Kamis,7 April 2016 09:35 WIB

Penulis: Otomotifnet

Persaingan Motor Panas, Yamaha Mainkan Jurus Desain Berani

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Yamaha Xabre

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Yamaha V-Ixion

  • Foto: Salim/otomotifnet

    X-Ride mengusung konsep crossover atau trail. Terbilang fresh

Jakarta - Selera konsumen motor diyakini tidak lagi bersifat tradisional namun telah melebar dengan mendambakan motor dengan desain yang out of the box atau keluar dari biasanya. Dengan bahasa serius, pabrikan motor nasional kini harus keluar dari domain yang pragmatis, sehingga lebih memiliki daya tawar yang tinggi.

Bikin Terpana

Jika dicermati, Yamaha Indonesia paling berani kalau bicara desain. Maklum, mereka berusaha mempertahankan hati konsumen dengan berkelit dari pakem biasa. Lihat saja line-up produk yang telah mengaspal di Tanah Air. Mereka berani mengeksplorasi pangsa pasar baru dengan menghadirkan desain dan teknologi motor terkini. Mulai VIxion, Byson, X-Ride serta yang terbaru Xabre dan Aerox. Aksentuasi desain yang berani dengan suguhan fitur serta teknologi yang belum pernah ada di Tanah Air menjadi daya tarik.

Misalnya, aplikasi deltabox teknologi injeksi pada VIxion. Begitu pula Byson (khususnya edisi awal 2010) yang tampil dengan kesan kekar. Lekukan futuristik didukung kaki-kaki gagah, membuat terpana konsumen saat itu. Tak hanya itu, eksplorasi pada segmen skutik juga tampak pada X-Ride yang mengusung konsep crossover atau trail. Tentu sajian seperti ini terbilang fresh serta belum pernah ada di Indonesia. Hal serupa dilakukan pada besutan terbaru Yamaha, Xabre yang punya tongkrongan kekinian. Aplikasi sok upside down diberi penegas warna emas membuatnya gampang dikenali.

Sekedar catatan, up side down memang idaman banyak penggemar motor terlepas dari fungsinya yang sama. Selanjutnya Aerox. Skutik 125 cc aslinya hanya skutik biasa. Namun Yamaha berani memolesnya menjadi berbeda lewat setang terbuka laiknya X-Ride. Memang, tak semua inovasi menuai respons cantik. Semisal Yamaha Lexam yang keok di pasar. Hal ini memberi sinyal kalau strategi melahirkan motor berdesain berani tidak bisa dilakukan trial and error. Lexam, kami duga tidak berasal dari riset yang menunjukkan konsumen tertarik. Bicara riset memang sangat penting kalau mau main volume besar.

“Parameter riset antara lain kebutuhan konsumen dari sisi desain, fungsi dan fitur. Yamaha senantiasa melihat tren desain yang menjadi acuan bagi konsumen dan juga kompetitor,” papar Mohammad Masykur, Asisten General Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Lantas benarkah Yamaha Indonesia lebih mudah mendapatkan anggukan prinsipal Jepang dalam merilis unit baru di dalam negeri? “Kebijakan bisnis sepenuhnya ditentukan oleh Manajemen Yamaha Indonesia. Prinsipal Jepang berperan dalam memberikan arahan tren desain motor di tingkat dunia dan proses development model baru serta pengembangan pasar tujuan ekspor,” jawab Masykur.

Terobosan yang dilakukan Yamaha Indonesia untuk mendobrak kebuntuan desain motor di Tanah Air tentu bisa dijadikan contoh, khususnya untuk mendongkrak penjualan motor di tengah lesunya pasar saat ini. Meski tak selalu berbuah penjualan dahsyat, namun publik tahu Yamaha memiliki karakter sendiri. “Yamaha menjawabnya dengan memberikan opsi desain yang beda dengan competitor dan tren desain baru yang belum ada di Indonesia. Sehingga menjadi tren baru bagi konsumen, menjadi acuan desain modifikasi dan juga acuan desain bagi kompetitor,” imbuh Masykur lagi. Mantap!

Persaingan Motor Panas  Yamaha Mainkan Jurus Desain Berani
Honda Sudah Lihat ada Pergeseran Selera

Honda Sudah Lihat ada Pergeseran Selera

Sebagai pemimpin pasar motor Tanah Air, tentu PT Astra Honda Motor (AHM) punya pandangan tersendiri terkait selera konsumennya. “Kita sebetulnya telah melihat adanya pergesaran selera konsumen. Hal ini bukan berarti kita tak berubah, kita tetap mempertimbangkan keinginan konsumen,” jawab Margono Tanuwijaya, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM). Margono menambahkan bahwa diferensiasi produk yang kuat akan desain terkini telah dilakukan sesuai segmennya. “Misalnya pada segmen skutik, kita punya Scoopy. Kemudian pada segmen motor sport kita punya CBR 150,” lanjutnya.

 Strategi yang dilakukan bukan coba-coba. Namun dikaji dengan berbagai pertimbangan. “Salah satunya adalah timing. Kalau terlalu cepat juga tak bagus, begitupun sebaliknya,” sebut Margono. Secara produk, sebetulnya Honda punya jagoan-jagoan yang dilirik oleh pasar Tanah Air. “Iya salah satunya adalah Honda Zoomer. Bukan kita tidak mau meluncurkan, namun kita melihat seberapa besar pangsa pasarnya,” katanya lagi. • (otomotifnet.com)

Seputar Market

Penjualan motor secara nasional (domestik dan ekspor) tahun 2015 tercatat 6.708.384 unit. Dibanding 2014 sebesar 7.908.951 unit, turun sebesar 1.200.567 unit atau 15,18 persen.

EDITOR

Dimas Pradopo

Top