Jumat,11 Sept 2015 12:43 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Data Lengkap Komparasi New V-Ixion Advance vs All New CB150R Versi OTOMOTIF!

Foto: OTO-Salim

Data Lengkap Komparasi New V-Ixion Advance vs All New CB150R Versi OTOMOTIF!



Jakarta - Akhir 2012 lalu Honda meluncurkan CB150R StreetFire dengan tujuan menggulingkan kekuasaan Yamaha V-Ixion di pasar motor sport. Namun ternyata hampir bersamaan keluar Yamaha New V-Ixion Lightning, yang ternyata tak mampu digoyahkan dengan penjualan sekitar 35 ribu per bulan, dan kesuksesannya sekarang dilanjutkan New V-Ixion Advance yang rilis bulan lima 2015.

Baru awal Agustus 2015 lalu Honda merevisi total CB150R untuk memberikan perlawanan, dengan tampilan dan mesin baru makanya dinamakan All New CB150R StreetFire. Bagaimana kekuatan keduanya?



OTOMOTIF menjabarkan keduanya dari berbagai aspek secara obyektif. Sehingga bisa jadi panduan untuk Anda yang mungkin sedang bingung memilih kedua motor 150 cc ini. Ada 8 parameter sekaligus yang kami gunakan untuk membandingkan keduanya, yaitu desain, fitur, teknologi, riding position, handling, performa, konsumsi bensin dan harga.

Performa ada 2 metode, pertama mengukur tenaga dan torsi on wheel pakai dynamometer Dynojet 250i. Kedua, mengukur akselerasi pakai alat Racelogic. Sementara konsumsi bensin diukur dengan metode full to full pakai bahan bakar beroktan 92 dan digunakan riding harian. Dilakukan sebanyak 3 kali, lalu diambil rata-rata. Pengukuran oleh tester berpostur 173 cm 64 kg.Seperti apa hasilnya?



DESAIN
Antara New CB150R dan New V-Ixion Advance punya garis desain yang mirip, sisi depan mulai lampu, shroud sampai bodi belakang serba tajam, hanya sedikit lengkungan di bawah jok belakang. Pembedanya pada rangka, New CB150R dengan teralisnya jadi berkesan berotot, sementara New V-Ixion Advance deltabox memberi kesan lebih sporti khas besutan balap.

Untuk menghilangkan kesan melompong di bawah mesin New V-Ixion Advance, dikasih under cowl sebagai perangkat standar. Sedang di New CB150R berkat desain rangka yang memeluk mesin, kendati belum ada under cowl masih terlihat padat, walaupun akan lebih keren kalau ada.



FITUR
Kedua motor ini kini dibekali fitur yang mirip, seperti kontak berada di ujung depan tangki, tutup tangki model rata, ban dan pelek lebar. Pembeda pertama New CB150R dibekali lampu LED, enggak hanya lampu utama, tapi juga sein dan rem. Sementara New V-Ixion Advance pakai bohlam biasa. Sorotannya tentu saja beda, New CB150R putih terlihat keren, namun sayang saat malam hari dan menerobos hujan pancarannya jadi remang-remang. Plus atau minus nih?

Berikutnya panel instrumen New CB150R full digital termasuk takometernya dan ada jam. Sedang New V-Ixion Advance takometer model analog ternyata lebih mudah dibaca dan ada sapaan ‘Hi Bro’, sayang tak ada jam. Info lain yang disajikan sama. Geser ke setang, New CB150R dibekali dudukan dengan peredam karet. Sayang di holder tak tampak engine cut off dan tombol dimer. Dua fitur itu ada di setang New V-Ixion Advance yang tanpa karet peredam.



Lanjut ke kaki-kaki, pelek dan ban depan New CB150R sedikit lebih lebar, 2.50x17 dibalut ban 100/80-17, sedang New V-Ixion Advance 2.15x17 dengan ban 90/80-17. Untuk belakang sama-sama pakai pelek 3.50x17 tapi beda ban, New CB150R 130/70-17 sedang New V-Ixion Advance 120/70-17.

Suspensi depan New V-Ixion Advance sedikit lebih besar dengan as berukuran 33 mm, sedang New CB150R hanya 31 mm. Namun New CB150R dibekali cakram lebih lebar, tepatnya 276 mm sedang New V-Ixion Advance hanya 245 mm. Untuk monosok sama-sama model link, beda sebutan saja. Di Honda pro-link sedang Yamaha monocross.

TEKNOLOGI
Dari sektor mesin New CB150R dibekali teknologi DOHC 4 klep dengan roller rocker arm. Piston berlapis molibdenum dan silinder spiny sleeve, throttle body 30 mm dan transmisi 6 speed. Sedang New V-Ixion Advance SOHC 4 klep, forged piston, DiAsil cylinder, throttle body 28 mm dan transmisi 5 speed. Sistem injeksinya sama-sama close loop dengan adanya O2 sensor.

