Rabu,8 Juni 2016 15:39 WIB

Penulis: otomotifnet

Data Lengkap Test Ride Kawasaki Z125 PRO, Kecil-Kecil Bisa Ngacir Juga!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Bentuknya mirip moge Kawasaki, desain yang disajikan adaptasi dari keluarga Z series.

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Lampu belakang LED berbentuk ā€˜Zā€™, layaknya Z800

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Knalpot underbelly bersuara garing

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Enggak egois, disediakan footstep untuk boncenger

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Posisi duduk nyaman karena setang tinggi dan joknya empuk

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Di bawah jok tidak ada ruang penyimpanan, cuma ada tempat tool kits

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Suspensi belakang model offset laydown dengan 5 step preload

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pada putaran mesin lebih dari 6.500 rpm, setang terasa bergetar

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Tinggi jok hanya 780 mm

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Diduduki rider dengan tinggi 168 cm, paha berada sejajar dengan tinggi tangki

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Spidometer mudah dibaca dengan perpaduan analog dan digital

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Shroud tangki seperti Kawasaki Z1000, pindah ke buntut ada lampu Z800 yang diperkecil. Batok lampu persis Kawasaki ER-6n. Sok depan sudah upside down, yang belakang tunggal diposisi samping mengingatkan kita pada Kawasaki Versys 650

Top speed masih bisa menggapai angka 102 km/jam baik di Racelogic ataupun spidometer, lumayan kan!

Jalanan Jakarta yang terbentang luas.. Coba kita taklukan dengan si kecil Kawasaki Z125 PRO! Motor sport bermesin bebek, bergaya moge ini dibanderol Rp 29,9 juta sampai Jakata Fair 2016 dan selanjutnya akan naik jadi Rp 30,8 juta. Lalu, bagaimana impresinya saat diajak kongkow, jalan santai sampai ngebut? Cekidot bro! (otomotifnet.com)

Kawasaki Z125 PRO
Shroud tangki seperti Kawasaki Z1000, pindah ke buntut ada lampu Z800 yang diperkecil. Batok lampu persis Kawasaki ER-6n. Sok depan sudah upside down, yang belakang tunggal diposisi samping mengingatkan kita pada Kawasaki Versys 650

Desain
Sampai capek jadi pusat perhatian di jalan. Persis kaya salesman menjelaskan pertanyaan calon pembeli. Pastinya karena ukurannya yang mungil dan desainnya unik.

Diameter rodanya cuma 12 inci, lebar 2,15 inci untuk depan dan 3,5 inci di belakang. Tapi bentuknya mirip moge Kawasaki, desain yang disajikan adaptasi dari keluarga Z series.

Shroud tangki seperti Kawasaki Z1000, pindah ke buntut ada lampu Z800 yang diperkecil. Batok lampu persis Kawasaki ER-6n. Sok depan sudah upside down, yang belakang tunggal diposisi samping mengingatkan kita pada Kawasaki Versys 650. Penempatan knalpot under belly atau di kolong mesin. Di area kolong terlihat kiprok besarnya yang begitu mencolok dan terasa mengganggu estetika.

Kawasaki Z125 PRO
Spidometer mudah dibaca dengan perpaduan analog dan digital

Fitur & Teknologi
Panel di setang sebelah kanan mirip gas spontan lengkap dengan tombol starter dan engine cut off. Sebelah kiri seperti biasa ada tombol lampu sein, klakson dan lampu jauh.

Panel indikatornya kombinasi takometer analog dan layar LCD digital multi-fungsi berwarna oranye. Odometer dan jam terlihat terlalu kecil agak susah dilihat. Sedang fitur yang bisa ditemui lainnya pada layar digital ini adalah posisi gear, fuelmeter, spidometer, jam, odometer dan tripmeter A & B.

Meskipun terlihat kecil ternyata tangkinya berkapasitas 7,4 liter dengan tutup tangki model rata. Kaki – kakinya kekar dengan dibekali ban depan berukuran 100/90-12 dan belakang 120/70-12.

Sistem pengeremannya, yang depan pakai kaliper 1 piston dengan cakram 200 mm yang terasa kurang menggigit dan cenderung ngebagel saat ditekan. Lain dengan belakang yang dibekali kaliper 1 piston dengan diameter cakram 180 mm justru lebih pakem, injak sedikit langsung ngepottt!

