Rabu,16 Maret 2016 09:15 WIB

Penulis: Otomotifnet

Modifikasi Kawasaki Estrella 2015 Cafe Racer Rangka Standar

Modifikasi Kawasaki Estrella 2015 Cafe Racer Rangka Standar

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Setang jepit dipasang di bawah segitiga, posisi duduk lebih merunduk khas motor balap jadul. Sayang dudukan setang lama tidak dibuang

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Knalpot handmade, bunyinya lebih blar.. blar..

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Subframe bisa dibongkar pasang pakai baut, pengerjaannya jadilebih mudah

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Lampu bulat tetap dipertahankan pada fairing, memperkuat konsep klasik

  • Foto: Sigit

    Estrella Cafe Racer

Jakarta - Demam cafe racer menjangkit Ferry Setiawan yang akhirnya memilih Kawasaki Estrella sebagai bahan. “Sebelum menebus Estrella, sempat kepikiran beli motor 600 cc, tapi rasanya sayang karena pasti bakal banyak ubahannya,” buka Ferry yang akhirnya menjatuhkan pilihan pada motor 250 cc yaitu Kawasaki Estrella 2015 seharga Rp 68 jutaan ini. “Dan saya maunya motor tetap nyaman meskipun sudah modif,” bebernya.

Ternyata, pilihan Estrella sebagai basis cafe racer-nya tepat. Dalam proses ubahan jadi cafe racer, rangkanya bisa dibiarkan standar tanpa ubahan apapun. Subframe yang biasanya dipotong, pada motor ini tinggal dilepas saja. Ternyata rangka belakang yang menjadi braket sepatbor, knock down bisa dibongkar pasang hanya dengan membuka baut pengikatnya.

Studio Motor (SM) yang dipercaya melakukan ubahan tinggal membuat rangka baru berbentuk setengah lingkaran dari pipa besi yang diikat ke braket standar. Rangka baru ini jadi dudukan buntut tawon yang didesain mungil selaras dengan bentuk tangki dan cover boks filter udara standar di bawah jok. “Tangki standar, cuma tutup tangkinya diganti dengan model putar pakai bahan aluminium agar kesan klasiknya makin kental,” jelas Donny Arianto, owner rumah modifikasi SM.

Begitu juga dengan suspensi depan, tanpa ubahan yang hasil akhirnya stabilitas dan kekuatan rangka tetap ‘made in Japan’.  Yup motor inikan diimpor utuh atau CBU dari Jepang.Bodi baru yang dibikin SM hanya half fairing. “Konsep diminta Ferry harus klasik, makanya fairing saya buat mengotak,” terang Donny yang gerainya ada Bintaro, Tangsel. Lanjut ke kaki-kaki, roda diameter 17 inci digusur. Naik satu tingkat jadi 18 inci agar komposisinya terlihat padat.

Pelek TK akur dengan ban Shinko SR777. Jika sok depan dibiarkan apa adanya, yang belakang pakai peredam kejut yang YSS agar lebih tinggi. Finishing, cat dominan hijau dikombinasi dengan warna white cream yang identik dengan motor lawas. ”Endingnya cukup puas,” tutup Ferry yang tinggal di Pantai Mutiara, Pluit, Jakut ini. Oke sip! (motor.otomotifnet.com)

Data Modifikasi:
Sok belakang : YSS Z-Series
Setang jepit : NUI Project Clip On
Body : Custom by SM
Pelek depan : TK Japan 2.50x18
Pelek belakang : TK Japan 3.00x18
Ban depan : Shinko SR777 110/70-18
Ban belakang : Shinko SR777 120/70-18
Knalpot : Custom by SM
Studio Motor : 081219723968

EDITOR

Denta

Top