Rabu,11 Mei 2016 15:15 WIB

Penulis: otomotifnet

First Ride Ducati Scrambler 800, Icon Joy Of Ride

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Panel indikator full digital, kecil dan lengkap

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Tombol engine cut off dan starter unik, beda dengan motor Jepang

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Rem depan pakem dikawal Brembo 4 piston di satu sisi saja

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Jok rendah tapi tebal dan empuk, nyaman banget buat postur Asia

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Torsi besar dan bobot ringan gampang banget diajak wheelie

  • Foto: Salim

    Test Ride Scrambler Ducati

  • Foto: Salim

    Test Ride Scrambler Ducati

  • Foto: Salim

    Test Ride Scrambler Ducati

  • Foto: Salim

    Test Ride Scrambler Ducati

  • Foto: Salim

    Test Ride Scrambler Ducati

  • Foto: Salim

    Test Ride Scrambler Ducati

  • Foto: Salim/otomotifnet

    First Ride Ducati Scrambler 800 Icon Joy Of Ride

Jakarta - Kehadiran sub brand baru Ducati, Scrambler di Indonesia memang cukup ditunggu, buktinya saat launching perdana di IIMS 2016, model ini paling laris. Soal harga, memang paling terjangkau bila dibandingkan dengan varian Ducati yang lain.

Totalnya ada 4 varian pada Scrambler 800  Icon, dijual Rp 329 juta, Classic dan Urban Enduro dilepas Rp 379 juta dan Full Throtlle Rp 399 juta. Sedang versi mesin 400 cc, Scrambler Sixty2 hanya Rp 219 juta, semua off the road.

Yuk coba! Scrambler 800 Icon sudah siap diajak jalan-jalan. • (otomotifnet.com)

Test Ride Scrambler Ducati
 

Fitur & Teknologi
Desainnya yang mengalir mengikuti tren post modern dipadu beberapa fitur terkini, seperti day run light dan stop lamp LED, panel indikator juga sudah full digital. Meski mungil tapi cukup lengkap, semua pengaturan menunya bisa dilakukan lewat panel indikator di setang sebelah kiri.

Selain spidometer dan takometer ada suhu udara luar, jam digital dan voltmeter. Sayang fuelmeter hanya ada lampu yang menyala ketika sisa bensin tinggal dua liter.

Di bawah jok ada ruang kompartemen mungil dengan soket USB, lumayan buat charging smart phone. Mesinnya, mengingatkan kita pada Ducati Monster 796, 806 cc L-Twin, 2 Desmodromic valve tiap silinder dan hanya dibekali oil cooler tanpa pilihan mode berkendara.

Test Ride Scrambler Ducati
 

Riding Position & Handling
Posisi duduknya benar-benar ramah dengan postur Asia, tinggi joknya 790 mm dan punya busa empuk yang ambles saat diduduki. Rider dengan tinggi badan 170 cm pasti akan sangat nyaman dan bisa dengan mudah menginjakan kaki ke aspal. Tapi buat yang punya postur jangkung, rasanya kaki akan terlalu melipat.

Tenang, di barisan aksesorinya, Ducati menyiapkan jok yang lebih tebal, tinggi ke aspal jadi 810 mm. Sedang pinggang ke atas dijamin nyaman, setang tinggi dan lebar bikin posisi duduk jauh dari tegang.

Handling ringan dan lincah, didukung upside down tanpa fitur setingan apapun, sedang yang belakang bisa diatur preload-nya. Bobot keringnya cuma 170 kg, setara Kawasaki Ninja 250, wajar mudah ditekuk menikung kanan-kiri.

Test Ride Scrambler Ducati
 

Performa
Di keluarga Ducati mesin Scrambler memang sederhana tapi power 75 dk dan torsi 68 Nm-nya terasa lebih dari cukup buat berkeliling di seputaran dealer Ducati di Kemang, Jaksel. Sudah langsung terasa responsif sejak putaran rendah.

Asyiknya, kopling sangat ringan berkat teknologi APTC clutch. Saat deselerasi diikuti turun gigi cepat pun smooth roda belakang enggak terkunci, slipper clutch-nya bekerja dengan baik. Jangan lupa ngerem. Yang depan dikawal Brembo radial 4-piston dengan ABS, pakem bro!

Test Ride Scrambler Ducati
 

Data Spesifikasi Scrambler 800  Icon :
Type: L-Twin, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, air cooled
Displacement: 803 cc
Bore x stroke: 88 x 66 mm Compression ratio: 11:1
Power: 55 kW (75 hp) @ 8,250 rpm
Torque: 68 Nm (50 lb-ft) @ 5,750 rpm
Fuel injection: Electronic fuel injection, 50 mm throttle body
Exhaust: Exhaust system with single stainless
steel muffler, aluminium silencer cover, catalytic converter and 2 lambda probes
Emissions: Euro 3
Gearbox: 6 speed
Ratio: 1=32/13 2=30/18 3=28/21 4=26/23 5=22/22 6=24/26
Primary drive: Straight cut gears; Ratio 1.85:1
Final drive: Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 46
Clutch: APTC wet multiplate with mechanical control
Frame: Tubular steel Trellis frame
Front suspension: Upside down Kayaba 41 mm fork
Front wheel travel: 150 mm (5.9 in.)
Front wheel: 10-spoke in light alloy, 3.00” x 18”
Front tyre: Pirelli MT 60 RS 110/80 R18
Rear suspension: Kayaba rear shock, pre-load adjustable
Rear wheel travel: 150 mm (5.9 in.)
Rear wheel: 10-spoke in light alloy, 5.50” x 17”
Rear tyre: Pirelli MT 60 RS 180/55 R17
Front brake: 330 mm disc, radial 4-piston calliper with ABS as standard equipment
Rear brake: 245 mm disc, 1-piston floating calliper with ABS as standard equipment
Wheelbase: 1.445 mm
Rake: 24°
Fuel tank capacity: 13.5 L
Dry weight: 170 kg
Wet weight: 186 kg
Seat height: 790 mm

DUCATI INDONESIA: 021 71792049

EDITOR

Dimas Pradopo

Top