Selasa,25 Okt 2016 07:36 WIB

Penulis: otomotifnet

First Impression BMW G 310 R, Cocok Buat Biker Asia

  • Foto: Salim/otomotifnet

    First Impression BMW G 310 R

  • Foto: Salim/otomotifnet

    First Impression BMW G 310 R

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Spidometer full digital, tampilan sederhana tapi lengkap. Ada takometer, odometer, tripmeter, fuelmeter, konsumsi bensin ratarata dan aktual, juga ada indikator posisi gigi dan jam digital

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Dudukan kaliper depan sudah radial, disc-nya lebar banget nih!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Swing arm berkarakter, rib yang biasanya diumpetin justru ditampilkan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Joknya rendah tapi tinggi pada area boncenger, pengendara seakan masuk saat duduk

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pipa knalpotnya malah menghadap ke sokbreker belakang

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Radiatornya besar banget, memastikan enggak overheat di negara tropis seperti Indonesia

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Di bawah jok ada ruang penyimpanan, bisa buat taruh tool kit

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Mesin DOHC 4 klepnya punya kemiringan silinder terbalik, unik ya?

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Lampu sein dan rem sudah LED, desainnya mirip moge BMW yang lain

  • Foto: Salim/otomotifnet

    First Impression BMW G 310 R

Jakarta - November tahun lalu, OTOMOTIF sudah bertemu dengan motor bermesin 313 cc ini di pameran EICMA 2015 di Milan, Italia, eh Agustus lalu sudah dipajang di GIIAS 2016. Sayang display-nya ada di atas sebuah rak raksasa di booth BMW Motorrad, jadi susah untuk melihat dari dekat.

Beruntung, sebelum unit prototype ini dikembalikan ke negara asalnya, OTOMOTIF sempat narsis bareng ‘the budget Bimmer’. Meski paling murah diantara motor premium BMW, tapi diklaim paling mudah dikendarai.

Secara teknologi dibuat oleh tim BMW Motorrad di Jerman namun untuk menekan biaya produksi, perakitan dilakukan di Bangalore, India berkat kerjasama dengan TVS Motor Company. Tentunya dengan standar yang ketat seperti yang diterapkan di pabrik BMW Motorrad di Berlin-Spandau, Jerman. Yuk simak detailnya! • (Popo / otomotifnet.com)

First Impression BMW G 310 R
 

Desain Kekar
Sekilas bentuknya mirip BMW S 1000 R, sporti tapi tetap maskulin. Dengan tampilan berotot pada tangki yang kekar, dan shroud yang lebar karena harus mendekap radiatornya yang memang besar.

Tampang depannya memang tak terlalu istimewa, lampunya bermata satu dengan bohlam tipe H4. Yang menarik, justru beberapa detailnya persis moge mewah BMW. Lampu sein misalnya, seragam dengan R 1200 GS, atau sepatbor belakangnya yang mirip banget dengan R nineT.

Kaki-kakinya juga kekar, selain sudah pakai upside down berdiameter 41 mm dan roda 110/70-17. Yang belakang dibekali lengan ayun aluminium, desainnya berkarakter karena sisi yang punya tulangan penguat justru diletakan di luar.

Di buritan pelek lebar 4 inci, dibalut karet bundar 150/60-17, pantas saja tampak semok. Saat coba ditekan, sokbreker depan yang punya tabung warna gold ini amblas pelan dengan lembut. Sedang yang belakang, ketika ditekan baliknya lambat. Sepertinya sih nyaman namun tetap stabil enggak mentul-mentul saat langkah rebound.

Semua remnya pakai cakram dari Bybre, sub brand Brembo untuk produk entry level. Khusus yang depan pakai disc brake berdiameter 300 mm, lebar ya! Keduanya juga sudah dibekali antilock brake system (ABS) yang modulnya disimpan di bawah jok.

First Impression BMW G 310 R
 

Posidi Duduk Rendah
Meski belum sempat riding, tapi setidaknya saat merasakan posisi duduknya cukup nyaman untuk orang Asia. Pasalnya tinggi joknya cuma 785 mm, tester OTOMOTIF dengan tinggi badan cuma 165 cm masih sangat nyaman, kedua kaki bisa menapak sempurna.

Selain jok rendah, pada bagian depan, tepatnya yang dijepit tangki juga menyempit jadi enggak perlu ngangkang. Tapi tenang, bagian belakang jok tetap lebar sehingga bokong mendapat tatakan penuh dan busanya tergolong empuk.

Asiknya lagi, setangnya juga tinggi, badan jadi tegak dan punya sudut setang yang tidak terlalu menekuk ke dalam. Pas banget deh! Jadi enggak sabar untuk mencobanya. Apalagi BMW Motorrad mengklaim berkendara dengan motor ini, saking mudahnya untuk dikendalikan jadi bebas stres meski riding di tengah hiruk pikuk dan keramaian kota.

