Senin,28 Nov 2016 14:15 WIB

Penulis: Luthfi Anshori

BMW Motorrad Tawarkan Kredit Balloon Payment Buat Konsumen Yang Hobi Gonta-Ganti Motor

Foto: Luthfi Anshori

BMW R nine T

Jakarta - Model pembiayaan cicilan sepeda motor dengan skema balloon payment baru-baru ini juga diterapkan oleh BMW Motorrad Indonesia. "Dengan sistem ini konsumen jadi punya beban angsuran motor yang ringan, sehingga kelebihan anggaran pribadinya bisa diinvestasikan untuk hal lain," buka Paulus B. Suranto, Direktur Sales dan Marketing PT Maxindo Moto Nusantara, Agen Pemegang Merek BMW Motorrad.

Dengan balloon payment, biaya cicilan per bulan memang jadi rendah. "Kalau dengan sistem kredit normal, konsumen bisa setor hingga Rp. 25 juta per bulannya, maka dengan balloon payment hanya perlu mengangsur Rp 10 juta saja setiap bulannya," lanjut Paulus.

Simulasinya seperti ini, jika konsumen mengambil tenor kredit 4 tahun, maka di tahun keempat ia mendapat opsi antara menjual motornya untuk melunasi sisa pokok hutang atau memperpanjang masa kreditnya hingga 2-3 tahun ke depan.

Katakanlah motor BMW yang ia beli berharga Rp 700 juta, diangsur selama 36 kali dengan biaya Rp 10 juta tiap kali setor, maka akan ketemu angka Rp 360 juta. Nah, sisa beban hutang sebesar Rp 340 juta bisa dijual atau dicicil kembali namun dengan konsekuensi motor harus dilego terlebih dahulu agar dapat dana segar, atau langsung dilunasi.

"Di sinilah value-nya, jika konsumen memilih opsi menjual motornya, maka berpotensi mendapatkan harga cukup menarik di kisaran Rp 450 juta. Jadi, Rp 340 juta untuk melunasi pokok hutang, nah sisanya, Rp 110 juta bisa untuk DP motor baru. Jadi itu strategi yang bagus untuk orang yang suka ganti-ganti motor," pungkas Paulus.

Selama berjalan beberapa bulan belakangan ini, Paulus mengklaim telah mendapat 7 konsumen yang telah menggunakan skema bisnis yang dibantu lembaga pembiayaan Maybank ini.

"Memang belum banyak yang tahu sistem ballon payment. Secara persentase, konsumen yang membeli secara cash pun masih jadi yang terbanyak dengan proporsi 70 persen dan 30 persen untuk konsumen yang memilih skema kredit. Pembeli kredit pun biasanya memilih tenor yang tidak terlalu lama. Dua tahun selesai," tutup Paulus. (Otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top