Jumat,25 Nov 2016 12:21 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Balap Yamaha YZF-R25, Kalahkan Juara Nasional

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Modifikasi Yamaha YZF-R25, Kalahkan Juara Nasional

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Knalpot Sakura dipercayakan alirankan gas buang

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Noken as durasi 250°, profilnya khusus kejar putaran atas

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kepala silinder papas 0,3 mm kompresi naik jadi 12,4:1

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kaliper Nissin sebagai penghenti laju

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Supensi Traxx-D membuat motor stabil di tikungan

Jakarta - Meski juara nasional sport 250 cc musim 2016 resmi jadi milik Syahrul Amin, namun penampilan Imanuel Pratna dari tim Yamaha Yamalube Nissin TJM sangat menarik perhatian. Ia sukses mengalahkan sang juara nasional dalam duel di seri terakhir (6/11) Indospeed Race Series (IRS) lalu.

Sejak sesi kualifikasi sudah dominan. Immanuel raih pole position setelah mencatatkan waktu tercepat 1 menit 44,737 detik dengan regulasi mendadak one make tyre Dunlop Sportmax, sama seperti yang digunakan di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250.

Leon Chandra, mekanik yang mengoprek motor ini mengaku tidak ada keluhan dari Immanuel terkait penggunaan ban baru. “Karena di ARRC sudah pakai ban ini, jadi Immanuel juga sudah terbiasa,” ungkapnya sehingga ia bisa fokus pada mesin.

Racikan tunner muda yang juga sering menangani mobil-mobil balap ini masih mirip setingan ARRC, seperti bagian mesin bawah standar. “Mesin bawah spek Asia, semua standar. Hanya mengganti magnetnya menggunakan rotor SND 370 gram, standarnya sekitar 1 kg,” jelas Leon.

Khas mekanik balap mobil, kruk as standar dibalance ulang, “Karena produk massal pasti tidak maksimal balanced-nya,” jelasnya seraya menjelaskan jika tenaga difokuskan di putaran atas.

“Mulai dari 11.500 rpm. Gak khawatir mesin drop saat keluar tikungan karena Imanuel punya karakter rolling speed yang bagus. Jadi gak terlalu butuh power di putaran rendah. Peak powernya sendiri berada di 14.600 rpm,” ujarnya.

Setingan ini didapat dari penggunaan noken as custom juga porting dan papas kepala silinder untuk menaikan kompresi.

“Noken as dibuat durasi 250° dan lift 8,5 mm. Untuk menaikan kompresi, kepala silinder dipapas sebanyak 0,3 mm. Kompresi naik jadi 12,4:1 dari 11,6:1. Selanjutnya throttle body direamer menjadi 33,8 mm tapi tetap menggunakan injektor standar,” rincinya.

Kaki-Kaki Traxx-D
Agar mantap menikung, suspensi depan-belakang pakai Traxx-D. Yang belakang full adjustable lengkap dengan tabung sedangkan depan pakai catridge Traxx-D agar preload dan rebound dapat diseting. (Fariz / Otomotifnet.com)

Data Modifikasi:
Noken as: Custom
Per klep: Standar
Klep: Standar
Gir noken as: Standar
Retainer: Standart
Piston: Standar
Pen Piston: Standar
Crankshaft : Standar Balanced
Radiator: AAI
Magnet: Rotor SND 370gr                      
Gas spontan: Active
Stabilizer stang: GPR
Master rem: Nissin
Kaliper rem: Nissin
Knalpot: Sakura
Suspensi belakang: Traxx-D
Suspensi depan: Catridge Traxx-D
Pelek: Galespeed

EDITOR

Dimas Pradopo

Top