Jumat,20 Nov 2015 00:45 WIB

Penulis: Denta

Penjualan Meningkat, Ducati Tak Takut Kehilangan Eksklusivitas Merek

Foto: popo

penjualan ducati

Milan - Meraih peningkatan penjualan cukup tinggi di tahun 2015 hingga 50 ribu unit yang menjadi rekor tersendiri bagi pabrikan asal Bologna, Italia ini, tidak membuat Ducati risau akan ekslusivitas mereknya. CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali tetap yakin motor-motornya tetap premium meski terjual lebih banyak.

"Kami tidak khawatir karena kami tidak menurunkan harga sehingga motor akan tetap menjadi motor premium, kami tidak akan menjual murah," ungkapnya saat ditemui di booth Ducati di EICMA Italia (17/11).

"Motor kami memang untuk orang-orang yang ingin motor special. Jadi meskipun volumenya meningkat kami naik secara alami. Karena konsumen kami ada yang dari merek lain tapi kami tidak akan menurunkan harga sehingga tetap akan menjadi brand yang eksklusif, kami tetap akan menjadi motor yang mahal," yakin pria berperawakan kurus ini.

Bahkan jika dibandingkan dengan pabrikan Jepang, dirinya tetap yakin Ducati tetap lebih mewah, pasalnya penjualan merek lain yang mengutamakan kuantitas pasti akan lebih banyak.

"Meskipun kami menjual 60 ribu unit motor tahun depan, tetap saja angka itu jauh lebih kecil dari merek lain yang bisa menjual jutaan motor. Ducati akan tetap sedikit, jadi pemilik Ducati akan memiliki sesuatu yang eksklusif, tidak seperti motor-motor Jepang atau Amerika yang berada sangat banyak di jalanan, jadi kami tidak takut," yakinnya.

Jika dibandingkan dengan penjualan 2014 yang hanya 40.725 unit, sedang 2013 malah hanya 39.908 unit. Tahun ini tepatnya 50.000 unit hingga 10 November 2015 lalu yang artinya meningkat hingga 23 persen.

Sedang model yang paling laris, kini dipegang oleh Scrambler yang begitu baik diterima pasar dengan total penjualan sudah mencapai 14.644 unit dalam waktu kurang dari satu tahun. "Terima kasih juga pada kesuksesan Scrambler, sub brand ini memenangkan banyak fans baru," tutupnya. (motor.otomotifnet.com)

EDITOR

Denta

Top