Selasa,22 Nov 2016 11:27 WIB

Penulis: otomotifnet

Komparasi KTM Duke 250, Yamaha MT-25, Kawasaki Z250, Kawasaki Z250SL, Pertarungan Naked Bike 250cc

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pertarungan MT 25, Z250, Z250SL dan KTM Duke 250

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Komparasi Spidometer Naked Bike 250cc

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pertarungan Naked Bike 250cc

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pertarungan Naked Bike 250cc, KTM Duke 250

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pertarungan Naked Bike 250cc, Yamaha MT-25

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pertarungan Naked Bike 250cc, Kawasaki Z250

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Pertarungan Naked Bike 250cc, Kawasaki Z250SL

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Data Tes Pertarungan Naked Bike 250cc

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Data Spesifikasi Pertarungan Naked Bike 250cc

Jakarta - Penerapan harga baru KTM Duke 250 membuatnya jadi primadona baru di segmen naked bike 250 cc. Wajar mengingat perubahan banderolnya sangat drastis, dari Rp 69,5 juta jadi hanya Rp 44 juta. Makanya di GIIAS 2016 kemarin laris banget!

Dengan harga segitu, Duke 250 menawarkan beragam fitur yang tak dimiliki kompetitor, sebut saja suspensi depan upside down, lengan ayun aluminium, slipper clutch dan lainnya yang membuatnya worthed dibeli, value for money jadi tinggi bro!

Seperti apa sih komparasi lengkap Duke 250 jika dibandingkan dengan kompetitor di Pertarungan Naked Bike 250cc, yaitu Yamaha MT-25, Kawasaki Z250 dan Z250SL? 

Berikut kita ulas dari berbagai parameter, apakah Duke 250 jadi yang terbaik atau masih ada yang mengungguli? Simak komparasi berdasarkan hasil test ride yang dilakukan OTOMOTIF. (Tim otomotifnet.com)

Desain

Bicara desain, keempatnya terlihat berbeda kendati sama-sama naked bike. Duke 250 tampak berotot dan nyeleneh, karena selain menonjolkan sasis teralis yang dicat orange khas KTM, juga dikombinasi dengan upside down di depan dan lengan ayun “terbalik”.

Lalu bodinya cederung berotot namun agak aneh di sisi headlamp yang terlalu menonjol. Keunikan lain dari knalpot yang tersembunyi di bawah atau underbelly exhaust, sehingga sisi kiri kanan jadi bersih tanpa silencer.

Yamaha MT-25 juga berkesan berotot, terutama tampak dari desain shroud dan undercowl, namun disayangkan bentuk lampu utama kurang sangar. Sedang belakang mirip R25 hanya dikasih behel.

Sementara Kawasaki Z250 cenderung sangar berkat lampu utama menyipit dan permainan half fairing mirip huruf Z.

Sedang Z250SL desainnya serba ramping, tajam dan padat berisi.

Pertarungan Naked Bike 250cc

Fitur & Teknologi

Kita ulas dari kaki-kaki. Hanya Duke 250 yang menggunakan upside down 43 mm dari WP, terlihat kekar dan sporti. Sementara kompetitor pakai teleskopik biasa, bedanya MT-25 pakai as 41 mm sedang duo andalan Kawasaki hanya 37 mm.

Geser ke belakang, Duke 250 pakai lengan ayun aluminium model terbalik, guratan penguat ditampilkan di sisi luar. Peredamnya pakai monosok WP yang bisa setel preload tapi tanpa link, seperti MT-25. Sedang Z250 dan Z250 monosok dengan setelan preload 5 step dan ada link uni-track.

Lanjut kita lihat ukuran ban dan peleknya, milik Duke 250 ternyata paling lebar dengan ukuran 110/70-17 dan 150/60-17 yang membalut pelek 3.00x17 dan 4.00x17.

Beda tipis dengan MT-25 dan Z250 yang pakai ukuran 110/70-17 dan 140/70-17 membalut pelek 2.75x17 dan 4.00x17.

Paling ramping tentu Z250SL berukuran 100/70-17 dan 130/70-17 dipadukan dengan pelek 2.50x17 dan 3.50x17.  

Dari sistem rem, hanya Duke 250 yang mengaplikasi kaliper depan radial 4 piston dengan ABS jadi standar. Lainnya untuk depan pakai 2 piston dan yang menyediakan versi ABS juga adalah Kawasaki. Sedang belakang Duke 250 dan MT-25 single piston, beda dengan Z250 dan Z250SL double piston.  

Geser ke spidometernya. Kelengkapan info milik Duke 250 dan MT-25 mirip-mirip, ada takometer, spidometer, gear position, odometer, tripmeter, fuelmeter, suhu, jam, konsumsi bensin, shift light sampai info peringatan. Sedang milik Kawasaki Z250 dan Z250SL info yang disajikan lebih sederhana.

Pindah ke bagian mesin, KTM membekali Duke dengan ruang bakar 248,8 cc overbore 72 x 61,1 mm yang basiknya diambil dari RC 390. Mesin jenis 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin cairan ini pakai throttle body 38 mm. Transmisi 6 speed dan koplingnya pakai anti-hopping atau slipper clutch.

