Selasa,26 April 2016 15:01 WIB

Penulis: otomotifnet

First Ride Yamaha YZF-R1M, Rebah di Yas Marina

  • Foto: Istimewa

    Test Ride Yamaha YZF-R1M

  • Foto: Istimewa

    Test Ride Yamaha YZF-R1M

  • Foto: Istimewa

    Test Ride Yamaha YZF-R1M

  • Foto: Salim/otomotifnet

    GPS di buntut motor yang berhubungan dengan Communication Control Unit, salah satunya menampilkan lap time

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Suspensi elektronik dari Ohlins, bisa otomatis dan manual

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Kestabilan saat pengereman, di tikungan dan akselerasi tentu juga terbantu ERS dari Ohlins, yang diset pada mode otomatis.

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Panel indikator full digital, semua informasi ada di sini

Inilah superbike yang spek dan fiturnya mendekati motor MotoGP. Seperti apa sensasi mengendarainya? Berikut ulasannya!

Abu Dhabi - Salah satu motor favorit saat test ride Bridgestone Battlax S21 di Yas Marina, Abu Dhabi awal Maret silam adalah Yamaha YZFRM1. Kendati tersedia 3 unit, harus antre untuk mendapatkan giliran mencoba. Termasuk OTOMOTIF yang baru bisa mencoba saat sesi kedua.

Karena keasyikan dan bikin ketagihan, bahkan sampai tambah 2 kali! Wajar jika R1M jadi favorit, karena dibekali berbagai fitur yang diturunkan dari MotoGP. Apa saja dan seperti apa sih sensasi ngegas sampai lebih dari 250 km/jam di sirkuit F1 Yas Marina ini? • (otomotifmet.com)

Test Ride Yamaha YZF-R1M
Test Ride Yamaha YZF-R1M

Desain
Tampangnya sangat sporti, dengan moncong menganga persis air dam YZR-M1 tunggangan Valentino Rossi. Di bawahnya ada lampu yang tersamarkan. Sedang di atasnya ada lampu seperti alis. Bodinya full serat karbon dan tangki aluminium sehingga mengurangi bobot.

Fitur & Teknologi
Mengusung berbagai teknologi yang diturunkan dari MotoGP menjadi keunggulan R1M, dengan adanya 6 axis Inertial Measurement Unit (IMU) yang dibekali gyro sensor dan 3D data serta terhubung ECU. Teknologi ini membaca semua gerakan motor saat akselerasi, deselerasi dan kemiringan.

IMU tersebut akan memastikan motor dapat dikendalikan dengan sempurna, karena bisa mengatur antara lain Launch Control System (LCS) yang dipakai saat start agar enggak terjadi wheelie atau spin. Berikutnya Traction Control System (TCS) yang berfungsi memastikan traksi ban maksimal, dengan membaca putaran ban depan dan belakang.

Tugas IMU berikutnya mengatur Slide Control System (SCS), sehingga slide ban belakang bisa diatur, kerjanya dengan membaca putaran roda depan dan belakang serta pergeserannya. Lalu Lift Control System (LIF), atau biasa disebut anti-wheelie agar saat keluar tikungan roda depan tetap di aspal.

Selanjutnya IMU untuk mengatur Unified Brake System, seperti combi-brake yang mengatur tekanan rem di depan dan belakang secara seimbang dengan membaca putaran kedua roda. Semua fitur di atas bisa dilihat posisinya di panel LCD. Panel ini ada 2 setingan utama, street mode dan track mode. Saat mode jalan raya, menu utamanya adalah takometer, spidometer dan posisi gigi, besarnya tekanan rem depan dan gaya gravitasi. Menarik banget tuh!

Sedang saat track mode tampilan utamanya lap time, posisi gigi dan takometer. Berbagai kombinasi kontrol di atas dirangkum dalam Ride Control System yang terbagi dalam 4 pilihan; A, B, C, dan D. Quick Shift System (QSS) juga telah ada di R1M sebagai fitur standar. Fitur berikutnya ada Communication Control Unit dengan GPS dan kemampuan wireless remapping, yang bisa terhubung ke smartphone Android untuk melihat lap time di sirkuit serta mengubah setingan.

Sisi kaki-kaki pakai Ohlins Electronic Racing Suspension (ERS), ada 2 setingan otomatis dan manual. Saat otomatis kerjanya menyesuaikan kondisi jalan dengan mengambil data dari IMU dan dikontrol oleh Suspension Control Unit (SCU), sedang manual compression dan rebound bisa diatur sendiri.

Agar bobot ringan, rangka deltabox menggunakan aluminium. Sasis belakang bahkan pakai magnesium, bahan yang sama dipakai untuk pelek berpalang 10. Makanya bobot isi hanya 200 kg! Dari sisi mesin menggunakan konsep seperti M1, 4 silinder segaris DOHC 16 klep dengan kruk as crossplane bersetang piston titanium. Dua buah injektor menjamin pasokan bensin di semua putaran mesin. Output mencapai 198 dk!

