Jumat,27 Mei 2016 11:11 WIB

Penulis: Antonius Yuliyanto

First Ride Honda Supra GTR150 Puncak-Bandung, Memang Mantap Diajak Adventure

Halaman 1 dari 3

Foto: Honda

Libas jalur berliku, handlingnya sangat mantap, anteng banget

Jakarta - Rabu (25/5) pagi di bawah hangatnya sinar matahari di halaman lobi Hotel Pesona Alam, yang berlokasi di kawasan Puncak, Bogor, OTOMOTIFNET.COM jadi salah satu dari sekitar 16 media yang mengikuti sesi tes Honda Supra GTR150 yang baru dilaunching sehari sebelumnya.

Dalam pembukaannya, Margono Tanuwijawa, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), mengungkapkan bahwa perjalanan dari Puncak ke Bandung akan menempuh jarak sekitar 123 km dengan jalur yang menantang, “Rutenya akan lewat Waduk Cirata,” terangnya.

Setelah menggunakan safety gear yang telah disiapkan, dan sempat melakukan pemanasan, langsung nyemplak ke motor. OTOMOTIFNET.COM kebagian motor nomor 3 dan ditempatkan di barisan belakang. “Kalau di depan entar rombongan pasti ketinggalan, jadi di belakang saja ya,” ujar Yehuda Williando, Corporate Communination PT AHM yang membagikan kunci.

First Ride Honda Supra GTR150
Rombongan media sempat narsis bersama President Director dan Marketing Director AHM yang juga ikut turing

Jalur yang dilalui memang benar menantang, selepas lewat Puncak Pass, jalur dibelokkan lewat Kota Bunga Cipanas, kemudian lewat jalan Mariwati, lalu menuju Waduk Cirata melaui jalur jalan Raya Palumbon, Cianjur. Dari sana lanjut ke Bandung lewat Padalarang dan Cimahi. Kemudian finish di Stasiun Bandung.

Kondisi jalan yang dilalui sangat beragam, dari aspal mulus, aspal berlubang disertai kerikil, jalan beton sampai jalan tanah basah. Kondisinya pun dari dingin di Puncak, panas dan ditutup dengan hujan saat masuk Bandung.

Bagaimana impresi mengendarai Honda Supra GTR150 ini selama dalam perjalanan? Berikut catatan Otomotifnet.com dari perjalanan yang menurut tripmeter total menempuh jarak 139,3 km ini.

First Ride Honda Supra GTR150
Di sisi Waduk Cirata, OTOMOTIFNET.COM selfie dulu bersama Presdir dan Marketing Director AHM

Riding Position

Saat berkendara pada kondisi jalan normal, di aspal mulus maksudnya. Maka posisi duduknya memang sudah nyaman, mengingat setang cukup tinggi dengan jok yang lebar dan bagian tengah berundak dengan jatah pembonceng, jadi bisa menahan bokong.

Namun beda kondisi saat harus melibas jalan rusak, kita harus berdiri dan kaki menjepit jok. Mengapa? Selain motor jadi lebih mudah dikendalikan, dengan berdiri juga lebih nyaman karena suspensi belakang terasa keras, makanya lebih baik berdiri seperti layaknya mengendari motor enduro.

Turing Honda Supra GTR150
Turing Honda Supra GTR150 saat lewat Waduk Cirata

Halaman 1 2 3

EDITOR

Dimas Pradopo

Top