Selasa,28 Juni 2016 15:16 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Triumph Street Triple 2012, Lembur Enam Jam!

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Semua perabotan freestyle milik Nick yang dibawa langsung dari Amerika dan sudah terpasang di Daytona, dipindahkan ke Triumph Street Triple R

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Sikap lilin di atas motor? Bisa!

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Tangkinya dibawa langsung dari Amrik oleh Nick Apex, sudah sesuai dengan posturnya

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    “Kalau spidometer dilepas mesin enggak mau hidup,” beber Alfie, solusinya tetap dipasang dan diletakan di samping mesin

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Engine crash bar juga langsung dibawa dari Amerika Serikat

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Handle kiri dibikin ada dua, atas untuk kopling, bawah untuk rem belakang

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Subframe comot Triumph Daytona. Sebelumnya sudah dimodifikasi, lebih tinggi dan joknya sudah ada lubang untuk pijakan kaki

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Ukuran gear belakang saingan sama nampan haha..

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Moncong knalpot sampai hancur tergesek aspal saat wheelie

  • Foto: Salim/otomotif

    Aksi Nick Apex Brocha di gelaran OTOBURSA Tumplek Blek 2016 banjir tepuk tangan dan pujian

  • Foto: Sigit

    Modifikasi Nick Apex

  • Foto: Sigit

    Modifikasi Nick Apex

Jakarta - Aksi Nick Apex Brocha di gelaran OTOBURSA Tumplek Blek 2016 beberapa waktu lalu banjir tepuk tangan dan pujian. Meski tampak hebat, namun stunt rider asal Las Vegas, Amerika Serikat ini mengaku tidak puas. Sebabnya, Triumph Daytona R tunggangannya brebet di putaran atas.

“Saat gas dibuka lebih dalam breeet.. breeet..,” ungkap Nick menirukan suara mesin motornya. “ECU bermasalah,” sambungnya.

Melihat kekecewaan Nick, Troupe Brut Rides Industry, importir motor-motor eksotis khususnya Triumph yang menyiapkan motor untuk Nick mengambil keputusan mengganti motor untuk show di hari kedua. “Dia sudah jauh-jauh datang ke Indonesia. Kita enggak mau Nick dan penonton kecewa,” buka Imam, chief mechanic Troupe.

Modifikasi Nick Apex
 

Solusinya, semua perabotan freestyle milik Nick yang dibawa langsung dari Amerika dan sudah terpasang di Daytona, dipindahkan ke Triumph Speed Triple R. “Kita kerjakan dari jam 6 sore sampai jam 12 malam, dikebut 6 jam,” beber Imam.

Kebetulan, Daytona R dan Speed Triple R dibangun dari basis yang sama, baik mesin maupun rangka. Bedanya ada pada karakter mesin, Daytona lebih mengigit di putaran atas sesuai konsepnya yang sport full fairing. Sedang Speed Triple R ganas di putaran bawah.

Alhasil, yang standar dari Speed Triple R ini tersisa hanya mesin, rangka dan suspensi depan. “Lainnya dari Daytona dipindahkan. Swing arm, pelek, gear set dan ban dipindah,” beber Alfie Rahman, mekanik Troupe.

Modifikasi Triumph Street Triple 2012
 

Begitu juga dengan tangki dan crash bar yang dibawa sendiri oleh Nick dari Amerika. “Subframe juga kita ganti dengan yang sebelumnya terpasang di Daytona. Sudah modifikasi lebih nungging dan dilengkapi jok berlubang untuk pijakan kaki,” beber pria ramah ini.

Sedang untuk mesin, hanya ganti knalpot racing keluaran Akrapovic dan maping ulang ECU standarnya. “Enaknya di Triumph Street Triple, ECU bawaan bisa disesuaikan setingannya,”  beber Alfie sambil menunjukan modifikasi pada auto idle di throttle body-nya.

“Sekarang diganti manual, idle-nya bisa diseting sesuai kebutuhan. Nick maunya idle di 4.000 rpm, kalau standar cuma kisaran 1.200 rpm,” tutup mekanik berpostur sedang ini.

Hasilnya? Hari kedua lebih dasyat! (otomotifnet.com / Sigit)

Data Modifikasi
Tangki : Custom by Nick Apex
Plate Holder : Custom by Troupe
Handle rem kiri : Custom aftermarket
Double Kaliper belakang : Tokico
Braket Kaliper belakang : Custom by Nick Apex
Subframe : Triumph Daytona
Jok belakang : Custom
Lengan ayun : Triumph Daytona
Pelek : Triumph Daytona
Engine crash bar : Custom by Nick Apex
Jalu : Custom
Gear sprocket : Custom 13/60 mata
Rantai : Aftermarket
Knalpot : Akrapovic
Sepatbor depan : Carbon
Troupe Brut Rides Industries : 02129668080

EDITOR

Dimas Pradopo

Top