Kamis,18 Agust 2016 19:12 WIB

Penulis: Antonius Yuliyanto

Ini Penampakan Diablo 200X Versi Militer, Motor Tentara Buatan Semarang!

  • Foto: Istimewa

    Diablo Military Version

  • Foto: Istimewa

    Diablo Military Version

Jakarta - Motor lokal yang berbasis di Semarang, Diablo, lama tak mengeluarkan varian baru. Namun selama ini ternyata mereka tetap berproduksi, bahkan bikin pesanan khusus untuk kebutuhan militer! Salah satunya adalah Diablo 200X Military Version.

Dan unitnya dipajang dan boleh dicoba saat perayaan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71 di Semarang. Salah satu yang bisa mencoba adalah Gideon, pembaca OTOMOTIFNET.COM asal Semarang. “Kesempatan langka untuk bisa mencoba motor versi militer ini,” ujarnya.

“Overall mumpuni untuk tugas di daerah yang perlu blusukan, tenaga dan handlingnya oke,” lanjut penggemar dunia otomotif dan militer ini.

Jika melihat tampangnya, sangat berbeda dengan Diablo 200X versi biasa. Selain warna yang dibalut hijau tua khas tentara, spesifikasi dan kelengkapan juga sesuai kebutuhan saat anggota TNI bertugas.

Paling tampak jelas suspensi depan teleskopik, bukan upside down. Lalu sisi belakang model monosok ditanggalkan, ganti dual sok dengan ukuran yang sangat panjang, mungkin demi kekuatan.

Terlihat juga tangkinya sangat besar, dipadu dengan jok yang panjang dan tebal. Lalu di belakang ada rak untuk tempat barang bawaan. Bahkan di depan, tepatnya di atas lampu juga terdapat rak. Setangnya sudah dilengkapi hand guard.

Bagaimana dengan mesin? Infonya tetap berbasis Diablo 200X namun ditingkatkan durabilitasnya. Yang pasti knalpotnya model udang dengan silencer di kanan atas ban belakang.

Selain detail di atas, untuk membedakan dengan versi biasa, Diablo 200X Military Version ini dikasih label “Military Version” di tutup gir starter, sedang di tutup keteng atas ada label “Kartika Eka Paksi”. Lalu di bodi tertempel peneng yang menerangkan merek, tipe sampai keterangan sertifikasi dari TNI AD.

Keren ya! (Otomotifnet.com)                                      

EDITOR

Dimas Pradopo

Top