Jumat,20 Mei 2016 13:38 WIB

Penulis: otomotifnet

Data Test Ride Lengkap Yamaha MT-09 Tracer, Slim dan Torsi Besar!

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

  • Foto: Salim

    Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

 

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
 

Jakarta - Sedikit berbeda dengan motor penjelajah kebanyakan, Yamaha menyuguhkan menu yang baru. Ramping, ringan dan torsi besar, itulah kesan saat Test Ride Yamaha  MT-09 Tracer yang sudah OTOMOTIF jajal ini. Pasti penasaran dengan performa motor yang dijual Rp 325 juta OTR Jakarta ini kan? Gas terus bro

Desain
Sesuai konsep, ramping bisa dilihat dari tangki ke belakang. Di buritan, memang tidak terlihat menarik karena yang menonjol justru braket untuk side box yang dijual terpisah. Bagian depannya justru lebih berkesan, headlamp meruncing khas motor sport dibalut kedok kecil dan shroud yang tampak kekar.

Windscreen-nya terlalu imut,embusan angin masih sangat terasa sampai ke dada, namun sudah punya 3 pilihan ketinggian. Jika mengalihkan pandangan ke bawah, lengan ayun gaya pisang tampak kompak dengan knalpot underbelly. Distribusi bobot ada di tengah tapi tabung knalpot menjadi rendah, hati-hati saat lewat polisi tidur.

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
 

Fitur & Teknologi
Agar ringan, Yamaha sengaja mereduksi bobot dengan pemilihan material aluminium pada sasis dan swing arm. Hasilnya, bobot isi lengkap dengan bensin dan oli hanya 210 kg. Dipadu tenaga puncak 113,4 dk, di atas kertas, power to weight ratio-nya jadi besar.

Sedang teknologi mesinnya sama seperti MT-09, 3 silinder dengan kapasitas mesin 847 cc, torsinya dikenal badak, mencapai 87,5 Nm @ 8,500 rpm.

Saat berkendara, Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T) yang digabungkan dengan fitur D-Mode, ada 3 mode yaitu STD, A dan B. Untuk safety dilengkapi pula dengan traction control (TC) tanpa pilihan step dan Anti Lock Brake System (ABS).

Suspensi belakang pakai link monocross dan bisa disetel preload 7 step dan rebound. Sedang depan pakai upside down travel 137 mm dengan fitur setelan yang sama.

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
 

Panel instrumennya berbentuk kotak dibekali 2 LCD besar full digital yang mudah dipantau, informasi yang disajikan terbilang lengkap. Layar sebelah kiri menampilkan spidometer, takometer, jam, fuelmeter, power mode dan indikator ECO yang akan menyala ketika cara bawa rider tergolong irit.

Sedangkan layar sebelah kanannya terdapat gear position, suhu mesin, suhu udara, time trip, trip 1 & 2, odometer, fuel average, dan current fuel.

Untuk melakukan pengaturan pada menu, dilakukan dengan menahan tombol menu di saklar kiri. Terakhir kalimat “See You Next Time” akan muncul ketika kontak dimatikan sebagai salam perpisahan, so sweet hehe..

Lampu utamanya LED terang banget, arah sinar lampu bisa diatur hanya dengan memutar pegangan berbentuk bintang tepat di belakang reflektor, putar ke kiri untuk meninggikan dan sebaliknya. Reflektor kanan dan kiri dapat diatur pada ketinggian yang berbeda.

Di balik spidometer sisi kiri teradapat power outlet 12V yang bisa digunakan untuk charging smartphone, bisa juga jadi power GPS nih!

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
 

Riding Position & Handling 
Nyemplak Yamaha MT-09 Tracer tentunya berbeda dengan MT- 09. Punggung tegap karena setangnya tinggi dan lebar, posisi kaki agak ke belakang sehingga membuat kesan sporti tetap terasa. 

Tinggi jok bisa diatur, paling tinggi 860 mm dan paling rendah 845 mm. Untuk tester dengan postur 168 cm, yang paling rendah terasa lebih nyaman meski kaki masih jinjit.