Kawasaki Z125 PRO
Posisi duduk nyaman karena setang tinggi dan joknya empuk

Riding Position & Handling
Diduduki rider dengan tinggi 168 cm, paha berada sejajar dengan tinggi tangki. Posisi duduk nyaman karena setang dengan raiser cukup tinggi. Apalagi tinggi jok hanya 780 mm, kurang lebih seperti naik skutik, postur dibawah 165 cm dipastikan masih enjoy.

Beratnya cuma 101 kg enteng banget saat menggeser di parkiran. Joknya enggak egois, masih bisa boncengan dan dilengkapi dengan footstep belakang. Tapi karena kecil, ruang boncenger juga enggak luas. Yang langsing-langsing aja ya hehe..

Sokbreker belakang model offset-laydown disertai 5 step pilihan preload. Untuk tester dengan bobot 57 kg, setelan sengaja diset di step ke-2. Sudah cukup nyaman dan rebound tergolong lembut.

Sedang suspensi depan menggunakan upside down dengan diameter as 30 mm. Tampak sporti tapi terasa sedikit limbung, kerasnya sudah cukup namun reboundnya cepat. Sehingga untuk melewati jalan gelombang dan tikungan bagian depan kurang stabil.

Kawasaki Z125 PRO
Bentuknya mirip moge Kawasaki, desain yang disajikan adaptasi dari keluarga Z series.

Performa
Motor ini dibekali mesin berkapasitas 125 cc dengan bore 56 mm dan stroke 50,6 mm yang mempunyai tenaga puncak 9,4 dk @ 7.500 rpm persis seperti Kawasaki Athelete Pro. Perbedaannya Z125 PRO sudah memakai sistem injeksi dengan throttle body 24 mm.

Z125 PRO dilengkapi dengan transmisi manual 4-percepatan dengan perpindahan gigi layaknya motor sport. Gigi 1 diinjak kemudian seterusnya dicungkil.

Kopling manualnya empuk gak bikin pegal selama perjalanan. Karakter tiap perpindahan giginya overdrive, terutama dari gigi 2 ke 3 sangat terasa rpm drop. Idealnya perpindahan gigi dilakukan tiap 6.500 rpm, lebih dari itu akan terasa getaran pada setang dan footstep.

Tapi jangan salah, karena top speednya masih bisa menggapai angka 102 km/jam baik di Racelogic ataupun spidometer, lumayan kan!

Mesinnya terdengar halus dengan suara knalpot garing. Tapi entah kenapa terdengar suara dengung seperti berasal dari area kopling, suara itu hanya terdengar pada 3.500 sampai 5.000 rpm selebihnya hilang.

Konsumsi Bensin
Dipakai dalam perjalanan sehari–hari dengan menempuh berbagai kondisi jalanan Ibu Kota yang macet dan tidak rata, motor ini berhasil mencatatkan konsumsi bahan bakar 43,4 km/lt. Pengetesan dilakukan dengan metode full to full menggunakan bahan bakar beroktan 95 oleh tester 57 kg.

Data Test:
0 – 60 km/jam: 5, 5 detik
0 – 80 km/jam: 11, 5 detik
0 – 100 km/jam: 24, 9 detik
0 – 100m: 8 detik (67, 1 km/jam)
0 – 201m: 12, 9 detik (82, 5 km/jam)
0 – 402m: 21, 1 detik (92, 9 km/jam)
Top speed racelogic: 102 km/jam
Top speed spidometer: 102 km/jam
Konsumsi besin: 43, 4 km/l

Spesifikasi
Tipe       : 4-Tak, SOHC, 2 katup
Kapasitas  : 125 CC
Perbandingan Kompresi : 9.8 : 1
Bore x stroke   : 56 mm x 50,6 mm
Sistem Bahan Bakar   : Fuel Injected Ø24 mm
Sistem starter  : Electric
Kopling    : Tipe basah, manual
Transmisi  : 4 percepatan
Tenaga Maksimal : 9.4 dk / 7,500 rpm
Torsi Maksimal  : 9.5 N.m / 6,000 rpm
Suspensi Depan  : Upside down diameter as 30 mm
Suspensi Belakang    : Suspensi tunggal model offset laydown dengan adjustable preload
Rem Depan  : Satu piston 200 mm
Rem Belakang    : Satu piston 180 mm
Ban Depan  : 100/90 – 12 49J
Ban Belakang    : 120/70 – 12 51L
Kapasitas Tangki     : 7.4 liter
Panjang x lebar x tinggi : 1,700 mm x 750 mm x 1,005 mm
Jarak Roda : 1,175 mm
Jarak ke permukaan   : 155 mm
Tinggi Jok : 780 mm
Bobot : 101 Kg

EDITOR

Dimas Pradopo

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top