTIF ASLI CIREBON



Ada fitur kenyamanan canggih abad pertengahan


Cirebon
- Tidak banyak yang menyangka kalau Keraton Kasepuhan Cirebon menyimpan produk otomotif dengan teknologi tercanggih pada masanya. OTOMOTIF berangkat menuju kota Cirebon menggunakan mobil keluarga terbaru Suzuki New Ertiga melintasi jalur tol secara penuh dari Jakarta hingga Cirebon.



Keraton Kasepuhan ternyata menyimpan teknologi maju

Perjalanan sepanjang hampir 200 kilometer dilalui sebelum sampai di Museum Kereta Singa Barong yang berada di dalam komplek Keraton Kasepuhan. Makna di setiap sudut arsitektur keraton yang didirkan tahun 1452 itu dikelilingi tembok bata merah dan dengan hiasan berupa pendopo.  Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih yang terdiri dari ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Teknologi mobil

Nah, meskipun bertema sejarah, bukan berarti sesuatu yang berkaitan dengan otomotif tidak ditemukan di Keraton ini. Jauh sebelum mobil pertama kali hadir di dunia sekitar abad ke-17, ternyata Cirebon sudah lebih dulu melahirkan kendaraan yang punya teknologi seperti mobil di abad ke-15.



Gua Sunyaragi, karang menyerap hawa panas

Kereta Singa Barong, ini nama yang diberikan raja keraton Kasepuhan Cirebon, Sunan Gunung Jati. Perancang kereta adalah sang cucu yaitu Panembahan Losari, yang sengaja mempersembahkan kendaraan ini sebagai kendaraan sang raja Sunan Gunung Jati.

Dibuat tahun 1549, Kereta Singa Barong punya desain yang mengacu pada tiga hewan, yakni kepala naga, belalai gajah dan sayap garuda. Dan yang mengangumkan ada teknologi mobil.“Kereta ini sudah menggunakan as tengah pada roda depannya, yang bisa berputar sampai 180 derajat.



Inilah suspensi asli buatan Cirebon di kereta Singa Barong

Selain itu, juga sudah menggunakan suspensi, yang terbuat dari kulit, dan ada juga teknologi antiselip pada rodanya, seperti mobil BMW pada saat ini,” ujar Haryanto, seorang pemandu Keraton Kesepuhan Cirebon.

Berbekal suspensi dan ‘stabilizer’ tersebut, bodi kereta yang ditarik dengan 4 ekor kerbau putih ini seolah melayang dan terpisahkan dari rangkanya, sehingga ketika berjalan mengayun seperti sedang berada di atas permukaan air. Temuan yang sangat maju di masanya.

“Juga pada rodanya ada bearing khusus yang fleksibel, sehingga ketika tidak ada beban, roda akan sedikit miring, namun akan secara otomatis tegak ketika ada beban. Sehingga, ketika melewati jalan bergelombang, kereta tidak berguncang parah, ini yang dinamakan teknologi ‘antiselip’,” tambah Haryanto.

Kereta khusus untuk raja ini hanya berkapasitas satu orang penumpang, dengan kursi tepat di tengah-tengah kereta. Uniknya, dibawah kursi, terdapat ruang sebagai tempat penyimpanan atau bagasi. Mungkin bahasa modernnya seperti fitur “Helm In”.

Haryanto mengklaim, inilah kereta yang benar-benar asli buatan Cirebon, dan tidak mengadopsi dari manapun, termasuk Eropa. “Tidak seperti Jogja atau Solo, yang keretanya mengadopsi dari Eropa, Kereta Singa Barong ini murni buatan Cirebon,” paparnya. Museum Kereta Singa Barong Cirebon letaknya berada di seberang Museum Benda Kuno Keraton Kasepuhan Cirebon.

‘GUA SEPI’

Selesai mengunjungi dan mengintip teknologi kendaraan abad 15 dari Cirebon, kenyamanan kabin Suzuki New Ertiga masih menemani OTOMOTIF untuk mengunjungi destinasi selanjutnya. Tempat yang sejuk, gua Sunyaragi, yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, kota Cirebon.

Terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi, atau sering disebut sebagai Tamansari Sunyaragi. Gua ini didirikan sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. Seluruh bangunan gua buatan ini adalah memanfaatkan karang laut yang disusun dengan semen bata merah.

Dahulunya kompleks gua tersebut dikelilingi oleh danau yaitu Danau Jati. Selain itu di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan.• (otomotifnet.com)




EDITOR

fauzi

Top