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
 

Permukaan jok lebar dan empuk, menambah kenyamanan berkendara. Tangki bagian belakang menyempit, sehingga paha gak perlu membuka lebar. Suhu mesin lumayan terasa hangat di area lutut dan paha bagian bawah saat berkendara, wajar saja karena suhu bisa sampai 107° C saat berada di kemacetan.

Sasis aluminiumnya memberikan handling yang presisi karena lebih rigid. Bobotnya ringan hanya 210 kg membuatnya lincah walaupun butuh usaha lebih ketika selap-selip di jalan macet karena ukurannya yang tergolong bongsor.

Agar makin pede saat menikung dan nyaman, suspensi diatur ulang sesuai bobot tester. Mudah dan bisa dilakukan sendiri karena kunci khususnya ada di bawah jok.

Setingan standar terlalu lembut dan mengayun, untuk itu tester 57 kg lebih cocok pada posisi preload sokbreker belakang step ke 3, sedangkan rebound ada pada 1½ putaran dari titik paling keras.

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
Test Ride Yamaha MT-09 Tracer

Performa
Tombol starter mirip Yamaha Xabre, menyatu dengan engine cut off, menyalakan tinggal geser ke bawah. Seketika, suara agak kasar khas crossplane langsung terdengar. Masuk gigi 1 terasa gagah diiringi bunyi cletak!

Putar gas dan torsi pun langsung terasa galak sejak putaran rendah. Pada 4.500 rpm, akan terasa getaran khas mesin tiga silinder. Suara knalpot standarnya halus banget! Meski power mode berada pada posisi STD (standar), akselerasinya sudah sangat responsif.

Untuk menggapai 100 km/jam dari diam cukup ditempuh dalam waktu 4 detik. Sedang jarak 402 meter dilibas hanya 11,7 detik. Data Belum puas dengan mode STD, bisa coba mode A. Jangan asal buka gas! Karena akselerasinya jadi terlalu responsif dan terlalu menghentak.

Mode yang paling pas untuk menyusuri jalan dalam kota yaitu B. Pada mode ini respon mesin jadi lebih smooth dan mudah dikendalikan.

Test Ride Yamaha MT-09 Tracer
 

Konsumsi Bensin
Konsumsi bensin dari Master of Torque’ ini hanya 15,5 km/liter pakai mode A. Tapi jadi lebih efisien saat berkendara pada power mode STD dan B yaitu 18,1 km/liter. Oiya, bobot tester 57 kg dan pakai bensin oktan 95. 

Data test Yamaha  MT-09 Tracer
0-60 km/j : 2,1 detik
0-80 km/j : 2,7 detik
0-100 km/j : 4 detik
0-100 m : 5,2 detik
0-201 m : 7,7 detik
0-402 m : 11,7 detik
Konsumsi bensin : 18,1 km/lt
Ket: Mode STD

Data Spesifikasi Yamaha  MT-09 Tracer
Engine type : 3-Cylinder, liquid-cooled, 4-stroke, DOHC, 4-valves
Displacement : 847 cm³
Bore x stroke : 78.0 mm x 59.1 mm
Compression ratio : 11,5 : 1
Maximum power : 113,4 dk / 10,000 rpm
Maximum Torque : 87.5 Nm / 8,500 rpm
Clutch Type : Wet, Multiple Disc
Carburettor : Fuel Injection
Ignition system : TCI
Starter system : Electric
Transmission system : Constant Mesh, 6-speed
Frame : Diamond
Front suspension : Telescopic forks
Front travel : 137 mm
Caster Angle : 24º
Trail : 100 mm
Rear suspension : Swingarm, (Link type suspension)
Rear Travel : 130 mm
Front brake : Hydraulic dual disc, Ø 298 mm
Rear brake : Hydraulic single disc, Ø 245 mm
Front tyre : 120/70ZR17M/C (58W) (Tubeless)
Rear tyre : 180/55ZR17M/C (73W) (Tubeless)
Overall length : 2,160 mm
Overall width : 950 mm
Overall height : 1,345 mm max 1,375 mm
Seat height : 845 mm max 860 mm
Wheel base : 1,440 mm
Ground clearance : 135 mm
Wet weight : 210kg (including full oil and fuel tank)
Fuel tank capacity : 18 L
Oil tank capacity : 3.4 L

EDITOR

Dimas Pradopo

Top