Rabu,15 Juni 2016 15:45 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Strategi Honda Masuk ke Lebih Banyak Segmen Motor Baru

Foto: Istimewa

motor-baru-honda

Jakarta - Menguasai pangsa pasar hingga 72 persen tidak lantas membuat PT Astra Honda Motor berhenti mengembangkan produknya, bukan cuma menyiapkan pembaruan di motor-motor yang sudah beredar, tapi juga new model di segmen-segmen yang belum dimasuki Honda juga jadi incaran.

"Jika ada segmen yang menarik kita akan coba pelajari dan masuk," ungkap Johanes Loman, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) saat ditemui dipeluncuran Supra GTR 150 beberapa waktu yang lalu.

Lebih tegas Ia menjelaskan segmen-segmen sempit pun bukan masalah bagi Honda. "Segmen by segmen sekarang sangat tipis, kita akan tetap coba masuk," ungkapnya.

Contohnya seperti Supra GTR 150 yang dirancang untuk pecinta bebek bertenaga besar, padahal sebelumnya Honda sudah punya Sonic 150R di kategori super cub 150 cc. Meski begitu, keduanya punya perbedaan positioning. Supra GTR 150 untuk mereka yang suka jalan jauh, sedang Sonic 150R didesain lincah di dalam kota.

Sedang segmen baru yang juga sedang diincar, kabarnya adalah skutik 150 cc dengan harga yang lebih terjangkau dan trail ringan dengan mesin 150 cc. Namun ketika ditanya tentang kedua model anyar tersebut, pria ramah ini hanya tersenyum.

"Kalau memang pasarnya bagus kita akan pelajari," jawabnya diplomatis.

Sedang info yang diperoleh dari narasumber lain dari PT AHM, skutik 150 cc yang akan head to head dengan Yamaha NMAX ini baru akan masuk tahap produksi paling cepat tahun depan, ini sesuai rencana pabrikan asal Jepang ini.

Konsepnya tak jauh beda dari Honda PCX yang sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia tapi secara harga kurang kompetitif karena masih diimpor dari Vietnam. Sehingga skutik baru Honda ini akan diproduksi di Tanah Air.

Tentunya langkah ini menjadikan persaingan di semua segmen lebih menarik. Tidak ada lagi pabrikan yang melenggang sendirian. Persaingan membuat pabrikan berlomba memberika yang terbaik buat konsumen, ujungnya konsumen pula yang diuntungkan. (Otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top