Test Ride Yamaha YZF-R1M
Test Ride Yamaha YZF-R1M

Performa
Kemampuan Mesin R1M yang berkompresi 13:1 ini tak perlu diragukan, sangat responsif! Khas mesin overbore (bore x stroke 79 x 50,9 mm) mainnya cenderung pada putaran mesin tengah ke atas. Peak power 198 dk tercapai di 13.500 rpm, sedang torsinya 112,4 Nm di 11.500 rpm. Akselerasi terasa sangat kencang, putaran mesinnya naik sangat cepat, powerful sejak menyentuh angka 6.000 rpm sampai 14.000 rpm. Asyiknya ketika melirik layar spidometer ada tampilan gaya gravitasi sesuai yang dirasakan rider.

Laju makin cepat karena fitur QSS, tak perlu main kopling saat menaikkan gigi. Panteng gas terus langsung congkel tuas gigi, maka akan masuk dengan mulus. Makanya dengan mudahnya spidometer melewati angka 250 km/jam! Sebenarnya gampang lebih dari itu, namun ingat kalau sirkuit yang dipakai adalah trek F1, tanpa gravel trap dan tembok pembatas jaraknya sangat dekat dengan lintasan. Ngeri-ngeri sedap deh jadinya, hehee...

Saat turun gigi, assist and slipper clutch bekerja sangat smooth, roda enggak mudah bergeser dan entakan di handel kopling tak terlalu kasar. Hasilnya membuat motor juga mudah dikendalikan.

Riding Position & Handling
R1M ini termasuk moge 1.000 cc yang paling jangkung, tinggi joknya mencapai 860 mm, makanya Tester OTOMOTIF yang berpostur 173 cm pun agak jinjit saat berhenti. Posisi duduknya tentu khas moge sport, merunduk habis! Yang bikin takjub sejak jalan meninggalkan pit adalah saat merasakan bobotnya, benar-benar ringan! Enggak terasa kalau sedang memacu moge seliter, malah lebih mendekati moge 600 cc. Maklum bahan yang dipakai serbaringan.

Begitu juga handlingnya ketika di trek, benar-benar lincah dan nurut banget! Bisa dibilang untuk mengoreksi arah enggak perlu bersusah payah. Tentu tak hanya dari segi bobot, dukungan berbagai fitur yang disematkan tentu sangat membantu, seperti TCS, SCS, LIF dan ERS. Kerja TCS dan SCS begitu terasa kala buka gas saat akan keluar tikungan, ban belakang benar-benar terasa lengket, padahal pakai Battlax S21, yang mana merupakan ban harian namun bisa untuk di sirkuit, bukan benar-benar ban slick berstatus race only.

Roda depan juga minim gejala mengangkat, padahal gas dibuka cukup dalam, kerja LIF benar-benar terasa. Kestabilan saat pengereman, di tikungan dan akselerasi tentu juga terbantu ERS dari Ohlins, yang diset pada mode otomatis. Motor jadi selalu diam! Nikmat banget deh!

Test Ride Yamaha YZF-R1M
Test Ride Yamaha YZF-R1M

Data Spesifikasi

Engine type: liquid-cooled, 4-stroke, DOHC, forward-inclined parallel 4-cylinder, 4-valves
Displacement: 998 cc
Bore x stroke: 79 mm x 50,9 mm
Compression ratio: 13:1
Maximum power: 198 dk (147,1 kW) @13.500 rpm
Maximum Torque: 112,4 Nm @11.500 rpm
Lubrication system: Wet sump
Clutch Type: Wet, Multiple Disc
Carburettor: Fuel Injection
Ignition system: TCI (digital)
Starter system: Electric
Transmission system: Constant Mesh, 6-speed
Final transmission: Chain

Chassis
Frame: Aluminium Deltabox
Front suspension system: Telescopic forks, Ø 43 mm
Front travel: 120 mm
Caster Angle: 24º
Trail: 102 mm
Rear suspension system: Swingarm, (link suspension)
Rear Travel: 120 mm
Front brake: Hydraulic dual disc, Ø 320 mm
Rear brake: Hydraulic single disc, Ø 220 mm
Front tyre: 120/70 ZR17M/C (58W)
Rear tyre: 200/55 ZR17M/C (78W)

Dimensions
P x L x T: 2.055 x 690 x 1.150 mm
Seat height: 860 mm
Wheel base: 1.405 mm
Minimum ground clearance: 130 mm
Wet weight (including full oil and fuel tank): 200 kg
Fuel tank capacity: 17 litres
Oil tank capacity: 3,9 litres

EDITOR

Dimas Pradopo

Top