Minggu,19 Juni 2016 18:24 WIB

Penulis: otomotifnet

Hasil Test Ride Lengkap Honda Supra GTR 150, Beberkan Data Akselerasi, Power dan Konsumsi BBM

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Redaman suspensi depannya yang berdiameter 31 mm begitu mantap

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pancaran lampu utama LED putih dan cukup terang, namun kalau hujan jadi remang-remang

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Takometer, spidometer dan gear position angkanya besar, jadi mudah dipantau

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Suspensi belakang kaku, lewat jalan rusak lebih baik berdiri

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Slip kopling sedikit, maka ban depan langsung terbang

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Tuh lihat grafik hasil dyno-nya, torsinya galak dari bawah dan limiter di 10.300 rpm

  • Foto: Salim

    Honda Supra GTR 150

Jakarta - Setelah lakukan first ride All New Honda Supra GTR 150, tiba saatnya melakukan test ride disertai dengan pengambilan data secara lengkap. Penasaran kan? Berikut adalah hasil test ala OTOMOTIF lengkap dengan pengukuran tenaga dan torsi di atas dynamometer, akselerasi juga konsumsi bensin motor yang dijual dijual Rp 21,3 juta untuk warna sporty, dan Rp 21,5 juta yang exclusive monotone. Berikut ulasan lengkapnya! (otomotifnet.com)

Riding Position & Handling
Joknya punya jarak dari tanah 780 mm, cukup pendek sebenarnya, namun ketika diduduki tinggi, sangat berasa jangkung apalagi ketika melewati pengendara motor bebek lain. Maklum saja suspensi belakang kaku, sehingga enggak amblas.

Posisi duduknya sih nyaman, karena setang cukup tinggi dengan jok lebar dan bagian tengah berundak, jadi bisa menahan bokong. Namun sayang busa joknya kaku, terasa keras.

Karakter kaku juga sangat terasa dari suspensi belakangnya, makanya ketika melindas jalan rusak lebih baik sambil berdiri ala mengendarai motor enduro, daripada pantat dan pinggang sakit. Namun beda feeling ketika berboncengan, ternyata redamannya pas banget, empuk dan enggak mengayun kendati melindas jalan bumpy.

Sementara redaman suspensi depannya yang berdiameter 31 mm begitu mantap, empuk namun tidak mengayun. Bahkan dihajar melibas lubang cukup dalam juga tetap meredam dengan baik dan enggak mentok, setang jadi tetap gampang dikendalikan.

Penggunaan ban baru dari IRC, NF66 dan NR83 dengan ukuran 90/80-17 dan 120/70-17, dengan groove cukup dalam sepertinya dirancang siap untuk melibas jalan kerikil atau tanah. Di luar perkiraan, saat lewat tanah basah gripnya tergolong bagus, termasuk juga di aspal basah karena hujan.

Performa rem cakram berdiameter 256 mm di depan dan 220 mm belakang, juga menunjang handling yang mumpuni di berbagai medan. Depan mantap dipakai late braking di aspal kering karena pakem, namun sayang muncul suara sruuukkk... Sedang belakang pas untuk mengurangi laju saat melibas jalan rusak berkerikil atau tanah.

 All New Honda Supra GTR 150
Slip kopling sedikit, maka ban depan langsung terbang

Performa
Mesin dengan perbandingan diameter x langkah hampir square 57,3 mm x 57,8 mm, karakternya pas untuk Supra GTR 150 yang didesain sebagai motor penjelajah, karena torsi padat banget sejak putaran mesin rendah.

Tuh lihat grafik hasil dyno-nya, pada putaran 4.000 rpm saja sudah lebih dari 11,5 Nm dan grafiknya cenderung flat, pantas enggak perlu buka gas dalam-dalam motor dengan rasio kompresi 11,3:1 ini langsung ngacir, dan untuk harian cukup main di rentang 4-6 ribu rpm saja. Karakter ini cocok untuk stop and go di kemacetan atau jika melewati jalan menanjak. Torsi maksimalnya 12,96 Nm diraih di 6.800 rpm.

Sayangnya saat di kemacetan atau jalan merayap, pindah gigi kadang keras dan susah, kendati kopling sudah ditarik maksimal, gas mesti diblayer atau teknik bliping.

Tenaga maksimalnya juga cukup besar, 14,41 dk di 8.600 rpm, dengan limiter di 10.300 rpm. Oh ya pengukuran pakai dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim.

Dengan kombinasi torsi besar di rpm rendah, tenaga mumpuni di atas, dan dipadu rasio yang cukup rapat, pantas jika akselerasinya terbilang gesit. Kecepatan 100 km/jam diraih dalam waktu 12,1 detik saja. Sedang jarak 201 meter 11,3 detik. Data lengkap simak tabel ya!

Bagaimana dengan top speednya? Di trek sekitar 1 km, di spidometer menunjukkan angka 136 km/jam, masih bisa naik namun perlahan. Sedang di Racelogic tertera angka 121,2 km/jam. Klaim Honda top speed 122 km/jam, mungkin itu angka realnya seperti yang tertera di Racelogic ya?

Oh ya ketika di atas dyno, sempat dicoba kecepatan maksimal yang bisa ditampilkan spidometer, ternyata mentok 145 km/jam, dan yang tertera di dyno 130 km/jam. Jadi deviasi spidometernya memang sekitar 15 km/jam.

Konsumsi Bensin
Dengan karakter torsi besar di putaran bawah sampai menengah, dalam penggunaan harian mesin jadi jarang teriak tinggi, tak heran jika konsumsi bensinnya cukup irit. Dengan metode full to full dan digunakan apa adanya alias daily riding, diukur sebanyak 3 kali dengan total jarak 329 km, konsumsi bensin rata-ratanya ternyata mencapai 45,2 km/liter.

Dengan kapasitas tangki 4,5 liter, maka sekali isi bisa menjelajah sejauh 203,4 km. Lumayan jauh ya!

Data Tes:
0-60 km/j: 4,2 detik
0-80 km/j: 7,4 detik
0-100 km/j: 12,1 detik
0-100 m: 7,2 detik (79 km/j)
0-201 m: 11,3 detik (95,7 km/j)
0-402 m: 18,2 detik (111,5 km/j)
Top speed spido: 136 km/j
Top speed Racelogic: 121,2 km/j
Konsumsi bensin: 45,2 km/lt

EDITOR

Dimas Pradopo

Top