Kamis,10 Mei 2012 16:10 WIB

Penulis: Agus Sulis

Honda CBR 250R, Racing Look 300 cc

Foto: Herry AXL

Honda CBR 250R, Racing Look 300 cc

 
Sabar..., Maksudnya begini! Ahmad Mugeni ingin Honda CBR 250R miliknya tampil tak kalah ciamik dengan motor balap Moto3. Itu tuh, pacuan kelas seperempat liter pengganti kelas 125 cc di ajang MotoGP.

Apalagi, pria yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat ini juga kepincut tampilan Honda NSF 250 yang dipakai di Moto3. Klop deh! “Semua berkat Angga, ide dan konsep dia yang wujudkan,” ujarnya.

Proses pengerjaan tahap awal, jelas bermain bodi. Tetap pakai bodi standar, tapi kelir dilabur corak NSF 250 yang dominan warna Putih-Biru-Merah.

"Dari warna dan grafis murni mencontoh dari NSF. Hanya saja, karena fairing CBR 250R tidak penuh seperti NSF, jadi dimensinya tinggal disesuaikan,” sebut Angga Kurniawan yang punya workshop Anjany Racing di Jl. Arteri Kelapa Dua, No. 21, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sedikit bermain detail. Jika di fairing NSF 250 ada tulisan NSF, maka di besutan Ahmad, tetap pakai CBR. Iya dong, kan hanya grafisnya aja yang diambil. Motornya, kan tetap CBR 250R. He..he..he...

Begitunya, CBR agar tampak seperti single seater, Angga mengadopsi penutup jok belakang. Dari fiberglass.

Cukup bicara tampil. Sesuai judul, bagian engine juga ikut dimainkan. Pro-ses bore up dilakukan dengan mengaplikasi piston diameter 83 mm. “Pakai JE Piston, tinggal pasang aja. Durasi kem, tetap standar. Sebenarnya ada juga sih yang diameter piston 81 mm. Tapi tanggung,” sebut Angga yang kini workshop-nya tak hanya dipenuhi konsumen Ninja 250R itu.

Pakai diameter piston 83 mm, kapasitas bengkak hingga 297,5cc. Kalau dibulatkan, sentuh 300 cc. Begitunya Angga tak lakukan pemapasan kepala silinder.

“Murni bermain dome dari piston aja. Karena tanpa pemapasan head pun, kompresi sudah naik jadi 12,5 : 1. Standarnya CBR 250, main di 10,7 : 1. Paling penyesuaian lainnya hanya porting lubang intake dan lubang buang aja,” aku Angga yang mengharuskan CBR Ahmad ini pakai Pertamax Plus yang beroktan 95.

SETING AFR
Sobat jangan beranggapan motor injeksi sulit dibuat kencang. Ini salah satu buktinya! Usai penggantian part racing dan bengkaknya volume silinder hingga capai 300 cc, Angga mengimbangi campuran udara dan bahan bakar lewat piggyback. Tentu buat kejar kebutuhan di ruang bakar.

"Piggyback pakai produk keluaran Dynojet tipe Power Commander V. Part ini juga dibantu Autotune yang juga keluaran Dynojet buat seting,” timpal pria yang menurunkan dua Kawasaki Ninja 250R di ajang Kejurnas Sport 250 cc itu. Kini, lewat peranti itu pun AFR (Air Fuel Ratio) diseting di 13 : 1. (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/60-17
Ban belakang : Battlax 150/60-17
Windshield : MRA
Sok belakang : RPM
Anjany Racing : (021) 536-79239

EDITOR

billy

Top