Rabu,22 Juni 2016 10:10 WIB

Penulis: otomotifnet

First Impression Motor Listrik Garansindo-ITS, Lebih Hemat 50%

  • Foto: domas/otomotifnet

    Motor Listrik Garansindo-ITS, GESITS

  • Foto: domas/otomotifnet

    Monitoring kinerja GESITS cukup mudah, tinggal install aplikasi yang bisa didownload di smartphone berbasis Android. Data yang bisa dipantau adalah kecepatan, putaran mesin, voltase dan suhu motor listriknya.

  • Foto: domas/otomotifnet

    Baterai jadi satu-satunya komponen yang diimpor, posisinya ada di bawah jok. Garansindo akan mengembangkan sistem tukar tambah baterai. Pemilik GESITS bisa menukar baterai kosong dengan yang terisi penuh di gerai seperti mini market atau SPBU.

  • Foto: domas/otomotifnet

    Langsung dijajal oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D

  • Foto: domas/otomotifnet

    Motor listrik dan controller-nya dirancang oleh ITS dan akan diproduksi masal di dalam negeri. Motor listrik ini sudah memiliki teknologi regenerative brake, saat deselerasi otomatis motor listik akan melakukan pengisian baterai

  • Foto: domas/otomotifnet

    Sistem penggeraknya berbeda dari skutik konvensional, layaknya motor sport, GESITS pakai swing arm dan suspensi tunggal di tengah

  • Foto: domas/otomotifnet

    Harun Sjech dan DR. M. Nur Yuniarto, yakin produknya diterima pasar jika harganya masuk akal dan ketersediaan part juga mendukung

Konsumsi energinya bisa lebih hemat hingga 50 % bila dibandingkan dengan skutik bermesin bakar

Jika pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 masih kerangka dan komponen, kini motor listrik hasil kolaborasi Garansindo Group dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sudah berbentuk motor. GESITS namanya, yang merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS.

Dari desain Motor Listrik Garansindo-ITS dirancang futuristik. Meski motor listrik, tampilannya harus cantik dong! Pakai lampu LED dan punya dimensi cukup gagah. Secara konstruksi persis skutik pada umumnya. Punya ruang pijakan kaki luas dan roda ring 14 inci. Meski begitu, ada beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan skutik konvensional bermesin bakar.

Paling mencolok adalah roda belakangnya, pakai model swing arm dan monoshock di tengah layaknya motor sport. Sedang penggerak roda belakang menggunakan belt. Tentunya tak seperti skutik konvensional yang komponen CVT-nya menjadi lengan ayun.

Sedang tenaga penggeraknya, GESITS dibekali dengan motor listrik berspesifikasi 5kW dan menggunakan baterai lithium ion yang disimpan di bawah jok. Dalam kondisi baterai terisi penuh, bisa menempuh jarah 80 sampai 100 km. Sedang pengisian baterai butuh waktu 1½ sampai 3 jam saja.

Performanya, GESITS bisa diajak ngebut hingga 100 km/jam atau setara dengan skutik bermesin bakar dengan kapasitas 125 cc. Sistem penggeraknya menggunakan belt dengan single ratio yang punya perbandingan final gear 1:3,57. Jadi benar-benar automatic nih, tinggal gas saja sudah ngacir.

Meski belum dibuktikan lewat pengetesan, di atas kertas motor listrik Garasidon-ITS alias GESITS ini berpotensi menawarkan biaya operasional yang lebih rendah ketimbang skutik konvensional bermesin bakar. “Konsumsi energinya bisa lebih hemat hingga 50 % bila dibandingkan dengan skutik bermesin bakar,” buka DR. M. Nur. Yuniarto, ketua tim riset GESITS.

“1 kWh pada baterainya bisa menempuh jarak 20 km, jika biaya listrik per kWH adalah Rp 1.500 tentunya lebih murah dari biaya bensin,” jelasnya. Sebagai pembanding, skutik peminum bensin bisa menempuh 40 km dengan satu liter bensin. Jika harga bensin Rp 7.000, maka menempuh 20 km butuh biaya Rp 3.500.

Selain hemat, tentunya juga bebas emisi gas buang. “GESITS jadi solusi untuk mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh polusi yang dikeluarkan oleh kendaraan konvesional. Juga melihat masih ketergantungannya Indonesia dengan impor BBM apalagi melihat populasi kendaraan roda dua yang sangat besar di Indonesia,” ungkap CEO Garansindo Group, M. Al Abdullah.

Meski begitu, jalan GESITS untuk diproduksi masal masih panjang. “Masih harus melalui serangkaian tes di laboratorium. Memastikan kehandalan komponen, durabilitas dan memastikan motor listrik ini aman. Rencananya Oktober kita akan mulai tes jalan,” beber Nur sambil menjelaskan jika harga jualnya diperkirakan tak akan lebih dari Rp 20 jutaan.

“Kami yakin motor listrik akan diterima pasar asal harganya masuk akal. Tidak terlalu mahal dan ketersediaan part juga mendukung,” beber Harun Sjech, Project Director motor listrik Garansindo-ITS.

Data Spesifikasi:
Sasis : Tubular
Panjang : 1910 mm
Lebar : 695 mm
Tinggi : 1.110 mm
Jarak Tempuh : 85 – 100 km
Motor listrik : 5 KW
Baterai : 50 V, 40 AH
Berat total : 120 kg
Kapasitas angkut : 150 kg
Max speed : 110 km/jam
Pemindah daya : Belt

EDITOR

Bagja

Top