Minggu,2 Okt 2016 15:11 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Honda GL Pro 1995 Bergaya Scrambler, Siap di Aspal dan Tanah

  • Foto: Gombak/otomotifnet

    Modifikasi Honda GL Pro Dual Purpose

  • Foto: Gombak/otomotifnet

    Knalpot enggak di atas, dan tromol DT di belakang

  • Foto: Gombak/otomotifnet

    Tangki dengan olahan water transfer printing

  • Foto: Gombak/otomotifnet

    Jok nanggung kalau buat boncengan

  • Foto: Gombak

    Panduan Servis Berkala Peugeot Django

  • Foto: Gombak

    Honda GL Pro Scrambler

Sukoharjo - Dual Purpose atau siap gas pol di aspal dan tanah, diklaim oleh Richie Prasethia sebagai motor yang pas digunakan untuk mendukung kegiatan hariannya.

“Bila mau diterjemahkan nampaknya lebih pas berkonsep scrambler. Dan ini cocok dengan basic motor yang saya miliki, Honda GL Pro,” yakin Richie, sapaannya.

“Namun saya maunya soul dan passionnya mesti klop ke saya. Kalau enggak ya percuma dong. Misalnya tinggi motor mesti pas dengan tubuh saya yang jangkung dan handling-nya buat manuver di jalanan mesti enak,” kilah pemukim di Telukan Sukoharjo ini.

Tak tanggung-tanggung, ada 3 bengkel yang dirujuk untuk membuat Honda GL Pro ini jadi aliran dual purpose! Masing-masing bekerja sesuai kesaktiannya. Yakni Agus Sugiyanto yang garap sisi rangka dan seting kaki-kaki, lalu Bonsay dipilih karena jago oprek mesin dan Yosafat Anggoro, owner rumah tatto dan airbrush Yoes Brushhead Tatto yang mengolah laburan catnya.

Panduan Servis Berkala Peugeot Django
 

Jurus jangkung kaki jenjang langsung menjadi rujukan. Paling tampak adalah apliklasi upside down (USD) copotan Kawasaki D-Tracker 150. Dipilih karena memang USD khusus trail dan dibeli sudah dimodifikasi.

Sedangkan buritan dikawal sokbreker aftermarket Yoshimura ukuran 38. Yang pasti swing arm belakang juga, custom model bulat dan lebih lebar. Dengan begitu kombinasi ban Pirelli MT 43 Pro Trial 4.00-18 memeluk pelek TK Japan 2.15x18 belakang dan 1.85x18 depan sukses ditanam.

Tromol pelek depan dicomot dari Suzuki TS 125 yang dimodifikasi dengan cakram. Lalu belakang comot tromol Yamaha DT 125. Plus racikan gir 48:14. Diklaim pas buat menjelajah pada 2 alam. Oh iya subframe belakang dibuat dan ditata ulang. Bentuknya mirip Honda trail lawas XL 125.

Sedangkan tangki cukup custom namun bentuknya mendukung gaya scrambler. Laburan cat pada tangki GL Pro ini bila diamati terdapat rona glitter pada kelir biru gelap dasar.

Makin sip ketika dikombinasi striping carbon, yang merupakan hasil olah water transfer printing. • (Gombak / otomotifnet.com)

Panduan Servis Berkala Peugeot Django
 

Plus: Kesan scramblernya kentara
Minus: Model knalpotnya kurang mendukung tampilan scrambler 

Data Modifikasi:
ban depan : Pirelli MT 43 Pro Trial 4.00-18
ban belakang : Pirelli MT 43 Pro Trial 4.00-18
pelek depan: pelek TK Japan 1.85x18
pelek belakang : pelek TK Japan 2.15x18
tromol depan: Suzuki TS125 modif cakram
tromol belakang: Yamaha DT125
sokbreker depan: USD D-Tracker
Sokbreker belakang: Yoshimura
Tangki:custom
Footstep: custom
Knalpot : cb custom
Stang : Ride it
Subframe : custom
Gir : 48-14
Rangka :Agus Sugiyanto 082243336006
Cat :Yoes Brushheadtatto 081229839126
Mesin :Bons Garage 085640712143

EDITOR

Dimas Pradopo

Top