Rabu,20 April 2016 14:33 WIB

Penulis: Otomotifnet

Hasil Test Ride Lengkap Honda CBR500R, Karakternya Nyaman Untuk Harian

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Rem single disc, namun cukup untuk menjinakkan kecepatan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Joknya empuk dan lekukan tangki pas dijepit paha

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Konsumsi bensin rata-rata 4 liter tiap 100 km, irit!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Karakter mesin sangat cocok untuk harian

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Setel suspensi depan pakai obeng, cukup membantu redaman jadi lebih baik

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Lampu LED, pancaran sinarnya menyebar dan kurang terang

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

  • Foto: Salim

    Test Ride CBR500R

Kendati tergolong moge, ternyata CBR500R ini user friendly, cocok untuk pemula yang baru pegang big bike!

Jakarta - Diperkenalkan di Indonesia akhir Februari (26/2) silam, Honda CBR500R menjadi line up terbaru dari jajaran big bike Honda. Mau meminang atau penasaran dengan karakter moge yang dijual Rp 144 juta OTR Jakarta ini? Untuk memberikan gambaran, berikut hasil pengetesannya. Yuk kita simak! • (otomotifnet.com)

Desain
Diperhatikan ternyata garis bodinya sangat mirip sang adik, All New CBR150R. Mulai depan dengan lampu utama yang sipit berisi LED, namun dimensinya tentu saja lebih gendut mengingat mesin lebih besar. Bentuk bodi belakang pun mirip, jika dilihat dari samping agak kaku. Secara garis besar sih tetap sporti!

Test Ride CBR500R
 

Fitur & Teknologi
Di kategori big bike, fitur yang diusung CBR500R tergolong sederhana. Seperti panel instrumen full digital yang kompak hanya diisi takometer, spidometer, fuelmeter, jam, odometer, tripmeter A & B, konsumsi bensin real dan rata-rata, dan jumlah pemakaian bensin. 

Berikutnya kontak dilengkapi immobilizer HISS (Honda Ignition Security System), sehingga lebih aman dari maling. Dan tentu saja lampu utama sudah LED. Sebagai fitur keselamatan, rem telah dilengkapi ABS. Lalu handel rem depan telah dibekali setelan, sayang rem depan cuma single disc, kesan mogenya jadi kurang ya?

Test Ride CBR500R
 

Sektor suspensi sudah ada setelan preload di kedua roda, depan ada 5 level yang diputar pakai obeng minus, sedang belakang 9 stage diatur pakai kunci khusus. Kaki-kaki cukup lebar, depan pakai pelek 3,50x17 dibalut ban 120/70- ZR17 dan belakang 4,50x17 dengan ban 160/60-ZR17. 

Dari sisi teknologi, CBR500R mengusung pasokan bensin injeksi PGM-FI dengan throttle body 34 mm. Di kepala silinder menggunakan konstruksi DOHC 8 klep dengan roller rocker arm untuk mengurangi gesekan. Untuk pendinginan pakai radiator dengan extra fan.

Test Ride CBR500R
 

Riding Position & Handling
Surprise ketika pertama naik, karena kendati naik moge full fairing, ternyata posisi duduknya santai banget! Punggung masih tegak sehingga bikin betah, karena enggak cepat pegal kendati menempuh perjalanan lama.

Hal tersebut terutama ditunjang jok yang rendah, hanya 789 mm! Hanya lebih tinggi 2 mm dari All New CBR150R! Jadi kendati pakai setang jepit dan footstep racy agak mundur, posisi duduknya tetap tergolong santai.

Pengendara dengan tinggi 165 cm pun, saat berhenti kaki masih menapak sempurna. Karakter handling ternyata user friendly banget, mudah dikendalikan! Kendati bobot kotor mencapai 192 kg, namun diajak berkelit di jalanan padat khas Jakarta masih mudah, karena dimensinya tak beda jauh dengan CBR250R. Jika CBR250R panjang x lebar x tinggi 2.033 x 720 x 1.119 mm, yang 500 sedikit lebih besar, tepatnya 2.081 x 756 x 1.150 mm.

Dengan penggunaan sudut suspensi depan 25,5°, diajak berbelok kencang jadi lincah dan mudah. Namun yang jadi halangan adalah karakter suspensi yang terlalu soft, depan bisa diatasi dengan sedikit mengeraskan preload.

