Sabtu,19 Nov 2016 16:13 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Yamaha YZF-R15 Juara Nasional Sport 150 cc, Menyesuaikan Pertamax Turbo

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Modifikasi Yamaha YZF-R15, Menyesuaikan Pertamax Turbo

  • Foto: Istimewa

    Suspensi Penske asal USA menjaga kestabilan motor

  • Foto: Istimewa

    ECU aRacer jadi andalan seting suplai bahan bakar dan pengapian

  • Foto: Istimewa

    Knalpot Cream- Pie riset baru di seri terakhir

  • Foto: Istimewa

    Throttle body SYS lengkap dengan dobel injektor

Jakarta - Gelar juara nasional sport 150 cc musim 2016 yang diraih Syahrul Amin dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera Racing baru dikukuhkan di seri terakhir (6/11) lalu. Usahanya pun penuh pertaruhan karena setingan motor diubah lagi.

“Agar makin kencang, pada seri terakhir coba tingkatkan kompresi dari 12,5 : 1 menjadi 12,8 : 1 dengan menggunakan piston BRT. Berani naik kompresi segini karena pakai Pertamax Turbo, awalnya kan Pertamax Plus,” aku Widya Krida Laksana, mekanik andalan tim Bahtera Racing

Meski menggunakan bensin beroktan lebih tinggi, suhu mesin masih ideal. “Temperatur mesin masih aman, kisaran 80 sampai 85° C,” akunya. Agar tetap aman, mekanik yang akrab disapa Gendut ini punya beberapa trik.

Pertama, ia menggunakan radiator standar Yamaha YZF-R25 yang volumenya lebih besar. “Selain itu juga melakukan penyesuaian air fuel ratio (AFR) di angka 12,5,” lanjutnya sambil menyebut menggunakan ECU aRacer untuk seting ulang suplai bahan bakar.

ECU dari Taiwan ini dikawinkan dengan throttle body SYS berdiameter 33 mm dan injektor UMA yang spek 160 cc/menit.

Klep juga diganti, tetap mempertahankan diameter standar in 23 mm dan ex 20 mm tapi diganti dengan buatan Jepang berbahan titanium, “Selain lebih kuat bahan ini juga lebih cepat untuk mereduksi panas,” yakinnya.

Setingan lain tak jauh berbeda dari seri sebelumnya. Buka-tutup klep diatur dengan noken as custom, “Durasi 265° dengan lift 8,5 mm sama untuk in dan ex. Noken as dibuat dengan karakter kuat diputaran tengah sampai atas, mesin main di atas 9.000 rpm,” lanjut mekanik asal Yogyakarta ini.

Knalpot juga baru, pakai Cream-Pie yang disiapkan khusus sesuai setingan terakhirnya. “Riset full mulai dari leher sampai silincer. Sedang rasio transmisi menggunakan Faito dengan perbandingan final gir 46/15,” tutup pria ramah ini.

Hasilnya, rekor catatan waktu kelas sport 150 cc kembali terpecahkan, 1 menit 49,589 detik diraih saat kualifikasi. “Saya coba barengi rekan tim saya saat kualifikai dan akhirnya tembus posisi satu dengan time segitu,” ujar Syahrul Amin yang finish pertama di seri puncak dan sukses membawa pulang gelar juara nasional.

Selamat ya!  (Fariz / otomotifnet.com)

Data Modifikasi:
Piston: BRT
Rasio: Moto1
Klep: Titanium Jepang
Noken as: Custom durasi 265°
Kompresi: 12,8 : 1
Throttle body: SYS 33mm
Injektor: UMA 160 CC/min
ECU: aRacer
Knalpot: Cream-Pie
Pelek: Racing Boy
Sokbreker: Penske USA
Ban: IRC Fasti 1
Final gir: 46-15
GDT Racing : 081291523572

EDITOR

Dimas Pradopo

Top