Minggu,15 Mei 2016 16:10 WIB

Penulis: otomotifnet

Komparasi Honda Vario 125 eSP CBS ISS VS Yamaha Aerox 125LC, Beda Tipis!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Vario 125 eSP desainnya sangat skutik, sedangkan desain Yamaha Aerox 125LC diadopsi dari kesuksesan Aerox series di Eropa.

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Urusan akomodasi Vario 125 eSP lebih lega

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Spidometer Aerox 125LC mirip Yamaha X-Ride, punya Vario 125 eSP sudah dipadu panel digital

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Bandingkan posisi setangnya, Vario 125 eSP menekuk sporti, sedang Aerox 125LC tawarkan gaya berkendara sigap dengan tangan terbuka

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Desain buntut, Aerox 125LC, lebih sporti. Sekilas mirip Yamaha V-Ixion ya!

  • Foto: Salim

    Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125

  • Foto: Salim

    Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125

  • Foto: Salim

    Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125

  • Foto: Salim

    Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125

  • Foto: Salim

    Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125

Mengendarai Vario 125 eSP rasanya sporti, sedang Aerox 125LC tawarkan gaya berkendara sigap dengan tangan terbuka 

Jakarta - Ketika desain Honda Vario 125 eSP dirasa sudah terlalu mainstream, Yamaha hadir dengan konsep yang lebih sporti lewat Aerox 125LC. Secara basis, keduanya samasama mengusung mesin 125 cc dengan radiator, harganya juga beda tipis. Lainnya? Yuk kupas komparasi Honda Vario 125 eSP CBS ISS vs Yamaha Aerox 125LC!  (otomotifnet.com)

Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125
 
Desain
Vario 125 eSP desainnya sangat skutik. Headlamp tipis karena sudah LED, sedang peleknya pakai palang 10 yang mirip CBR1000RR. Beberapa detail plastiknya punya tekstur carbon
 
Desain Yamaha Aerox 125LC diadopsi dari kesuksesan Aerox series di Eropa. Bak motor sport, fairing depannya lebar dengan lampu LED dan setang terondol. Meski sporti, fairing samping terlalu meruncing kerap mentok tulang kering. 
 
Desain khas motor sport juga bisa dilihat pada sepatbor depan, sein ala Yamaha V-Ixion, jok beda warna seolah mirip single seat dan behel belakang yang sembunyi di bodi bagian bawah.
Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125
 

Fitur dan Teknologi
Meski lampu depan sudah LED, sein dan stoplamp kedua motor ini masih bohlam biasa. Parking brake lock dan side stand switch sudah jadi fitur wajib. Sedang spidometernya, Vario 125 eSP lebih komplet, petunjuk kecepatan masih analog, odometer dan fuelmeter digital.Aerox 125LC persis Yamaha X-Ride, tidak ada panel digital tapi secara kelengkapan sama. Minus indikator Idling Stop System (ISS) yang jadi fitur optional Vario 125 eSP.

Pernik lainnya, Aerox 125 LC dan Vario 125 eSP sama-sama dilengkapi dengan rumah kunci three in one, bisa kunci setang, kontak on dan buat buka jok.Fitur keamanan rumah kunci ini dilindungi pengaman bermagnet.

Bicara ruang penyimpanan, di bawah bagasi Aerox 125LC ada bagasi 12,8 liter, hanya helm open face berukuran kecil yang bisa masuk. Sedang konsol di bawah setang, ukurannya kecil banget. Pada Vario 125 eSP ada double inner rack yang lumayan lega dan helmin ubox bervolume 18 liter, helm full face bisa masuk nih.

Kaki-kakinya, Vario 125 eSP, pakai ban tubeless ukuran 80/90-14 di depan dan 90/90-14 di belakang. Peleknya kombinasi 1.85x14 dan 2.15x14. Aerox 125LC mengusung pelek 2.50x14 dengan ban 110/70-14 di belakang. Yang depan cungkring hanya 1.40x14 dengan ban 70/90-14.

Mesin Aerox 125LC 125 cc sudah injeksi dengan pendingin radiator. Tenanganya diklaim Yamaha mencapai 11,2 dk @ 9.000 rpm dan torsi 10,4 Nm @ 6.500 rpm. Meski belum Blue Core tapi sudah aplikasi teknologi low friction seperti pada roller rocker arm, DiASil Cylinder dan Forged Piston.

Power 11,2 dk @ 8.500 rpm dan torsi 10,8 Nm @ 5.500 rpm diklaim PT Astra Honda Motor mampu dimuntahkan mesin 125 cc radiator berteknologi enhance Smart Engine (eSP). Fitur lainnya sudah ada Alternator Current Generator (ACG), karena tidak pakai dinamo starter konvensional, proses starter jadi sangat halus. ISS juga jadi salah satu fitur yang bisa dipilih.

Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125
 

Riding Position & Handling
Setang Aerox telanjang persis dengan X-Ride. Panjangnya 745 mm dan punya radius belok 47,5° bikin posisi tangan sigap. Tapi jadi sulit ketika harus selap-selip di kemacetan khawatir nyangkut. Tinggi jok 760 mm membuat tester berpostur 168 cm masih bisa leluasa menapakkan kaki ke tanah. 

Suspensinya stabil tapi agak keras, untung joknya tebal dan empuk banget. Ban belakang traksinya cukup baik, sayang yang depan terasa melayang saat berakselerasi, terlebih jika ada beban pembonceng.

Jok Vario 125 eSP terasa tinggi untuk postur 168 cm karena harus sedikit jinjit. Joknya masih cukup keras, namun suspensinya lembut di depan dan agak keras di belakang, positifnya, manuver jadi lebih stabil. 

Posisi setang rendah dengan tekukan ke dalam yang membuat posisi duduk lebih santai dan terasa sporti. Ketika berbelok patah atau putar balik, ujung setang nyangkut di dengkul. Sedang pengereman combi brake-nya sangat optimal memberikan rasa aman saat panic brake.

Komparasi Yamaha Aerox VS Vario 125
 

Performa
Menghidupkan mesin Aerox 125LC, suaranya halus dan minim getaran. Bukaan gasnya terasa responsif, terutama di putaran tengah mulai dari kecepatan 20 km/jam sudah terasa nendang. Tapi di atas 80 km/jam, cukup lama mencapai 100 km/jam. 

Berkat teknologi ACG starter menyalakan mesin Vario 125 eSP sangat senyap. Buka gas awal, terasa sedikit getaran di bagian CVT, selebihnya ngacir hingga putaran atas, nafasnya ‘ngisi’ terus. Buat stop and go masih oke, tapi cruising keluar kota juga asyik.

Konsumsi Bensin
Tembus 41,1 km/liter untuk Aerox 125LC, sedangkan Vario 125 eSP mencatatkan 48,1 km/liter dengan kondisi ISS menyala. Pengetesan dilakukan tester dengan bobot 57 kg dan bensin beroktan 92.

Harga 
Yamaha Aerox 125LC Rp 18,2 juta
Honda Vario 125 eSP Rp 17,65 juta
Honda Vario 125 eSP – ISS Rp 18,25 juta
*On the road Jakarta 

Data Tes Aerox 125LC
0-60 km/jam : 6 detik
0-80 km/jam : 11,4 detik
0-100 km/jam : 25,7 detik
0-100 m : 8,2 detik
0-201 m : 12,9 detik
0-402 m : 20,9 detik
Top speed spidometer : 105 km/jam
Top speed racelogic : 103 km/jam
Konsumsi bahan bakar : 41,1 km/liter

Data Tes Vario 125 eSP
0-60 km/jam : 5,5 detik
0-80 km/jam : 10 detik
0-100 km/jam : 24 detik
0-100 m : 7,9 detik
0-201 m : 12,5 detik
0-402 m : 20,1 detik
Top speed spidometer : 110 km/jam
Top speed racelogic : 108 km/jam
Konsumsi bahan bakar : 48,1 km/liter

Data Spesifikasi Yamaha Aerox 125LC
Ban Depan : 70/90-14M/C 34P
Ban Belakang : 100/70-14M/C 51P
Rem Depan : Disc brake
Rem Belakang : Drum brake
Tipe Mesin : Liquid cooled, 4-stroke, SOHC
Diameter X Langkah : 52,4 x 57,9 mm
Perbandingan Kompresi : 10,9:1
Daya Maksimum : 11,2 dk @ 9000rpm
Torsi Maksimum : 10,4 Nm @ 6500rpm
Kapasitas Oli Mesin : 0,9 liter
Sistem Bahan Bakar : Fuel Injection
Tipe Kopling : Kering, sentrifugal
P X L X T : 1.857mm X 742mm X 1.070mm
Jarak Sumbu Roda : 1.265mm
Jarak Terendah : 135mm
Kapasitas Tangki Bensin : 3,8 L

Data Spesifikasi Vario 125 eSP
Ban Depan : 80/90-14 M/C 40P Tubeless
Ban Belakang : 90/90-14 M/C Tubeless
Rem Depan : Disc brake
Rem Belakang : Drum brake
Tipe Mesin : Liquid cooled, 4-stroke, SOHC
Diameter X Langkah : 52,4 x 57,9 mm
Perbandingan Kompresi : 11,0 :1
Daya Maksimum : 11,12 dk @ 8500rpm 
Torsi Maksimum : 10,8 Nm @ 5500rpm 
Kapasitas Oli Mesin : 0,8 liter 
Sistem Bahan Bakar : Fuel Injection Fuel Injection
Tipe Kopling : Kering, sentrifugal 
P X L X T : 1.921mm x 683mm x 1.096 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.280 mm
Jarak Terendah : 135 mm
Kapasitas Tangki Bensin : 5,5 L

EDITOR

Dimas Pradopo

Top