Sabtu,2 April 2016 08:15 WIB

Penulis: Advetorial

Yamaha Mio Z

Menikung Bareng Yamaha Mio Z di Sentul, Enak Untuk Rebah

  • Foto: Salim

    Yamaha Mio Z Test Ride

  • Foto: Salim

    Yamaha Mio Z Test Ride

  • Foto: Salim

    Yamaha Mio Z Test Ride

  • Foto: Salim

    Yamaha Mio Z Test Ride

  • Foto: Salim

    Yamaha Mio Z Test Ride

  • Foto: Salim

    Yamaha Mio Z Test Ride

Yamaha Mio Z Test Ride

Bogor - Bertempat di Sentul International Karting Circuit, Rabu (30/3) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) secara resmi meluncurkan Mio Z, motor yang teasernya gencar diputar 2 minggu terakhir di berbagai media dengan jargon “Zagoan Super”. Bagaimana impresi first ride-nya?

Tepat seusai selubung dibuka, media dan perwakilan komunitas yang hadir diberi kesempatan untuk mencoba langsung di area paddock dan sirkuit.

Eits, tapi sebelum mencoba, penasaran apa sih yang baru? Menurut M. Abidin, GM Service & Motorsport Division PT YIMM, perbedaan ada di kaki-kaki, Mio Z pakai ukuran pelek dan ban lebih lebar.

Yamaha Mio Z Test Ride
 

Sebagai perbandingan, jika Mio M3 pakai pelek depan depan 1,40x14 dibalut ban 70/90-14 dan belakang ukuran 1,60x14 dengan ban 80/90-14. Sementara milik Mio Z jauh lebih besar, depan berukuran 1,60x14 dengan ban 80/80-14 dan belakang 2,50x14 dengan ban 100/70-14.

“Ibaratnya Mio M3 itu cheetah, kalau Mio Z ini macan,” lanjut Abidin. Dengan ukuran ban dan pelek lebih lebar, secara keseluruhan Mio Z jadi tampak lebih padat, sisi dalam sepatbor lebih berisi.

Lebih Pede Menikung

Nyemplak ke atas joknya, posisi duduknya persis dengan Mio M3, mengingat tinggi jok juga sama hanya 750 mm, sangat pendek sehingga rider 160 cm pun dijamin kaki masih bisa menapak ke tanah dengan mudah.

Posisi setang yang agak menekuk ke bawah dan belakang juga nyaman digenggam. Deknya lebar, membuat sepatu balap ukuran 43 pun dengan mudah masuk dan masih bisa bergeser-geser secara bebas. Bahkan bergaya ala road racer dengan menempatkan kaki ke belakang pun bisa.

Handicap pertama menaklukkan jalur zig-zag yang terbuat dari kun, dengan wheelbase hanya 1.260 mm dan bobot 94 kg, tantangan ini sangat mudah dilibas. Mio Z sangat lincah, tentunya pas nih di jalanan perkotaan yang padat.

Yamaha Mio Z Test Ride
 

Nah berikutnya baru masuk ke sirkuit, tarikan awal untuk melibas straight cukup bagus, performa mesin 125 cc Blue Core dengan tenaga maksimal 9,38 dk di 8.000 rpm dan torsi 9,6 Nm di putaran mesin 5.500 rpm cukup cepat melibasnya. Sebelum masuk tikungan pertama kecepatan sekitar 70 km/jam.

Yang bikin penasaran tentu saja performa kala melibas tikungan, bagaimana efeknya dengan ban yang lebih lebar? Nah di sini istimewanya, ternyata bikin lebih pede melibas tiap kelokan sirkuit gokart ini. Maklum saja karakter sasis khas Yamaha yang memang enak untuk rebah, stabil namun tetap lentur, kini dipadu ban lebih lebar.

Enggak heran jika saat rebah ke kiri gampang muncul suara “sreeekk”, karena standar samping menggasak aspal. Usahakan jangan diterusin rebahnya, karena grip ban bisa hilang lantaran terangkat.

Setelah masuk paddock dan cek ban, terlihat jika seluruh area ban yang bentuknya membulat habis menggasak aspal, tanpa menyisakan chicken strip, mantap!

Untuk ukuran ban standar, komposisi yang dipakai Mio Z ini ternyata tak hanya bikin tampilan motor keseluruhan lebih proporsional, namun menunjang juga saat bermanuver kencang.

EDITOR

Dimas Pradopo

Top