Selasa,22 Nov 2016 07:00 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Honda CBR600RR, Detail Kecil Penunjang Juara

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Modifikasi Honda CBR600RR, Detail Kecil Penunjang Juara

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pelindung khusus dibuat untuk mengamankan sensor kecepatan, kalau rusak harganya mahal!

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tuh ada per klep terpasang di tuas rem belakang, pantas ditekan jadi keras banget!

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Punuk ini berguna saat Gerry menikung, area yang ditekan paha jadi lebih luas

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tombol lampu dim ini dijadikan pemutus arus pengapian, sebagai quick shifter manual

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tuas rem depan ganti TSR, yang ada setelannya di setang kiri saat ditekan amblas karena panas

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Knalpot HARC-Pro, salah satu pendongkrak performa mesin

Nih beberapa rahasia kecil yang sukses mengantarkan Gerry Salim raih gelar juara nasional

Jakarta - Tahun 2016 jadi salah satu musim terbaik Gerry Salim, pembalap andalan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini berhasil menjadi juara nasional kelas Supersport 600 cc menggunakan Modifikasi Honda CBR600RR ini. Untuk meraih itu, ternyata banyak hal kecil di motor yang disesuaikan dengan style pembalap bernomor start 31 ini.

Pertama ada punuk tambahan di tangki bagian belakang, menurut Raden Shri Bimo Haryosetyo Bawono, dari MPA Divison PT Astra Honda Motor (AHM), yang menjadi leader team AHRT. Fungsi komponen ini sebagai penahan paha saat banking atau rebah ketika menikung.

“Dengan tambahan itu bagian tangki yang ditarik paha jadi lebih luas, bahkan sampai selangkangan,” terang Bimo, sapaannya. Tentu menikung jadi lebih maksimal.

Bagian unik lain terlihat di master rem belakang. Di as pendorong ada per tambahan yang menggunakan per klep. Untuk apa?

“Itu agar tuas rem lebih keras. Karena standarnya kan empuk, saat menikung kadang enggak sengaja tuas tertekan yang membuat roda belakang jadi goyang. Dengan diperkeras, maka enggak mudah tertekan,” terang pria asli Jakarta berdarah Purworejo ini. Cara lain menurutnya pakai karet ban dalam, kelemahannya lebih mudah putus.

Masih di bagian rem, kali ini bagian depan. Agar bisa main late braking sedekat mungkin dengan tikungan, performanya diupgrade. Disc brake dan brake pad ganti Brembo, sedang kaliper dan master tetap Tokico.

“Cuma tuas ganti TSR yang bisa disetel, pernah sebelum ganti saat race jadi dalam, makanya diganti,” papar Bimo.

Masih di seputaran rem depan, lihat sisi kanan. Nah ada sensor kecepatan. Uniknya dikasih pelindung pakai plat besi.

“Sebelumnya sih enggak ada, cuma tahu sendiri aspal Sentul kerikilnya pada terbang, sehingga kabelnya putus, maka kita buatkan pelindung,” terangnya.

Keunikan lain dari motor ini ada di quick shifter manual. Wah bagaimana itu? Menurut regulasi, quick shifter dilarang dipasang makanya diakali.

Caranya pemutusan arus ignition dilakukan secara manual memanfaatkan tombol lampu dim. Jadi ketika akan shift up, tekan tombol dim baru congkel tuas gigi, tentu tak perlu lagi tarik kopling.

Hal-hal kecil tapi krusial ya! (Aant / otomotifnet.com)

Mesin Standar

Sesuai regulasi, mesin yang dipakai standar. Tapi demi efisiensi untuk menekan budget, ternyata 2 versi yang disiapkan.

“Ada yang bekasan Asia Road Racing Championship (ARRC) dan satu lagi standar dari Kumamoto,” terangnya. Yang kedua maksudnya dari pabrik Honda yang berada di Kumamoto.

Untuk menjaga performa karena pemakaian relatif sudah tinggi, maka setiap sebelum sesi balap dilakukan skir klep untuk memastikan kompresi ruang bakar rapat.

Untuk meningkatkan performa, knalpot pakai HARC-Pro. “ECU pakai racing kit dari HRC,” tutup Bimo.

 

Data Modifikasi:

Ban depan: Dunlop Sportmax GP Unbeaten 03 120/70ZR17
Ban belakang : Dunlop Sportmax GP Unbeaten 03 180/55ZR17
Disc brake depan: Brembo
Disc pad: Brembo
Tuas rem depan: TSR
Knalpot: HARC-Pro
ECU: HRC
Radiator: Taleo
Data logger: HARC-Pro
Sokbreker belakang: Showa
Bodi: Custom lokal fiberglass

EDITOR

Pilot

Top