“Sabar ya ini masih prototype, nanti kalau sudah datang yang mass production, kita no problem, coba saja,” bisik Joe Frans, CEO BMW Motorrad-Maxindo Moto, authorized distributor motor BMW di Indonesia.

First Impression BMW G 310 R
 

Konstruksi Mesin Aneh
Kenyamanan tersambung juga ditopang oleh mesin DOHC baru yang konstruksinya bisa dibilang aneh.  Mesinnya diputar 180º hingga lubang intake, throttle body 42 mm dan air box-nya pindah ke depan, tepatnya di bawah komstir. Sedang yang belakang justru pipa header knalpot menghadap sokbreker belakang.

Ada beberapa keuntungan dengan konstruksi ini, yang pertama adalah mampu menurunkan centre gravity dan menggesernya ke roda depan sehingga lebih mudah diajak bermanuver.

Yang kedua, membuat aliran udara yang masuk ke ruang bakar mengalir lebih cepat tanpa hambatan. Dengan karakter overbore (piston 80 mm dan stroke 62,1 mm), powernya 34 dk dan punya puncak torsi 28 Nm. Saat diblayer dalam kondisi diam, bar takometernya teriak cepat sekali menuju limiter di kisaran 11.000 rpm.

Teknologinya, beberapa komponen mendapatkan DLC coating (Diamond Like Carbon) seperti pada rocker arm sehingga saat mengoperasikan empat klep-nya minim friksi. Lapisan ini juga bisa ditemui pada pin piston. Sedang liner silinder terbuat dari unsur Nikasil.

Emisinya lolos standarisas Euro 4 berkat injeksi close loop, aplikasi engine control BMS-E2 serta secondary air system. Oiya, catalytic converter-nya dipasang di dua posisi, di dalam pipa header dan silencer knalpot.

Kapan Dijual Di Indonesia?
Delivery pertama di Eropa bulan Oktober ini, namun untuk Indonesia masih belum ada tanggal pasti untuk dapat dipinang,” beber Joe. “Sebenarnya motor ini adalah kesempatan bagus untuk bisa mengembangkan brand BMW Motorrad di Indonesia, cuma harus tepat timing dan strateginya,” ungkapnya seraya menjelaskan jika konsumen G 310 R bisa jadi berbeda dengan konsumen moge BMW saat ini.

Tentunya karena secara harga jauh berbeda, jika saat ini hampir semua line up BMW Motorrad di pasarkan di atas Rp 500 juta, motor ini diperkirakan harganya masih berkisar Rp 100 jutaan. Minat?

Data Spesifikasi
Mesin
Tipe mesin : Berpendingin air, satu silinder 4-tak, DOHC 4 klep
Piston x langkah : 80 mm x 62,1 mm
Isi silinder : 313 cc
Tenaga maksimal : 34 dk @ 9.500 rpm (ECE Version)
Torsi maksimal : 28 Nm @ 7.500 rpm
Rasio kompresi : 10,6 : 1
Pengabutan bahan bakar : Electronic fuel injection, BMS-E2
Perangkat emisi : Closed-loop 3-way catalytic converter, emission standard EU-4
Kecepata maksimum : 143 km/jam*
Konsumsi bensin : 3,33 liter / 100 km*
Bahan bakar : Oktan 95
Kelistrikan
Alternator : 330 W
Aki : 12 V / 8 Ah, maintenance free
Transmisi
Kopling : Multiple-disc terendam oli
Gearbox : Synchromesh 6-speed
Rangka & Rem
Rangka : Bolted steel frame, drive unit loadbearing, tubular steel rear frame
Suspensi depan : Upside down fork , Ø 41 mm
Suspensi belakang : Solid die-cast aluminum swingarm, directly hinged monoshock, adjustable preload
Jarak main suspensi depan / belakang : 140 mm / 131 mm
Jarak sumbu roda : 1,374 mm
Radius putar : 64,9°
Pelek : Cast aluminium wheels
Pelek depan : 3.0 x 17”
Pelek belakang : 4.0 x 17”
Roda depan : 110/70 R 17
Roda belakang : 150/60 R 17
Rem depan : Single disc, diameter 300 mm, 4-piston fixed caliper, radially bolted
Rem belakang : Single disc, diameter 240 mm, single-piston floating caliper
ABS : BMW Motorrad ABS
Dimensi
Panjang : 2.005 mm
Lebar : 820 mm
Tinggi : 1.080 mm
Tinggi jok : 785 mm
Berat isi : 158,5 kg
Kapasitas tangki : 11 liter
*ket: klaim pabrik

 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top