Rabu,9 Maret 2016 10:00 WIB

Penulis: Otomotifnet

Bedah Teknologi All New Honda CBR150R, Serupa CB150R Tapi Beda!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Serupa CB150R Tapi Beda!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Injektornya punya 8 lubang dengan diameter 0,13 mm, yang sebelumnya cuma 6 lubang

  • Foto: Salim/otomotifnet

    All New CBR150R ini tanpa dilengkapi kick starter dan capasitor bank, jika aki drop harus didorong!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    . Lampu pakai LED, daya listriknya sangat kecil, yang depan total cuma 14,4 watt

  • Foto: Salim/otomotifnet

    DOHC namun pakai roller rocker arm seperti yang dipakai CBR250R, kelebihannya minim gesekan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Sistem pengisian pada kelistrikan kini cuma 1 phase karena lampu pakai LED, sebelumnya 3 phase. Efeknya, beban putaran magnet lebih ringan, performa meningkat dan lebih irit

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Sudut klep lebih tegak dan payungnya diameter lebih kecil. Klepnya pakai ukuran in 22 mm dan ex 19 mm, sedang CBR150R lama in 24,5 mm dan ex 21 mm

Jakarta - All New Honda CBR150R dibekali berbagai teknologi mesin terkini, yang menunjang agar performa lebih baik namun makin efisien dalam hal konsumsi bensin, dan tetap bikin nyaman pengendaranya. Dari sisi kelistrikan juga mengalami perubahan jika dibanding CBR150R lama.

Menurut Kenji Kawai, Large Project Leader Honda R&D Co., Ltd. Motorcycle R&D Center, basic mesin persis dengan All New CB150R, namun karakter sedikit beda, atasnya dibikin lebih smooth dan cepat melalui ubahan final gear dan mapping ECU. Apa saja teknologi yang diusung? Mari kupas setiap bagiannya. (motor.otomotifnet.com)

Mesin

Pertama kita bedah kepala silindernya. Agar efisiensi volumetrik lebih baik, sudut klep dibikin lebih tegak, klep in dibikin 16° dan ex 14° 30’, didukung dengan valve steam atau bosh klep kecil. Klepnya pakai ukuran in 22 dan ex 19 (CBR150R lama 24,5 & 21 mm). Mekanisme klepnya walaupun DOHC namun pakai roller rocker arm seperti yang dipakai CBR250R, kelebihannya minim gesekan. Dalam hal penyetelan juga lebih mudah, ganti shim tak perlu bongkar kem. Bentuk ruang bakar dibikin lebih kompak, pakai tipe pent roof yang bisa menghasilkan tenaga besar dan rasio kompresi mencapai 11,3:1.

Lalu piston, pin dan conrod dibikin lebih ringan. Silindernya punya sudut 40°, tujuannya mengurangi lekukan dari filter sampai ruang bakar, sehingga efisiensi volumetrik meningkat. Sirkulasi udara pun diklaim lebih baik, apalagi intake air duct diperpanjang. Sistem pendinginan pun beda, saluran air di silinder dari pompa langsung terintegrasi di dalam, enggak pakai selang di luar lagi. Silindernya sendiri terhadap kruk as dibikin offset, sehingga gesekan piston ke silinder lebih ringan. Lalu pakai spiny sleeve cylinder, yang punya transfer panas lebih baik dan mengurangi gesekan.

Keteng pakai model silent dan dilapis vanadium, punya sifat menyerap oli lebih baik sehingga mengurangi gesekan. Sedang piston dilapis molybdenum, untuk mengurangi gesekan serta mampu menyimpan oli lebih baik. Geser ke dalam crank case, agar minim getaran pakai balancer uniaxial, di mana putarannya berlawanan dengan crank shaft, sehingga bisa meredam getaran yang rawan timbul dari langkah piston panjang. Dalam rumah kopling pakai helical gear, model ini punya kelebihan suara lebih senyap, getaran kecil dan bearing lebih awet karena minim entakan dibanding gir lurus.

Guna meredam agar timbul getaran pula, rumah laher kruk as atau crank journal bush dikasih bahan yang lebih kuat. “Sehingga saat panas dan terjadi pemuaian, laher tetap didekap kencang. Kalau sampai longgar maka ikut memutar dan menimbulkan getaran serta makin panas,” terang Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor. Terakhir demi kenyamanan cover mesin dibikin lebih tipis, dan dikasih peredam dari karet, berada di sisi luar rumah kopling menempel di bak kopling. “Sehingga getaran bisa diredam termasuk suaranya,” imbuhnya.

Sistem Injeksi

Untuk pasokan bensin, All New CBR150R ini dibekali sistem injeksi close loop dengan total 7 buah sensor, yaitu MAP (Manifold Absolute Pressure) untuk membaca tekanan udara di throttle body, IAT (Intake Air Temperature) yang membaca suhu udara di intake, TP (Throttle Position) atau sensor yang membaca besarnya bukaan gas, ketiga sensor itu posisinya ada di throttle body yang berdiameter 30 mm. Berikutnya ada Bank Angle Sensor yang membaca sudut kemiringan, saat jatuh akan mematikan mesin. lalu ada sensor CKP (Crankshaft Position), memberikan input posisi putaran kruk as untuk menentukan kapan injektor menyemprotkan bensin.

Kemudian ada sensor ECT (Engine Coolant Temperatur) yang menginformasikan suhu mesin. Terakhir O2 sensor yang membaca hasil pembakaran di saluran buang, yang mana leher knalpotnya diperbesar. Sebagai otak pengaturan proses pembakaran, ada ECM (Engine Control Module). Kerjanya menerima input dari sensor-sensor kemudian memerintahkan kapan dan banyaknya injektor menyemprotkan bensin ke ruang bakar dan kapan busi memercikkan api. Oh iya, injektornya punya 8 lubang dengan diameter 0,13 mm. Businya pakai tipe berlapis nickel. All New CBR150R ini tanpa dilengkapi kick starter dan capasitor bank, jadi jika tegangan aki drop harus dicas ulang atau ganti baru, karena tak bisa distarter dorong.

Kelistrikan

Dengan menggunakan lampu LED, baik headlamp, sein maupun rem maka kebutuhan listrik lebih hemat. Daya listriknya memang sangat kecil, total depan saat pada posisi lampu dekat hanya 11,4 watt. Jika tambah lampu jauh jadi 14,4 watt saja. Sementara “alis” atau position lamp LED yang berjumlah 8 buah hanya 4,2 watt. Sedang sein satunya 2,5 watt. Terakhir lampu belakang posisi direm 2,2 watt, saat stand by cuma 0,3 watt. Kecilnya kebutuhan listrik, makanya ada perubahan sistem pengisian. “Kini hanya 1 phase tapi gelombang penuh,” terang Endro.

Sedikit di atas All New CB150R yang 1 phase ½ gelombang, “Karena CBR kontak on lampu langsung menyala dan tanpa kick starter, jadi butuh pasokan yang sedikit lebih besar,” imbuhnya. Kendati demikian tetap lebih kecil dari CBR sebelumnya yang 3 phase, “Dengan demikian beban putaran magnet lebih ringan, efeknya performa meningkat dan lebih irit,” lanjut Endro.

EDITOR

Denta

Top