Dari sektor kelistrikan, New CB150R mengusung kutub spul yang dilengkapi inti elektromagnet dan pengisian hanya 1 phase, karena beban kelistrikan ringan lantaran pakai LED. Sedang New V-Ixion Advance pakai pengisian 3 phase. Untuk memudahkan menghidupkan mesin saat aki drop, keduanya dibekali kapasitor untuk back up aki.


RIDING POSITION
Kendati sekilas mirip, namun posisi duduk keduanya ternyata berbeda. New CB150R menawarkan posisi duduk yang lebih rendah dan ujung jok lebih sempit, kaki jadi lebih menapak sempurna, kombinasinya setang yang jauh di depan sehingga untuk meraihnya lengan hampir lurus. Hasilnya berkendara jadi kurang rileks.

Sedang New V-Ixion Advance joknya ternyata lebih tinggi dan dipadu setang lebih dekat dengan badan, hasilnya siku sedikit lebih menekuk. Berkendara lebih rileks namun terasa lebih nungging.


HANDLING

New CB150R yang dibekali suspensi yang cenderung agak keras, terutama yang belakang, ditambah ban lebar menawarkan handling yang sangat nikmat untuk penggemar kecepatan tinggi, karena nurut dan stabil walaupun diajak menikung kencang. Kekurangannya memang jadi kurang nyaman jika melibas jalan tak rata, tapi pas untuk berboncengan. Beda dengan New V-Ixion Advance, redaman suspensinya empuk banget kendati sendirian. Hasilnya melibas jalan rusak jadi nyaman, pinggang enggak sakit. Untuk perjalana sehari-hari pas banget nih! Namun kurang cocok untuk yang suka cornering, karena bodi belakang cenderung mengayun efek dari suspensi yang terlalu empuk.


PERFORMA
Jika ditarik ke belakang, performa New CB150R terdahulu dengan mesin DOHC konvensional justru lebih tinggi dari mesin anyarnya. Secara gap hasil pengetesan, mesin baru ini malah jadi beda tipis dari mesin New V-Ixion Advance yang notabene tak banyak perubahan sejak awal kecuali melakukan penyesuaian dengan standarisasi Euro 3.

Pengukuran pertama di atas dyno. Ternyata tenaga dan torsi All New CB150R beda tipis dibanding New V-Ixion Advance. Tenaga New CB150R ini maksimalnya mencapai 14,65 dk di putaran mesin 9.100 rpm, sedang torsi 13 Nm di 7.000 rpm. Sementara New V-Ixion Advance mencatat 14,17 dk di 8.800 rpm dan torsi 12,76 Nm di 7.050 rpm.


Jika melihat grafiknya, New V-Ixion Advance lebih unggul di bawah 4.300 rpm, setelah itu New CB150R yang lebih mendominasi, terutama antara 5.000-7.000 rpm, rentang di mana sering dipakai saat riding harian. Tapi di 7.800 rpm ternyata tenaga dan torsi keduanya sama.

Beda tipis ternyata juga terjadi di pengukuran akselerasi dan top speed. Ambil contoh pencapaian kecepatan 100 km/jam, New CB150R butuh waktu 13,5 detik, sedang New V-Ixion Advance 13,9 detik. Lalu untuk jarak 0-201 meter New CB150R cukup 11,5 detik, sementara New V-Ixion Advance beda tipis 11,6 detik. Pencapaian top speed juga tak jauh beda, New CB150R di Racelogic tercatat 117,2 km/jam, sedang NVA 115,5 km/jam.


KONSUMSI BENSIN
Punya tenaga dan torsi yang lebih mumpuni di rentang putaran mesin menengah, yang sering terpakai saat riding harian, membuat penggunaan CB150R lebih jarang betot gas dalam-dalam. Tak heran jika andalan Honda ini sedikit lebih hemat dalam hal konsumsi bensin. Bisa mencatatkan rata-rata 41,5 km/lt, sedang NVA 37 km/lt.


HARGA
All New CB150R StreetFire ditawarkan lebih mahal, tepatnya Rp 25,4 juta, sedang New V-Ixion Advance Rp 24,25 untuk motif standar dan Rp 24,65 juta untuk versi livery MotoGP.

KESIMPULAN
Hemm.. Setelah mencoba keduanya, Tim OTOMOTIF malah dibuat semakin bingung. Sebaiknya memang sesuaikan dengan kebutuhan. Desain bisa mengikuti selera, fitur masing-masing punya plus-minus, sedang performa mesin beda tipis sekali boleh dibilang seimbang. Urusan handling, jika New V-Ixion Advance mengutamakan kenyamanan berkendara harian, New CB150R justru memanjakan mereka yang senang ngebut dengan karakter suspensi agak keras. Berikut rangkumannya:

Keunggulan All New Honda CB150R StreetFire
Ukuran Kaki-kaki lebih kekar
Hasil pengukuran dyno dan akselerasi lebih tinggi
Konsumsi bensin lebih irit
Handling lebih pas untuk cornering

Keunggulan Yamaha New V-Ixion Advance
Keunggulan Posisi duduk lebih rileks untuk jalan jauh
Suspensi nyaman dipakai harian
Fitur lebih komplet
Harga lebih murah








EDITOR

Dimas Pradopo

Top