Rabu,5 Okt 2016 19:45 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Wow, Yamaha dan Honda Rancang Kerjasama Bikin Skutik Bareng!

Foto: Response

Pabrik Honda di Kumamoto Jepang

Jepang - Berita mengejutkan ini awalnya sulit dipercaya, bagaimana bisa dua perusahaan yang notabene adalah kompetitor bisa bekerja sama mengembangkan dan memproduksi skutik bersama-sama. Tapi baca dulu, alasan yang dipaparkan nikkei asian review ini sangat masuk akal.

Penyebabnya adalah pasar sepeda motor di Jepang yang terus turun. Bahkan secara drastis drop hingga 80% sejak tahun 1980 karena perubahan demografi di Jepang yang menimpa semua merek baik market leader, Honda maupun pabrikan rangking kedua di Jepang, Yamaha.

Di sisi lain, saat ini Yamaha mengimpor skutik 50 cc dari Taiwan untuk pasar dalam negeri Jepang. Namun seiring terus turunnya penjualan motor di negeri Matahari Terbit tersebut, wacana memproduksi skutik di dalam negeri jadi pertimbangan. Bukan diproduksi di pabriknya sendiri, namun skutik 50 cc Yamaha ini akan dirakit di pabrik perakitan milik Honda di Kumamoto, Jepang. Dan kabarnya akan dimulai pada 2018 mendatang.

Honda menerima tawaran memproduksi skutik Yamaha karena pabrik Kumamoto sendiri, saat ini berjalan tanpa kapasitas produksi penuh, masih ada slot kosong yang harus diisi untuk menyehatkan pabrik tersebut secara ekonomi. Pabrik Kumamoto sendiri membutuhkan suntikan produksi setelah hanya memproduksi 156,000 unit sepeda motor pada tahun fiskal 2015 dari kapasitas sesungguhnya yang mampu membuat 200,000 unit motor.

Pasar skutik 50 cc menjadi pasar penting di Jepang karena Surat Izin Mengemudi basic bisa dipakai untuk mengendarainya. Penjualan skutik 50 cc pun mencapai setengah dari total penjualan motor di Jepang. Jauh lebih besar ketimbang sport bike yang hanya digunakan penghobi sepeda motor.

Untuk market share sendiri, saat ini di Jepang mengalami penurunan 10 % pada 2015 dengan total penjualan motor hanya 406.591 unit. Honda menjadi maket leader dengan 43% market share, diikuti Yamaha dengan 27,2% dan  Suzuki dengan 12.1%.

Meski pasar dalam negerinya terus turun, Honda dan Yamaha punya pasar kuat di negara-negara berkembang seperti di Asia Tenggara termasuk Indonesia, Asia Selatan dan Afrika. (otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top