Namun yang belakang rebound terlalu cepat, sehingga jika melindas jalur bumpy atau speed trap rasanya mental-mentul, ban belakang jadi liar. Sayang cuma bisa disetel preload juga, jadi enggak terlalu banyak membantu. Namun jika dipakai jalan santai, karakter soft demikian bikin nyaman, empuk!

Test Ride CBR500R
 

Performa
Mengusung mesin berkapasitas murni 471 cc 2 silinder segaris dengan bore x stroke square (67 x 66,8 mm), karakternya nyaman untuk harian, karena grafik performa merata dari bawah sampai atas dan dengan penyaluran yang lembut.

Torsi besar terasa sejak takometer menyentuh angka 3.500 rpm, sehingga enggak perlu buka gas dalam-dalam sudah ngacir. Maksimalnya 44,5 Nm di 7.000 rpm. Untuk harian sangat jarang main di atas 5.000 rpm. Jalan santai pakai gigi 6 pun mesin tak terlalu terbebani, lari 100 km/jam cukup 4.500 rpm saja!

Kelemahannya di atas 7.000 rpm, getaran mesin terasa di seputaran jok. Dan saat di kemacetan panas mesin terasa di seputaran paha sebelah kiri, sumbernya tak hanya embusan angin panas dari extra fan, namun ujung tangki belakang juga ikut hangat.

Konsekuensi dari mesin square dengan stroke cukup panjang ini, putaran mesin maksimal memang enggak terlalu tinggi, limiter di sekitar 9.000 rpm! Tak heran pula catatan akselerasinya yang diukur pakai Racelogic biasa saja.

Motor yang tenaga maksimalnya 49,7 dk di 8.500 rpm ini menempuh kecepatan 0-100 km/jam butuh waktu 5,8 detik. Lalu jarak 0-201 meter diraih 9,3 detik, cuma 0,9 detik lebih cepat dari CBR250R. Tak terlalu cepat namun lebih dari cukup untuk penggunaan harian atau keluar kota.

Test Ride CBR500R
 

Konsumsi Bensin
Dengan mesin yang diriset serba minim gesekan, serta jarangnya main putaran tinggi, konsumsi bensin jadi sangat efisien. Untuk penggunaan harian di seputaran Ibu Kota yang kondisi jalannya beragam, konsumsinya rata-rata 4 liter tiap 100 km atau mencapai 25 km/liter!

Tergolong sangat irit untuk sebuah moge, lebih irit dari Yamaha YZF-R25 atau Kawasaki Ninja 250 yang kisaran 21-22 km/liter.  Pengetesan oleh tester berpostur 173 cm 64 kg.

Data test  Honda CBR500R
0-60 km/j : 3 detik
0-80 km/j : 4,1 detik
0-100 km/j : 5,8 detik
0-100 m : 6,2 detik (@104,7 km/j)
0-201 m : 9,3 detik (@128,2 km/j)
0-402 m : 14,4 detik (150,7 km/j)
Konsumsi bensin : 25 km/lt

Data Spesifikasi  Honda CBR500R
P x L x T : 2.081 x 756 x 1.150 mm
Jarak sumbu roda : 1.409 mm
Jarak terendah : 140 mm
Tinggi jok : 789 mm
Bobot basah : 192 kg
Caster angle/trail : 25.5°/102 mm
Kapasitas tangki : 16,7 liter
Tipe mesin : Liquid-Cooled, 4-Stroke, DOHC Parallel Twin Cylinders
Kapasitas mesin : 471 cc
Pengabutan : PGM-FI [Programmed Fuel Injection]
Bore x Stroke : 67 mm x 66.8 mm
Transmisi : Constant Mesh 6-Speed Return
Rasio kompresi : 10,7:1
Tenaga maksimal : 49,7 dk/8.500 rpm
Torsi maksimal : 44,5 Nm/7.000 rpm
Starter : Electric Starter
Kapasitas oli : 3,2 liter
Tipe kopling : Wet Multiplate with Coil Spring
Tipe rangka : Diamond Steel
Suspensi depan : 41 mm Telescopic Fork with 5 Adjustable Level
Suspensi belakang : Steel Square Pipe Swing Arm, Pro-Link System and Single Shock with 9-Stage   Preload Adjuster
Rem depan : 320 mm Single Wavy Disk with 2-POT Caliper
Rem belakang : 240 mm Single Wavy Disk with 1-POT Caliper
Ukuran ban depan : 120/70ZR – 17M/C
Ukuran ban belakang : 160/60ZR – 17M/C
Aki : 12V/8,6Ah

EDITOR

Dimas Pradopo

Top