Senin,2 Nov 2015 12:33 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Yamaha YZF-R25 Juara Nasional Sport 250, Tunggangan Hendriansyah!

Foto: OTO-AANT, SALIM

Modifikasi Yamaha YZF-R25 Juara Nasional Sport 250, Tunggangan Hendriansyah!


Ini dia tunggangan sang dewa road race yang mengantarnya menjadi juara nasional kelas sport 250 cc

Jakarta - Skill Hendriansyah di jagat balap motor tak perlu diragukan, makanya punya julukan “Dewa Road Race”! Kendati telah berusia 34 tahun, prestasinya tak kalah dengan yang muda. Tahun ini pembalap tim Yamaha Nissin BRT HRP KYT FDR Racing Team ini berhasil menjadi juara umum Indonesia Road Racing Championship kelas Sport 250 cc.

Prestasi yang diukir pembalap Yogyakarta ini tentu tak hanya berkat skill mumpuni, namun juga motor kencang. Dan ternyata besutan berwarna kuning ini disiapkan oleh Bintang Racing Team (BRT). “Ya motor kami yang siapkan, Hendri tinggal gas,” terang Tomy Huang, President Director BRT.

Besutan bernomor 76 yang pada race terakhir meraih best time 1 menit 47,096 detik ini, ternyata ubahan mesinnya belum terlalu ekstrem. “Masih banyak yang standar kok,” ujar Slamet Pujiyanto, mekanik BRT yang dipercaya menggarapnya.


Cylinder head diporting dan papas 0,2 mm, klep masih standar

Mulai dari ruang bakar, piston masih bawaan pabrik. Untuk menaikkan rasio kompresi, cylinder head dipapas 0,2 mm. “Rasio kompresi jadi 11,8:1,” terang Slem, sapaan kerennya. Kemudian saluran in dan ex diporting, “Dibikin lebih besar 1 mm, bentuk mengikuti standarnya,” imbuh mekanik yang bermarkas di Cibinong, Bogor ini.

Klep juga bawaan pabrik, namun buka tutup berubah total, karena kem dibikin ulang dari kem mentah. “Standarnya durasi 220° dengan lift 6,5 mm dan overlap 0,8 mm. Diubah jadi 235°, lift 8 mm dan overlap 1,5 mm,” papar mekanik 32 tahun ini.


Kem dibikin dengan mesin bubut CNC dari bahan mentah

Agar pasokan udara lebih banyak, throttle body direamer dari 32 jadi 34 mm. Untuk mengarahkan udara yang akan masuk, moncongnya dikasih velocity stack dengan panjang 80 mm. Injektornya juga bawaan motor, namun ECU dimanipulasi piggyback Power Commander V dari Dynojet.

“Dari 6.000-10.000 rpm bensin ditambah sekitar 14%, kemudian 10.000 sampai 14.000 rpm sekitar 10%. Timing pengapian dari 9.000 sampai 14.000 rpm maju 8°,” lanjut mekanik asal Magelang ini. Terakhir untuk memperingan putaran mesin magnet dibubut 500 gr. Gir dan rantai 415 pun turut memperingan putaran mesin. Tenaga maksimal tercatat 38,8 dk @13.200 rpm.


Velocity stack 80 mm mengawal throttle body yang direamer

Biar enak dipakai melahap tikungan Sentul, kaki-kaki digarap serius. Suspensi andalkan Ohlins, yaitu catridge depan dan sokbreker belakang. Untuk pengereman depan andalkan kaliper Nissin 4 piston. Selamat ya! • (otomotifnet.com)





Gir dan rantai 415, enteng banget!


Sokbreker Ohlins stabilkan manuver di tikungan


Kaliper 4 piston kawal cakram standar yang sudah floating



DATA MODIFIKASI
Ban Pirelli Diablo Supercorsa 120/70-17 & 150/60-17 Kaliper depan Nissin 4 piston Master rem depan Nissin Catridge sokbreker depan Ohlins Sokbreker belakang Ohlins Piggyback Power Commander V Footstep HRP Knalpot R9 titanium Sproket ISA 415 52/17 Rantai DID 415

EDITOR

Otomotifnet

Top