Kamis,25 Feb 2016 10:05 WIB

Penulis: Otomotifnet

Komparasi Knalpot Vespa Sprint 150 3V i.e, Adu Empat Merek Lokal

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Knalpot AJM tech3

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Knalpot CLD C7

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Knalpot OZZA 01+

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Knalpot Prospeed Black Series

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Tabel Dyno Test

OTOMOTIF coba kumpulkan beberapa merek knalpot lokal yang dijual kurang dari Rp 2 jutaan

Jakarta - Gaya modifikasi racing look di kalangan pengguna Vespa Sprint 150 3V i.e berimbas pada ramainya aplikasi part pendongkrak tenaga. “Karena konsepnya racing look, ya sekalian pasang yang berbau racing, salah satunya knalpot racing,” buka Ivan Octavianus dari Kutu Vespa. Nah, kali ini OTOMOTIF coba kumpulkan beberapa merek knalpot lokal yang dijual kurang dari Rp 2 jutaan, lalu kita lihat peningkatan performanya.

Sebagai kelinci percobaan, motor tes milik showroom Piaggio Premier Bintaro, Motoplex diangkut ke atas dynamometer Dynojet 250i milik Aerospeed74.  Dalam kondisi standar, powernya tembus 10,1 dk di 7.600 rpm dan torsi puncaknya 10,33 Nm pada 5.800 rpm. Pakai knalpot racing jadi naik berapa ya?• (otomotifnet.com)

AJM tech3
Bengkel balap AJM Scooter juga enggak mau ketinggalan. Knalpot buatannya punya suara paling adem. “Knalpot ini sengaja dibuat dengan karakter suara adem untuk penggunaan jarak jauh, sehingga powernya yang dimaksimalkan,” yakin mantan pembalap nasional, Ahmad Jayadi yang menggawangi AJM Scooter. Powernya paling besar namun torsinya malah lebih kecil ketimbang yang lain. Di putara bawah, AFR-nya kekeringan nih, sebaiknya seting ulang bahan bakar pakai piggyback.

Prospeed Black Series
Knalpot Prospeed yang bermarkas di Kebon Jeruk 10 no.5 Jakbar ini, finishing-nya paling keren. Bahannya stainless dengan silincer diberi cover plastik. Nendang di putaran atas, tepatnya lebih dari 7.500 rpm peningkatan power dan torsinya lebih terasa. Tapi bila dibandingkan dengan standar, air fuel ratio (AFR) jadi terlalu kering di semua putaran mesin, sebaiknya seting ulang pakai piggyback.

OZZA 01+
Knalpot garapan bengkel balap yang bermarkas di Jl Haji Mencong, Ciledug Tangsel banyak dipakai komunitas Kutu Vespa. Untuk mempercantik tampilan, silencer bulatnya diberi aksen aluminium di bagian ujung. Suaranya paling menggelegar dan sedikit pecah. “Sama seperti CLD, knalpot ini menggunakan diameter pipa lumayan besar, cocoknya dicolok ke mesin balap,” papar Memet panggilan akrab M. Adi Kurniawan.

CLD C7
Knalpot yang diperuntukan untuk mesin balap ini bunyinya berisik banget. Sedangkan urusan power, knalpot seharga Rp 1,2 juta ini mampu dongkrak ½ dk. “Knalpot dengan pipa leher yang lumayan besar ini memang lebih cocok untuk mesin yang sudah bore up,” bisik M. Adi Kurniawan, kepala mekanik Aerospeed74

Hasil Test
Standar : 10,01 dk @ 8.100 rpm / 10,33 Nm @ 5.900 rpm -
AJM : 10,63 dk @ 8.200 rpm  / 10,49 Nm @ 5.800 rpm - Rp 1,5 juta
CLD C7 : 10,50 dk @ 8250  rpm  / 10,63 Nm @ 5.900 rpm - Rp 1,2 juta
Ozza Racing : 10,51 dk @ 8.050 rpm  / 10,60 Nm @ 5.800 rpm - Rp 1,2 juta
Prospeed : 10,59 dk @ 7.800 rpm  / 10,61 Nm @ 5.800 rpm - Rp 2   juta

AJM : 021 8460721
Ozza Racing : 081389712131
Prospeed : 081316898280
CLD : 021 73456555
Aerospeed74 : 081280008227

 

 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top