Jumat,19 Agust 2016 23:30 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Dibilang Harga KTM Turun Adalah Bohong, Ini Bantahan PT Penta Jaya Laju Mandiri

Foto: Istimewa

kunjungan-Bajaj-KTM-ke-Indonesia

Jakarta - Langkah menurunkan harga beberapa motor KTM yang dilakukan PT Penta Jaya Laju Mandiri (PJLM) dianggap sebuah kebohongan oleh PT Jaya Selaras Sejahtera (JSS) yang statusnya telah menjadi agen pemegang merek (APM) KTM lebih dahulu, klik di sini. OTOMOTIF pun lantas menghubungi pihak PT PJLM untuk meminta konfirmasi.

Pertanyaan langsung dijawab dengan sebuah link oleh Kristianto Goenadi, President Director PT PJLM. Klik di sini. "Itu adalah realese resmi dari KTM Austria, bahwa Bajaj resmi join forces untuk Indonesia dan PT JSS hanya big bike di atas 400 cc," tuturnya.

Link-Press-Realese-KTM
 

"Untuk small engine kurang dari 400 cc dihandle oleh Bajaj. Dan Bajaj telah menunjuk PT PJLM sebagai agen pemegang merek sesuai agreement yg di tandatangani pada tanggal 12 Agustus lalu," papar pria yang biasa disapa Kris ini sambil menjelaskan jika Bajaj memiliki 48 persen saham di tubuh KTM Austria.

"Bajaj sebagai pemegang saham mayoritas memegang perjanjian dari KTM Austria untuk market Indonesia. Mereka berhak untuk memutuskan berapa harga baru KTM Duke dan RC di Indonesia. Dan yang perlu dicatat adalah harga baru berlaku untuk produk baru model year 2016," yakinnya.

Hasil mesin pencari di website resmi KTM juga menunjukan ada dua distributor resmi di Indonesia yaitu di Bali dan di Jakarta. Yang ada di Jakarta adalah kantor yang sama dengan alamat kantor yang digunakan oleh PT PJLM, di Ruko Green Lake Sunter Danau Sunter Blok S, T, Sunter, Jakarta Utara.

Link-Press-Realese-KTM
 
kunjungan-Bajaj-KTM-ke-Indonesia
 
kunjungan-Bajaj-KTM-ke-Indonesia
Foto yang dikirimkan Kris pada OTOMOTIF ini diinformasikan sebagai dokumentasi saat melakukan penandatangan kerjasama, Yang bersalaman adalah Wiranto Nurhadi, Presiden Komisaris di PT PJLM dengan Rakesh Sharma President of International Business di Bajaj Auto

Lantas, Kris juga mengirimkan foto-foto kunjungan direksi Bajaj Auto di booth KTM di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. "Ada Rakesh Sharma President of International Business di Bajaj Auto yang pakai baju biru tua di tengah, lalu di kanannya adalah Vice President-International Business di Bajaj Auto, Dinesh Kulkarni. Sedang yang pakai baju hitam adalah Rajesh Raj deputy GM yang incharged di Indonesia," rinci Kris yang pada foto ini ada di samping Rakesh Sharma mengenakan kemeja KTM.

"Kalo kita mau buang stok ngapain spend ratusan juta ikut pameran di GIIAS? Terus kita punya KTM Duke yang tahun 2016 dengan stiker baru kalau bukan dari KTM Bajaj dapat dari mana lagi? Nanti kalo kita suplai unit juga lebih clear lah.. time will prove," ungkapnya.

"Perlu ditambahkan juga, PT PJLM sebagai distributor resmi KTM menerima service dan menyediakan back up parts untuk sepeda motor KTM baik untuk model year 2016 maupun tahun yang lama," tutupnya.

Sebelumnya, PT JSS merilis siaran berita yang isinya membantah jika ada strategi pengurangan harga untuk motor-motor KTM berkapasitas mesin di bawah 400 cc. PT JSS menganggap PT PJLM adalah dealer di bawahnya, sedang strategi pemasaran dan statement tentang rencana pembuatan pabrik di Indonesia adalah ilegal dan tidak benar adanya. Menurut PT JSS, seharunya semua pernyataan dan startegi bisnis harus melalui pihaknya sebagai agen pemegang merek.

"Ada pihak yang overlapping dalam memberikan press conference. Dealer kan seharusnya tidak punya kewenangan kecuali mendapatkan persetujuan dari APM. Itu saja masalah utamanya," ungkap Jimmy Budhijanto, sebagai Presiden Direktur PT JSS saat dihubungi via telepon malam ini (19/8).

Bahkan ketika ditanya tentang rencana pembangunan pabrik perakitan di Indonesia, Ia pun menyanggahnya. "Yang saya tahu tidak ada rencana itu dalam waktu dekat. Kemaren lusa sudah saya confirm secara lisan dengan pihak prinsipal di Austria," sambungnya.

Untuk membaca press realese yang disebarkan oleh PT JSS kepada media termasuk OTOMOTIF klik di sini. (Otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top