Dengan teknologi ini jika turun gigi dan langsung lepas kopling, enggak perlu khawatir roda belakang mengunci karena engine brake, karena akan diselip secara otomatis. Spek di atas mirip Z250SL yang sama-sama 1 silinder DOHC 4 klep dengan transmisi 6 speed.

Sementara itu MT-25 dan Z250 menggunakan mesin 2 silinder DOHC 8 klep dengan transmisi 6 speed. Sistem pendinginan semuanya sudah pakai radiator dan pasokan bensinnya injeksi.

Pertarungan Naked Bike 250cc

Riding Position & Handling

Dari keempat motor ini, Duke 250 ternyata punya jok paling tinggi, tepatnya 800 mm. Sedang Z250 dan Z250SL 785 mm dan paling pendek MT-25 hanya 780 mm. Tentu berefek saat berhenti, menjejakkan kaki paling santai ketika naik MT-25.

Posisi duduk ketika riding bisa dibilang mirip-mirip, lantaran semua mengusung setang model baplang yang cukup lebar. Makanya membuat badan sedikit condong ke depan dan lengan membuka pamer dada.

Bicara handling, paling lincah dan enteng tentu naik Duke 250 yang punya wheelbase 1.367 mm dan bobot kering hanya 139 kg. Redaman suspensinya juga paling pas, tak keempukan atau terlalu keras.  

Lincah dan enteng juga ditawarkan Z250SL yang punya dimensi paling ramping, dikombinasi jarak sumbu roda cuma 1.330 mm dan bobot basah 148 kg, namun karakter suspensinya cenderung keras.  

Sedang MT-25 dengan jarak sumbu roda 1.380 mm dengan bobot 165 kg terbilang cukup berat, sedang karakter suspensinya cenderung terlalu empuk apalagi yang belakang, makanya di kecepatan tinggi terasa mengayun. Tapi buat jalan jauh nyaman banget.

Sementara Z250 bobotnya mencapai 168 kg dan wheelbase paling panjang 1.400 mm. Tak heran jadi yang paling repot bermanuver di kemacetan. Kalau untuk jalan kencang sih nyaman, karena racikan suspensinya cukup pas.

Pertarungan Naked Bike 250cc

Performa

Bicara performa, kita ulas dahulu klaim tenaga dan torsi mesin dari masing-masing pabrikan. MT-25 punya tenaga 35,6 dk/12.000 rpm dan torsi 22,6 Nm/10.000 rpm. Di bawahnya Z250 yang sama-sama 2 silinder dengan klaim 31,7 dk di 11.000 rpm dan torsi 21 Nm di 10.000 rpm.

Sedang Duke 250 diklaim punya tenaga 31,1 dk di 9.000 rpm dan torsi 24 Nm di 7.250 rpm. Paling bontot Z250SL hanya 27,7 dk di 9.700 rpm dan 22,6 Nm di 8.200 rpm. Kedua motor ini berkonfigurasi 1 silinder, stroke lebih panjang dibanding yang 2 silinder, makanya torsi atau momen puntir lebih besar.  

Dengan torsi besar di putaran bawah, Duke 250 dan Z250SL punya karakter ganas di putaran bawah, klop untuk stop and go namun punya nafas mesin pendek. Beda dengan MT-25 dan Z250 yang punya stroke pendek, torsi memang tak terlalu besar makanya terasa boyo di putaran bawah, namun nafasnya panjang dengan pencapaian tenaga maksimal di putaran tinggi.

Bagaimana dengan akselerasi? Tentu berhubungan dengan power to weight ratio (PWR). Dengan torsi paling besar dan bobot ringan, Duke 250 punya akselerasi awal paling agresif, terlihat dari catatan waktu 0-60 km/jam yang hanya 2,9 detik.  

Sementara MT-25 dengan tenaga paling besar namun di putaran tinggi, digdaya pada pencatatan kecepatan tinggi dan jarak yang panjang. Seperti mencapai 100 km/jam yang hanya 7 detik.

Sementara Z250 dan Z250SL sedang-sedang saja berada di tengah. Data lengkapnya silakan simak tabel.

Konsumsi Bensin

Untuk penggunaan harian di Jakarta dan sekitarnya, motor lebih sering terpakai di putaran bawah sampai menengah saja, karena kondisi jalan yang padat. Makanya jangan heran konsumsi bensin motor bertorsi besar di rpm rendah lebih irit, karena akan jarang buka gas dalam-dalam.

Tuh buktinya Duke 250 dan Z250SL lebih irit dari MT-25 dan Z250. Berapa? Cek tabelnya dibawah…

Harga

Banderol baru Duke 250 yang hanya Rp 44 juta memang menggiurkan, lantaran hanya sedikit lebih mahal dari Z250SL yang dijual Rp 41,5 juta dan lebih murah dari MT-25 yang dijual Rp 46 juta dan Z250SL versi ABS Rp 47,8 juta.

Paling mahal tentu saja Z250 yang mencapai 53,4 juta, dan versi ABS Rp 59,4 juta, semua OTR Jakarta.

Data Tes
Pertarungan Naked Bike 250cc

 

EDITOR

Pilot

Top