Selasa,13 Okt 2015 09:04 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Piaggio Vespa LX 150 2V 2013. Menang di Dua Kelas

Foto: SIGIT

Modifikasi Piaggio Vespa LX 150 2V 2013. Menang di Dua Kelas


Vespa spek 190 cc ini mampu ungguli bore-up 290-300 cc dan jadi juara di dua kelas sekaligus


Jakarta - Pada gelaran Scooter Grand Prix 2015 seri ketiga yang digelar di sirkuit karting Sentul (27/9), Vespa LX yang dipacu Achmad Saugi ini dapat banyak pujian setelah jadi juara di dua kelas sekaligus. Meski hanya bermodal mesin bore-up 196 cc, Vespa yang disupport penuh Polini Indonesia ini sukses jadi juara di kelas 220 cc dan FFA 300 cc.

“Awalnya cuma iseng bore-up untuk harian. Tapi karena sekarang lagi pendidikan di Jepang, sayang juga motor nganggur di rumah. Akhirnya saya tawarkan ke Polini Indonesia untuk jadi sponsor balap di Sentul,” buka Prasetyo Budianto, pemilik motor yang mengaku dapat sambutan positif dari distibutor tunggal racing part Italia ini.

Vespa berkelir putih ini pun langsung diboyong ke Scooter Layur (SL), bengkel yang ditunjuk oleh Polini Indonesia untuk meracik modern Vespa hingga siap balap. “Awal datang, sudah menggunakan bore-up kit, karena bukan untuk balap semua part tadi dilepas,” jelas Limanto Bayuaji, pentolan SL dari bengkelnya di Rawamangun, Jaktim.

Manto panggilan akrab pria yang sudah mulai rajin oprek mesin Vespa matik dari 2008 ini, memulai proyek balap dengan memasang paket bore-up berdiameter piston 72 mm buatan Polini, ruang bakar terdongkrak jadi 198 cc.

“Meskipun piston lebih besar, kubah dibiarkan standar karena piston buatan Polini ini dibuat menyesuaikan dengan ukuran squish standar,” jelasnya sambil menyebut kompresi meningkat jadi 12,9:1 dan minum bensol. “Mengejar efisiensi, ukuran klep in dan ex dinaikan 1 mm dari standar diikuti dengan penggunaan noken as baru.

Tapi maaf saya enggak bisa kasih tahu durasinya,” ungkap Manto. Selain porting-polish, pasokan bahan bakar makin lancar berkat karburator buatan PWK Sudco berdiameter 28 mm. Urusan kaki-kaki, Manto mengganti diameter roda jadi lebih besar. “Di balap, late braking dan overtake dari sisi dalam lebih mudah dilakukan pakai pelek ring 12 inci.

Akhirnya depan-belakang pakai pelek standar Vespa Sprint,” terangnya. Pemasangan pelek belakang ring 12 inci ini terbilang mudah. ”Tinggal cangkok aja gearbox beserta as roda sprint, langsung plek deh,” lanjut pria ramah yang suka berkemeja ini. Sedang untuk peredam kejut, merek Bitubo diandalkan.

Diikuti dengan penggunaan disc brake Polini floating disc dengan kaliper Brembo, cieetttttt awas kepakeman bro! (motor.otomotifnet.com)


Karburator PWK Sudco 28 mm diseting kering sesuai permintaan pembalap


Limiter hilang pakai CDI BRT tipe dualband



Makin anteng di tikungan berkat sok depan-belakang Bitubo


Discbrake Polini dimix dengan kaliper Brembo, pakem banget!


 
Data modifikasi:
Gas Spontan : Domino
Disc brake : Polini
Floating disc Kaliper : Brembo
Selang rem : Hell
Pelek : Vespa Sprint ring 12 inci
Ban : Sava
Gearbox set : Vespa Sprint
Blok set : Polini 72 mm
Head : Porting Polished
Variator : Polini
Roller : Polini
Belt : Polini
Kopling set : Polini
Karburator : PWK Sudco 28 mm
CDI : BRT
Knalpot : Polini Scooter





EDITOR

Otomotifnet

Top